OTODRIVER - Kabar mengenai rencana PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mengadakan mobil operasional dalam mendukung Proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencuat.
Sebanyak 105 ribu unit mobil bikinan India di bawah brand Mahindra dan Tata akan menginvansi pasar nasional dalam waktu dekat ini.
Salah satu model yang bakal hadir adalah pikap Mahindra Scorpio mencapai 35ribu unit.
Model ini diposisikan sebagai kendaraan niaga serbaguna yang menyasar sektor produktif seperti pertanian, konstruksi, hingga logistik.
Setidaknya Otodriver pernah mencoba mobil ini yakni saat di negeri asalnya India dan saat di medan simulasi off-road di daerah Bogor beberapa tahun lalu.
Desain
Dari segi penampilan, Mahindra Scorpio punya desain yang kurang wajar untuk kebanyakan mobil di Indonesia.
Tampilan wajahnya relatif modern dengan hadirnya lampu projector namun kemudian dikawinkan dengan bonet yang panjang.
Kemudian desain tersebut dikawinkan dengan dengan pilar A-nya yang nampak tegak tak seperti umumnya pikap modern yang relatif lebih landai.
Sedangkan untuk tampilan interiornya, Scorpio menyuguhkan kabin yang sederhana dengan nuansa hitam dan abu-abu.
Dasbor dengan dominasi desain membulat lebih berfokus pada aspek fungsi. Kabin ini disupport dengan konektivitas Bluetooth, USB, serta AUX.
Pada varian tinggi tersedia fitur tambahan yang meliputi Electronic Stability Program (ESP), Hill Descent Control, TPMS, cruise control, pengatur suhu otomatis, layar sentuh infotainment dengan kamera belakang, hingga velg alloy.
Sedangkan untuk fitur keselamatan, Scorpio punya fitur standar ABS dan EBD, dual airbag, teknologi Anti-Roll, hingga crumple zone.
Performa
Mobil ini dilengkapi dengan mesin turbo diesel 4 silinder 2.200 cc, commonrail dengan kemampuan 140 dk, torsi 320 Nm dan hanya tersedia dengan pilihan transmisi manual 6 percepatan.
Ia dilengkapi dengan sistem Micro Hybrid dengan fitur Stop Start yang diklaim mampu menghemat konsumsi BBM hingga 5 persen. Versi 4x4nya dilengkapi dengan tranfercase 2 percepatan dengan opsi low gear (4Low).
Sedangkan untuk pengoperasian 4x4 dilakukan secara elektris dengan menggunakan knob putar.
Fitur mechanical locking differential dibenamkan di roda belakang yang memungkinkan memberikan distribusi torsi lebih besar dengan daya cengkeram lebih baik guna meminimalkan gejala selip.
Ia pun menggunakan gardan dan kaki-kaki yang dikembangkan sendiri oleh Mahindra yang di negeri asalnya sohor sebagai mobil lokal yang tahan disiksa.
Dari data yang ada ia mampu memboyong beban 1 hingga 1,2 ton dan menarik beban (tow capacity) hingga 2,5 ton.
Kendati Otodriver hanya menjajal dengan waktu yang relatif terbatas, namun dari pengamatan singkat tersebut, Scorpio bukanlah pikap yang lantas dapat disepelekan.
Tidak Dipasarkan Di India
Walaupun dibuat dan dikembangkan di India, namun Scorpio Pick Up tidak dipasarkan di negeri asalnya itu.
Scorpio pick up dan double cabin merupakan produk yang dikhususkan untuk memenuhi pasar ekspor.
Posisinya di India dipercayakan pada Bolero pick up dan double cabin yang diposisikan di bawah Scorpio.
Keberadaan di Indonesia
Keberadaan Mahindra di Indonesia sebenarnya sudah terjadi sejak 2013.
Namun kemudian menrestrukturisasi bisnisnya melalui RMA Group dan resmi hadir kembali pada 17 Oktober 2019.
Kehadirannya hanya difokuskan pada kendaraan komersial saja seperti Scorpio. (SS)
