OTODRIVER - Hubungan kerja sama antara Daihatsu dan Perodua berpotensi memasuki babak baru. Keduanya disebut tengah membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan kendaraan listrik (EV) di Malaysia.
Seperti dikutip dari paultan.org (30/8), hal tersebut mencuat setelah Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia, Johari Abdul Ghani, bertemu dengan Wakil Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Takuo Komori, pekan ini.
Dalam unggahan di Facebook, Johari menyebut salah satu topik yang dibahas adalah mengenai “kemitraan Daihatsu-Perodua dalam mengembangkan kendaraan listrik di Malaysia.”
Perodua memang harus mengembangkan QV-E secara mandiri, salah satunya karena adanya target pemerintah Malaysia untuk menghadirkan mobil listrik bermerek lokal. Selain itu, Daihatsu sendiri belum memiliki model EV yang bisa dijadikan basis pengembangan.
Bisa Jadi Basis Mobil Listrik Daihatsu
Jika kerja sama Daihatsu dan Perodua benar-benar terealisasi, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi.
Kemungkinan pertama, Daihatsu menggunakan QV-E sebagai basis untuk melahirkan model listriknya sendiri. Skema seperti ini sebenarnya bukan hal baru.
Di Indonesia, misalnya, Daihatsu Sirion pada dasarnya memiliki hubungan erat dengan Perodua Myvi. Bahkan, Sirion juga diproduksi di Malaysia sebelum diekspor ke Indonesia.
Jika QV-E nantinya menjadi basis EV Daihatsu, bukan tidak mungkin teknologi kendaraan listrik yang dikembangkan Perodua justru digunakan oleh merek Jepang tersebut.
Kehadiran merek seperti BYD membuat persaingan kendaraan listrik di Indonesia semakin ketat. Dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi, QV-E berpotensi mendapatkan keuntungan dari skema perdagangan bebas ASEAN atau AFTA jika nantinya diekspor ke Indonesia.
Meski begitu, mobil tersebut kemungkinan tidak akan mendapatkan insentif yang sama seperti mobil listrik yang dirakit secara lokal dengan skema CKD.
Daihatsu Bisa Ikut Kembangkan EV Perodua
Kemungkinan kedua justru lebih menarik. Daihatsu bisa ikut terlibat dalam pengembangan mobil listrik Perodua generasi berikutnya.
Peluang tersebut sebelumnya sudah diungkapkan Presiden dan CEO Perodua, Zainal Abidin Ahmad, pada awal tahun ini.
Menurutnya, Perodua memang mengembangkan QV-E secara mandiri. Namun, Daihatsu disebut sudah menunjukkan ketertarikan untuk ikut terlibat dalam pengembangan kendaraan listrik Perodua.
“Kami mengembangkan EV ini sendiri. Namun, kami mendapat pertanyaan dari mereka untuk bergabung dalam pengembangan EV kami,” ujar Zainal.
Bakal Ada EV Lebih Murah
Perodua sendiri diketahui tengah menyiapkan mobil listrik yang lebih kecil dengan segmen A. Model tersebut akan menggunakan platform EV yang sama dengan QV-E, hasil pengembangan Magna Steyr.
Penggunaan platform yang sama tentunya dapat membantu Perodua menekan biaya pengembangan sekaligus menghadirkan model yang lebih terjangkau. Mobil tersebut juga diproyeksikan menjadi pesaing Proton eMas 5. (AW)
