OTODRIVER – Masuknya pilihan mesin diesel pada lini produk GWM Tank 300 dan disusul Tank 500 ternyata mampu memberikan kontribusi positif pada prestasi jualan kedua SUV ladder frame ini.
Pihak GWM Indonesia mengatakan bahwa saat ini penjualan versi diesel dari Tank 300 dan 500 telah didominasi oleh varian bermesin diesel.
“Penjualan varian mesin diesel baik itu Tank 300 ataupun 500 cukup mengembirakan dan mampu melampai penjualan versi HEVnya secara signifikan,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) GWM Indonesia saat ditemui di bilangan Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut lagi, Bagus mengatakan bahwa total penjualan GWM Tank 300 dan Tank 500 hampir 80 persen didominasi oleh varian bermesin diesel.
“Varian diesel lebih mampu menarik minat pasar karena ada cost yang cukup signifikan antara versi diesel dan HEV. Selain itu pasar Indonesia khususnya lebih familiar dengan diesel untuk segmen SUV yang disasar oleh kedua model itu,” lanjut Bagus.
“Karena faktanya memang ada cost yang cukup signifikan antara teknologi diesel dengan bensin dan hybrid. Itu juga salah satu daya tarik,” kata Bagus.
Selain itu, versi kedua model ini pun punya pilihan penggerak 4x4 dan 4x2. “Untuk saat ini pilihan 4x4 masih mendominasi dari versi 4x2,” imbuhnya.
Pada dasarnya baik GWM Tank 300 dan Tank 500 merupakan dua SUV yang dibiakkan di atas platform ladder frame yang sama termasuk pada kaki-kakinya.
Mesin yang digunakan pun sama yakni GW4D24 berkapasitas 2.400 cc yang diakurkan dengan transmisi 8 percepatan yang dikembangkan sendiri oleh GWM.
Data per bulan April 2026, harga GWM Tank 500 Diesel 4x4 dijajakan di angka Rp 889 juta dan 4x2 di angka Rp 799 juta.
Sedangkan untuk Tank 300 4x2 di harga Rp 589 juta dan Tank 300 4x4 di angka Rp 658 juta. (SS)
