Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Masyarakat Lebih Pilih BBM Swasta Dengan Harga Lebih Mahal, Atau Pertamina? Ini Hasil Polling Kami

90% orang memilih beralih ke bensin swasta dengan harga yang lebih mahal ketimbang menggunakan pertamina.
Berita
Senin, 10 Maret 2025 19:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
(Foto: Otodriver)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Kasus yang mengelayuti Pertamina terkait dengan Pertamax-Pertalite begitu menghebohkan, karena disinyalir merugikan negara hingga Rp 197 triliun per tahun. 

Secara garis besar, masyarakat dirugikan karena harus membayar BBM dengan kualitas Pertalite dengan harga Pertamax. 

Mengutip Tempo.com,  Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda, mengatakan bahwa berdasarkan hasil penghitungannya, Huda memperkirakan kerugian yang dialami masyarakat mencapai Rp 47 miliar per hari atau Rp 17,4 triliun setahun selama praktek pengoplosan. 

“Kerugian ini ditimbulkan akibat masyarakat membayar lebih mahal barang dengan kualitas RON 90,” kata Huda.

BACA JUGA
Polling di IG Otodriver.  (Foto: Suryo Sudjatmiko)

Apa yang terjadi di Pertamina ini tentunya erat hubungannya dengan tingkat kepercayaan publik pada produk yang dijual perusahaan plat merah ini.

Untuk itu kami pun mengadakan polling di Instagram kami @otodriver_, adapun pengambilan polling dilakukan dari tanggal 28 Februari 2025 hingga 1 Maret 2025. Di mana pembahasannya mengenai pilihan menggunakan BBM non subsidi Pertamina atau beralih ke BBM swasta yang lebih mahal.

Dari 1.181 reponden, hasilnya 1.062 orang (90 %) menyatakan untuk beralih ke BBM swasta. Sedangkan 119 (10%) sisanya tetap memilih menggunakan produk non-subsidi Pertamina.

Hasil ini bukan hal yang menggembirakan, karena hilangnya kepercayaan publik pada Pertamina. Masyarakat lebih memilih BBM swasta kendati harganya harus ditebus lebih mahal dari hasil polling di atas.. (SS)


Tags Terkait :
Pertamina Kasus Pertamina Pertamax Oplosan
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
ESDM: Harga BBM Nonsubsidi Bisa Turun

Pergerakan harganya secara langsung mengikuti tren harga minyak dunia.

2 bulan yang lalu


Berita
Menyusul Pertamina, Harga di SPBU BP Juga Ada Kenaikan

Pasokan BBM di SPBU swasta masih tersendat.

2 bulan yang lalu


Berita
Harga BBM Pertamina Di Jakarta Pekan Ini Masih Belum Berubah

Harga BBM Pertamina Jakarta belum berubah pekan ini. Pertalite Rp10.000, Solar Rp6.800, dan Pertamax Rp12.300 tetap stabil di seluruh SPBU.

3 bulan yang lalu


Berita
Harga BBM Pertamina Non-Subsidi Kembali Naik Hari Ini, Solar Kian Meroket

Harga BBM Pertamina non-subsidi naik 4 Mei 2026: Pertamax Turbo Rp19.900 (+Rp500), Dex Rp27.900 (+Rp4.000), Dexlite Rp26.000 (+Rp2.400). Subsidi tetap.

4 bulan yang lalu


Terkini

Van
Chery Membuat Van Tenaga Listrik Yang Dinamakan Delivan

Dalam pemasarannya akan masuk kawasan Eropa terlebih dahulu.

5 jam yang lalu


VIDEO: Crash Test Leapmotor B05 (Euro NCAP)

Leapmotor B05 kembali membuktikan keselamatannya.

Berita | 5 jam yang lalu


Berita
Beberapa Unit Tesla Model Y Alami Ambles Suspensi Belakang

Tesla Model Y L, SUV enam penumpang yang diproduksi di Gigafactory Shanghai, China, tengah menjadi sorotan.

6 jam yang lalu


Berita
Zeekr 7X Bakal Gendong Baterai 85 kWh dan Tenaga Hampir 500 Hp

Zeekr 7X bakal mendapat pembaruan signifikan. Begini spesifikasinya.

7 jam yang lalu


Berita
Hasil Riset Audi, Konsumen Kaya Tetap Mau Mobil Yang Berisik

Pihak Audi akan membuat kompromi produk dengan mesin fosil dan sistem plug-in hybrid.

8 jam yang lalu