Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Pabrikan Jerman Keteteran Hadapi EV Buatan Pabrikan Tiongkok

Tidak bisa mengejar produktivitas pengembangan dan produksi EV asal Cina.
Berita
Selasa, 15 Juli 2025 10:10 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Industri otomotif Jerman perlu lebih cepat lagi dalam mengikuti tren mobil istrik dunia. (Foto : Otodriver/Aditya Widiutomo )


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Setidaknya ada sebelas korporasi otomotif Jerman telah menandatangi kesepakatan awal untuk pengembangan eksositem peranti lunak mobil listrik. Kolaborasi itu didukung oleh VDA (Verband der Automobilindustrie), asosiasi industri otomotif Jerman. 

Secara tersirat, kesepakatan itu untuk merespon masifnya pemasaran mobil non fosil asal Tiongkok yang praktis sudah masuk di sejumlah negara utama di wilayah Eropa, salah satunya di Inggris. 

Kesepakatan awal itu ditandatangani oleh perwakilan dari BMW, Mercedes-Benz, VW, Continental, sampai Hella. Anggota VDA yang dibentuk tahun 1901 itu tak kurang dari 600 perusahaan di seluruh Jerman. 

Dalam kesepakatan tersebut, salah satunya, akan dikembangkan komponen atau peranti yang bisa dipakai bersama diantara partisipan kesepakatan itu. Hal ini untuk menghindari terjadinya duplikasi komponen antar pabrikan dalam pengembangan mobl listrik. 

BACA JUGA

Seperti dikutip dari laman EV.com, Senior Vice President of Electronics and Software BMW, Dr. Christoph Grote, menyebutkan bahwa pihak BMW Group meyakini kalau integrasi ekosistem yang akan membuka opsi open-source platform dan juga peralatan produksi merupakan salah satu kunci keberhasilan dari kolaborasi massal itu. 

Hal-hal yang telah membuat pabrikan Eropa itu was-was atas keberadaan kendaraan listrik asal Negara Tirai Bambu adalah kecepatan pembaruan model maupun varian dan adopsi fitur maupun teknologi terbaru yang jamak ditemukan pada mobil-mobil listrik asal negara berpenduduk 1,4 miliar itu. 

Pihak VDA mengakui bahwa kecepatan pengembangan produk dari industri otomotif asal Cina memang sulit ditandingi jika hanya mengandalkan filosofi industri gaya Jerman saat ini. (EW)

Selama ini pabrikan Jerman berkreasi sendiri-sendiri dalam pengembangan mobil non fosil. (Foto : Otodriver/Ahmad Biondi)

Tags Terkait :
Ev Bmw
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
China Resmi Larang Penggunaan Handle Pintu Elektrik, Diperkirakan Akan Mempengaruhi Desain Mobil Dunia

China larang handle pintu elektrik mobil listrik 2027. Aturan baru wajibkan gagang mekanis eksterior dan interior demi keselamatan pasca-kecelakaan, potensi ubah desain global.

1 hari yang lalu

Berita
Raja Eropa Kembali, Volkswagen Lewati Penjualan Tesla Untuk EV

Setelah tersandung kasus diesegate, kini VW kembali berhasil meningkatkan penjualan dan berhasil melewati Tesla dalam hal menjual EV.

1 hari yang lalu


Berita
BMW Indonesia Resmikan Dealer Termewah Di Jakarta

Mengusung konsep inovatif BMW Retail.Next. dealer baru BMW di Mampang punya fasilitas yang sangat mewah.

1 hari yang lalu

Berita
Banyak BMW Stok Lama Belum Terjual, Diskonnya Sampai Rp 1 Miliar

Kami sempat menyusun artikel tentang EV asal Eropa baru yang dijual dengan potongan harga yang cukup besar. Salah satunya BMW ini.

2 hari yang lalu

Berita
Mengenal Lebih Dekat Dengan Range Extender Electric Vehicle (REEV)

REEV disebut sebagai jembatan untuk merasakan kelembutan dan kesenyapan EV tanpa ada range Anxiety.

1 hari yang lalu


Berita
BMW i5, iX1, Hingga Volvo EX30 Diskon Besar-Besaran Nyaris Stengah Harga

Mobil listrik memang bisa dikatakan sedang banjir di pasaran Indonesia. Itu juga yang membuat beberapa pabrikan menjual dengan harga diskon.

1 hari yang lalu


Berita
Produk Elektrifikasi Mendominasi Singapore Motorshow 2026

Singapore Motorshow 2026 sebagai bagian dari fondasi menuju bebas karbon 2040.

1 hari yang lalu


Berita
Punya Potensi Masuk Indonesia, Kenal Lebih Dekat Sub-Brand BAIC, Arcfox dan Stelato

Kenali lebih dekat sub-brand BAIC Arcfox dan Stelato yang berpotensi masuk Indonesia. Arcfox fokus pada mobil listrik, sedangkan Stelato menyasar segmen premium.

1 hari yang lalu


Terkini

Van
Opel Zafira Yang Legendaris Itu Kini Jadi Melar

Bisa dijadikan kendaraan penumpang maupun angkut barang

6 jam yang lalu


Berita
Volga, Merek Rusia Yang Lahir Kembali Dengan Support Changan

Volga terlahir kembali dengan support dari Changan

7 jam yang lalu


Berita
VinFast Limo Green Laku 400 Unit Jadi Mobil Rental Di Jabodetabek Dan Bali

Bisa jadi pesaing terdekat BYD M6 yang juga laris jadi kendaraan fleet

11 jam yang lalu


Berita
Persiapan Mudik Ala Michelin, Pentingnya Cek Tekanan Angin Ba

Menjelang Ramadan dan Lebaran, tradisi mudik kembali jadi perhatian utama.

11 jam yang lalu


Truk
KTB Donasikan Mitsubishi Fuso Fighter Ke SMK Negeri 3 Mataram

Sinergikan industri dengan pembinaan talenta untuk penyebaran pengetahuan dunia otomotif

14 jam yang lalu