Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

China Siapkan Bahan Baterai Dari Plastik, Siap Gantikan Kobalt dan Lithium

China kembangkan baterai EV polimer gantikan kobalt lithium. Tahan suhu -70°C hingga 80°C, aman saat ditusuk, fleksibel, dan berkelanjutan dengan 250Wh/kg.
Berita
Senin, 2 Maret 2026 16:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Charging port Hyundai Kona EV 2021 (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Baterai EV saat ini umumnya dibuat dari bahan logam langka seperti kobalt dan nikel. Hal ini yang menjadi salah satu pemicu harga jual yang cukup tinggi.   

Kabar baik terdengar dari China, sebuah studi yang diterbitkan 18 Februari 2026 menunjukkan bahwa kebutuhan akan logam langka berpeluang untuk bisa digantikan perannya dengan sesuatu yang jauh lebih ringan dan lebih umum.

Mengutip dari ArenaEV.com, Profesor Xun Yinhua dan Universitas Tianjin dan Profesor Huang Fei dari Universitas Teknologi Tiongkok Selatan dalam studi yang dipimpin mereka berhasil memperkenalkan pengantinya yang berbasis polimer organik. Material mirip plastik bernama PBFDO ini digunakan sebagai sebagai katoda. 

Perlu diketahui bahwa baterai yang menggunakan material kobalt dan nikel yang sensitif terhadap cuaca. Jika terlalu dingin, baterai akan kehilangan daya dan jika terlalu panas maka bahaya kebakaran mengancam.

BACA JUGA

Dengan digantinya katoda dengan menggunakan bahan organik baru ini, maka baterai dapat bekerja pada suhu terendah hingga -70°C dan tertinggi 80°C.

Baterai Polimer (Foto : arenaEV)

Dengan demikian sebuah mobil listrik dapat dengan mudah dioperasikan di daerah Arktik yang membeku ataupun daerah gurun yang panas tanpa kendala.

Baterai dengan materi baru ini memiliki kepadatan energi 250Wh/kg alias setara dengan energi yang digunakan pada kebanyakan mobil listrik saat ini. 

Selain itu, baterai dengan bahan polimer ini dapat dibuktikan cukup aman dan lebih aman dari baterai lithium tradisional yang punya potensi kebakar saat tertusuk jika terjadi kecelakaan. 

Tim ilmuwan menguji baterai baru mereka dengan beberapa tes serius, termasuk menusuknya dengan jarum. Baterai tersebut tidak berasap, tidak terbakar, dan tidak berubah bentuk. 

Lantaran material PBFDO adalah polimer, material ini juga sangat fleksibel. Para peneliti menemukan bahwa mereka dapat membengkokkan, meregangkan, dan meremas baterai tanpa merusaknya. 

Dengan materi yang lebih stabil dan aman ini, maka ke depannya penempatan baterai EV ini juga akan lebih fleksibel. 

Salah satu hal terbaik dari penemuan ini adalah asal materialnya. Kobalt dan nikel sulit diekstraksi dari tanah, tetapi polimer organik terbuat dari molekul umum yang mudah ditemukan. Hal ini membuat baterai jauh lebih berkelanjutan.

Pada saat ini teknologi baru ini masih dalam tahap prototipe, tetapi sangat sesuai dengan arah perkembangan EV. 

Baterai dari bahan polimer bukan satu-satunya teknologi baterai yang dikembangkan. Saat ini kita dengan beberapa pabrikan mengembangkan baterai solid-state dan sebagian lainnya mempertimbangkan bahan natrium.(SS)


Tags Terkait :
Baterai Polimer Baterai EV
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
China Siapkan Bahan Baterai Dari Plastik, Siap Gantikan Kobalt dan Lithium

China kembangkan baterai EV polimer gantikan kobalt lithium. Tahan suhu -70°C hingga 80°C, aman saat ditusuk, fleksibel, dan berkelanjutan dengan 250Wh/kg.

1 hari yang lalu


Berita
Peugeot 308 SW, Bukan Station Wagon Biasa

Ini salah satu produk pilihan bukan bagi yang konsumen ‘mendang-mending’

1 hari yang lalu


Bus
Siapakah KG Mobility Si Pemakai Bodi Jetbus 5 Versi Listrik?

Elektrifikasi bus kota semakin tak terbendung

2 tahun yang lalu

Mobil Listrik
Kia Siap Pasarkan Niro Hybrid Dengan Banderol Rp 400-500 Jutaan di Amerika

SUV compact Kia Niro kini mendapatkan tambahan varian hybrid. Bagaimana spesifikasinya?

4 tahun yang lalu


Mobil Listrik
Recall Hyundai Kona Electric? Ini Kondisi Model Untuk Indonesia.

Kona di Indonesia tidak masuk batch mobil bermasalah

5 tahun yang lalu


Berita
Akhirnya Malaysia Dahului Indonesia Dalam Menjual Mobil Listrik

Sambutlah Proton Iriz EV bertenaga listrik. Jangkauannya diklaim lebih luas daripada Nissan Leaf.

10 tahun yang lalu


Truk
Detail dan Wujud Asli Truk Isuzu Giga Fuel Cell

Bisa melaju 800 kilometer tanpa isi BBM

2 tahun yang lalu


Berita
Toyota Kembangkan Hilux Bertenaga Hidrogen

Hilux hidrogen ini dilengkapi dengan tiga tangki penyimpanan dari komposit plastik serat karbon yang dapat menampung hingga 141 liter hidrogen.

2 tahun yang lalu


Terkini

First Drive
Mitsubishi Xpander HEV Tidak Akan Meluncur Di Indonesia Tahun Ini

Kapan rilis Mitsubishi Xpander HEV di Indonesia? Tak tahun ini. Hybrid 2026 fokus XForce HEV dan Destinator MHEV, Xpander HEV mungkin 2028 dengan gen 2.

5 jam yang lalu


Berita
Toyota Siapkan Rival Ford Raptor. Dilabeli Sebagai TRD Hammer

Toyota siapkan TRD Hammer sebagai rival Ford Raptor berbasis Tundra. Mesin V6 twin-turbo hybrid 3.4L capai 437 hp, respons terhadap Ram TRX.

6 jam yang lalu


Berita
Mudik In Style 2026 : Perfoma Audi Q8, Mampu Melupakan Kekurangannya

Harga Audi Q8 RS 55 TFSI di Indonesia Rp 2,83 miliar. Performa V6 340 hp dan quattro unggul di Mudik in Style 2026, meski BBM boros 5,6 km/liter.

7 jam yang lalu


Berita
Mudik in Style 2026 : Empat Alasan Xpeng G6 Pro Dipakai Sebagai Mobil Libur Lebaran

Alasan Xpeng G6 Pro dipilih Mudik in Style 2026: suspensi nyaman, efisiensi SUV listrik, arsitektur 800V fast charging, dan desain dewasa.

8 jam yang lalu


Berita
Bocoran EV Lamborghini Sebelum Dirilis Ke Pasaran

Lamborghini masih terus mengembangkan model bertenaga listrik murni yang dijadwalkan meluncur setelah 2030.

10 jam yang lalu