OTODRIVER – Di Indonesia, kita mengenal Pajero dan Pajero Sport. Keduanya bahkan pernah dipasarkan namun membidik segmentasi yang berbeda.
"Pajero dan Pajero Sport sama-sama membawa DNA dan tradisi yang kuat, namun keduanya hadir dengan karakter dan positioning, serta peruntukan yang berbeda, untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang beragam," terang Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwan Kuncoro, dalam suatu kesempatan.
Namun, klan Pajero ternyata tidak berhenti di dua nama itu. Di masa lalu ada Pajero Pinin dan Pajero Mini, yang sama-sama menyandang nama besar, sang legenda reli Dakar.
Menaiknya, bersamaan dengan peluncuran Pajero generasi V pada awal September 2026. Tersirat gambar Bersamaan dengan itu, muncul sinyal akan hadirnya "Pajero" lain berukuran lebih kompak. Belum ada informasi yang jelas soal dua model yang masih tertutup tirai itu. Mengutip Mitsubishi Motors, COO Mitsubishi Motors, Keisuke Kishiura, mengatakan pihaknya akan memperluas keluarga Pajero dengan SUV berukuran kompak dan kecil.
Lalu, seperti apa potret keluarga besar Pajero ini? Kita bedah satu per satu.
Pajero, Sang Leluhur
Mitsubishi Pajero menjadi leluhur utama keluarga ini. Generasi pertamanya diperkenalkan pada 1982 dan sejak awal dirancang sebagai SUV 4WD yang mampu digunakan di jalan raya maupun medan berat. Namanya semakin terkenal lewat reli Dakar. Pajero meraih 12 kemenangan Dakar, termasuk tujuh kemenangan beruntun pada 2001-2007.
Pajero berkembang hingga generasi keempat yang diperkenalkan pada 2006. Model ini bertahan cukup lama sebelum produksinya dihentikan pada 2021.
Di Indonesia, Pajero generasi I sudah ada, tetapi belum benar-benar dijual resmi. Mobil ini umumnya masuk sebagai kendaraan berbagai lembaga asing atau kedutaan negara sahabat.
Pajero baru benar-benar dijual resmi di Indonesia sejak generasi II, dengan mesin bensin V6 3.0 liter. Versi mesin dieselnya juga bisa ditemui, tetapi kemungkinan besar masuk melalui lembaga asing atau kedutaan negara sahabat.
Generasi III tidak dibawa resmi oleh Tiga Berlian Indonesia, melainkan masuk melalui jalur importir umum, badan internasional, atau dipakai kedutaan asing. Kondisi serupa terjadi pada generasi IV yang kurang lebih masuk dengan cara yang sama.
Soal Pajero generasi V, walau sudah resmi diluncurkan, sampai saat ini MMKSI belum memberikan pernyataan resminya.
Pajero Sport, SUV dengan DNA Triton
Tak bisa dipungkiri, Pajero Sport menjadi nama yang paling populer. Namun, model ini baru masuk resmi ke pasar Indonesia lewat generasi II pada 2009.
Generasi pertamanya muncul pada 1996 dengan nama berbeda di sejumlah pasar, termasuk Challenger di Jepang dan Montero Sport di beberapa negara lain. Model ini tidak masuk resmi ke Indonesia, walau bisa ditemui di jalanan Tanah Air dalam jumlah terbatas.
Saat ini, Pajero Sport generasi III masih menjadi andalan. Setelah debut di Thailand pada 2015, model ini dikenalkan di Indonesia sejak 2016. Sejumlah fitur canggih disematkan, dan hingga kini ia tercatat sebagai salah satu SUV dengan mesin diesel terkuat di kelasnya.
Secara konstruksi, Pajero Sport dibangun dari basis pikap Triton dengan ladder frame. Karakter ini membuatnya lebih dekat dengan SUV berbasis pikap, terutama dalam kemampuan membawa beban dan penggunaan di medan berat.
Pajero Pinin, Hasil Racikan Italia
Lebih kecil dari Pajero Sport, ada Pajero Pinin. Namanya diambil dari Pininfarina, rumah desain asal Italia yang membantu mengembangkan desain SUV kompak ini. Di Jepang, model ini dikenal sebagai Pajero iO.
Pajero Pinin mulai dipasarkan pada 1998 dan menawarkan sistem 4WD dalam bodi yang lebih ringkas. Model ini menjadi semacam Pajero versi urban yang tetap mempertahankan kemampuan menjelajah medan buruk.
Di Indonesia, Pajero Pinin juga bisa ditemui dalam populasi terbatas, biasanya masuk melalui jalur importir umum.
Pajero Mini, Si Kei Car
Yang paling mungil adalah Pajero Mini. Sesuai namanya, SUV ini dibuat dengan dimensi sangat kecil untuk memenuhi kategori kei car di Jepang.
Pajero Mini pertama kali diperkenalkan pada 1994. Meski berukuran mungil dan bermesin 660 cc, Mitsubishi tetap memberinya karakter SUV, termasuk pilihan penggerak empat roda. Model ini bertahan hingga 2012 dan sempat mengalami penyegaran besar pada 1998. Di Indonesia, Pajero Mini juga ada, tetapi dalam jumlah sangat terbatas. (SS)
