OTODRIVER - Iran saat ini tengah menjadi perhatian dunia terkait perseteruannya dengan AS yang menyeretnya pada konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.
Selepas Revolusi Iran pada 1979, Negeri para Mullah ini mendapatkan embargo dan sangsi internasional di berbagai bidang khususnya dari AS. Namun sepertinya Iran mampu mencari kekuatan dan berdiri di atas kakinya sendiri. Termasuk juga industri otomotifnya.
Pada tahun 70-an, saat berada di bawah rezim Mohammad Reza Shah Pahlavi, Iran memiliki produksi tahunan hingga 200 ribu unit. Namun setelah meletus Revolusi Iran produksinya anjlog. Kondisi ini semakin diperburuk dengan meletusnya perang Iran-Irak dan berlanjutnya berbagai sanksi internasional.
Menurut niobium.tech, pada awal 2000-an, produksi mobil di Iran tumbuh secara eksponensial. Produksinya tembus angka 1 juta pada 2007-2008. Pada 2024 Iran tercatat sebagai produsen mobil terbesar ke 13 di dunia dan salah satu terbesar di Asia dengan produksi tahunan lebih dari 1,3 juta unit.
Mengutip dari Actgroup.ir, pada 2024, terdapat 15 produsen mobil milik negara dan swasta. Dua label terkemuka yakni Iran Khodro dan Saipa menyumbang 94% dari total produk domestik.
Berikut profil dua pabrikan mobil terbesar dan berpengaruh di Iran :
Iran Khodro
Iran Khodro Company (IKCO) menjadi produsen terbesar di Iran yang memulai produknya pada 1967 dengan memproduksi mobil Paykan. Mobil ini merupakan rebadge dari Hillman Hunter. Hillman merupakan brand milik Chrysler Europe yang bermarkas di Inggris.
Kiprah IKCO itu sendiri sudah ada sejak 1962 dengan mulai merakit bus. Awalnya pabrikan ini menyandang nama Iran Nasional dan kemudian diubah menjadi IKCO setelah revolusi meletus.
Pada tahun 70-an IKCO menjalin kontrak dengan Peugeot mampu membuat perubahan positif. Melalui kerjasama ini IKCO ke depannya membuat model 405, 206 dan 207i dan bahkan mengembangkan model lokal seperti Peugeot Pars dan RD.
Selanjutnya melalui kemesraan dengan Singa Perancis ini, pabrikan berhasil mengembangkan dua mobnas yakni Samand dan Dena. Kedua menyadur platform yang digunakan oleh 405.
Selanjutnya kerjasama pun berkembang ke brand lain seperti Renault yang menghasilkan Dacia Logan dan Captur. Kolaborasi dengan Suzuki pun dijabani yang menghasilkan 4 model Vitara dan Kizashi.
Produk IKCO selanjutnya adalah Haima yang merangkul pabrikan dari China yakni Haima. Kerjasama dengan China pun kembali dijalin dengan merangkul Dongfeng.
Sebelumnya Mercedes-Benz pernah menjadi kerjasama dengan IKCO dan melakukan perakitan W211 pada 2006-2011.
Saipa
Saipa merupakan pabrikan terbesar kedua di Iran dan brand ini memproduksi produk-produk di bawah lisensi Citroen untuk pasar domestic. Pabrikan ini mulai kiprahnya pada 1965 dan 75% kepemilikannya ada di tangan Iran.
Walaupun sama-sama bersaing merebut kue pasar domestik, namun Saipa juga menjalin kerjasama dengan IKCO, salah satunya membuat pikap Pride yang cukup laris.
Pada perkembangannya Saipa kemudian muncul sebagai pabrikan yang merakit berbagai brand yang digunakan untuk konsumsi dalam negeri ataupun ekspor.
Kerjasama dengan Nissan, Kia, Jeep, Buick, Cadillac dan masih banyak lagi sempat dilakoni oleh Saipa.
Belakangan Saipa juga menggandeng pabrikan China seperti Briliant, Changan dan juga Dongfeng.
Secara umum, Saipa melakukan produksi di bawah brandnya sendiri dan juga sohor sebagai pabrik perakitan untuk mobil-mobil dari brand lain. (SS)
