Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Amankah Mesin Mobil Modern Gunakan BBM Bercampur Etanol? Ini Kata Pakar

Bioetanol dinilai jadi solusi transisi energi hijau tanpa perlu ubah mesin. Namun, apakah aman buat mesin kendaraan seperti mobil?
Berita
Rabu, 8 Oktober 2025 12:10 WIB
Penulis : Gemilang Isromi Nuar
Ilustrasi BBM campur Etanol (Foto :Istimewa)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Isu penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bercampur etanol atau bioetanol tengah ramai dibicarakan publik. Sejumlah SPBU Swasta di Indonesia sendiri menolak membeli BBM dari Pertamina kareana ada kadar etanol. Dari sini  muncul pertanyaan di masyarakat, apakah aman jika mobil dan motor menggunakan BBM bercampur etanol?

Menurut pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, campuran etanol rendah seperti E3,5 (3,5% etanol) tergolong aman untuk digunakan di sebagian besar kendaraan bermotor di Indonesia. 

“Kandungan ini masih tergolong rendah, setara E3,5, dan berada di bawah batas aman internasional seperti E10 (10%) yang digunakan luas di banyak negara. Bahkan etanol dapat meningkatkan daya serta torsi mesin, selain menekan emisi karbon monoksida, hidrokarbon, hingga partikel kecil lainnya,” ujar Yannes saat dihubungi Otodriver.

Etanol Sudah Jadi Standar Global

Yannes menjelaskan, penggunaan etanol sebagai campuran bahan bakar bukan hal baru di dunia otomotif. Bahkan, sejumlah negara sudah menerapkan mandatori biofuel sejak lama. 

BACA JUGA

“US EPA & Renewable Fuel Standard sejak 2005 mewajibkan pencampuran biofuel E10 (10% etanol) di pasar Amerika Serikat. Uni Eropa melalui RED II (Renewable Energy Directive) sejak 2009 sudah menetapkan E10 sebagai default fuel. Australia secara regional di New South Wales dan Queensland juga sudah memulai mandatori E10 sejak 2017, China secara mandatory sejak 2020 pakai E10, India sejak 2003 pakai E5, Kanada sejak 2010 pakai E5, bahkan Brasil sudah E20 sejak 1993,” jelas Yannes.

Aman untuk Mobil dan Motor Modern

Menurut Yannes, mayoritas mobil dan motor keluaran terbaru yang menggunakan sistem injeksi elektronik (EFI) mampu menyesuaikan diri dengan bahan bakar bercampur etanol kadar rendah seperti E3,5 atau bahkan hingga E10. 

“Selama kadar etanol tidak berlebihan dan proses pencampurannya dilakukan sesuai standar, tidak akan menimbulkan masalah pada sistem bahan bakar maupun performa mesin,” papar Yannes.  “Etanol bahkan mampu meningkatkan efisiensi pembakaran dan membantu menekan emisi berbahaya dari gas buang,” tambah Yannes.

SPBU Swasta Minta Base Fuel Tanpa Etanol

Yannes juga mengungkap alasan di balik adanya perbedaan kebijakan antara SPBU Pertamina dan operator swasta terkait pasokan BBM bercampur etanol. “Para SPBU swasta memang mintanya base fuel murni tanpa etanol  sesuai SOP perusahaan, karena mereka mau melakukan proses blending-nya sendiri dengan komposisi yang sudah menjadi paten mereka masing-masing,” ujarnya.

Artinya, pihak swasta ingin menjaga kontrol penuh terhadap proses pencampuran (blending) dan kualitas akhir bahan bakar yang dijual, sesuai formula internal mereka.

Kesimpulan: Aman Asal Sesuai Kadar dan Standar

Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan BBM bercampur etanol seperti E3,5 aman untuk mesin mobil dan motor modern, asalkan kadar dan proses pencampurannya sesuai standar. Selain tidak merusak mesin, etanol justru memberikan manfaat tambahan berupa pembakaran yang lebih bersih dan efisien. 


Tags Terkait :
Bbm Etanol Pertamina
G

Gemilang Isromi Nuar

Penulis

Jurnalis lulusan IISIP Jakarta sejak 2013. Berpengalaman di tabloid, harian, dan media online hingga kini di Otorider. T...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Katanya Pertalite Dicampur Etanol? Pertamina Pastikan Itu 'Hoax'

Tidak bisa begitu saja tercampur dengan materi air. Berikut penjelasannya.

7 bulan yang lalu


Berita
Amankah Mesin Mobil Modern Gunakan BBM Bercampur Etanol? Ini Kata Pakar

Bioetanol dinilai jadi solusi transisi energi hijau tanpa perlu ubah mesin. Namun, apakah aman buat mesin kendaraan seperti mobil?

7 bulan yang lalu


Berita
BBM Subsidi Pertalite Bisa Saja Dihapus dari Peredaran

Pertamina pernah punya wacana akan menaikan BBM RON 90 ke RON 92 pada tahun 2024

2 tahun yang lalu


Berita
Pertalite Tidak Dihapus, Hanya Dibatasi Konsumenya

Efisiensi dilakukan agar penggunaan BBM RON 90 tersebut tepat sasaran.

2 tahun yang lalu


Terkini

Tips
Lampu Sein Jadi Bahasa Manuver Aman Di Jalan

Cara menggunakan lampu sein yang benar untuk manuver aman di jalan dijelaskan Training Director SDCI. Pahami jarak dan timing yang tepat saat berbelok, menyalip, atau keluar dari parkir.

7 jam yang lalu


Berita
Chery Resmikan Dealer Besar dan Terlengkap di Bandung

Chery resmikan dealer 3S Pasteur Bandung bersama Andalan Motors untuk memperkuat jaringan di Jawa Barat dengan fasilitas lengkap bagi kendaraan ICE, hybrid, dan EV.

8 jam yang lalu


Berita
Daihatsu Ayla Tetap Jadi Andalan di Segmen Mobil Murah Indonesia

Harga Daihatsu Ayla 2025 berkisar Rp140 juta hingga mendekati Rp200 juta. Model ini tetap menjadi andalan Daihatsu di segmen LCGC berkat efisiensi bahan bakar dan platform DNGA.

9 jam yang lalu


Berita
BYD Minta Warganet Kasih Masukan Nama Untuk Sedan Mewah Terbaru Mereka

BYD minta nama sedan mewah terbaru kepada warganet melalui pemungutan suara di Weibo, dengan Great Han sebagai kandidat teratas untuk model BEV flagship.

10 jam yang lalu


Berita
Auto2000 Gaspol di Kejurnas Mandalika Festival of Speed 2026, Bidik Pertahankan Gelar Juara

Auto2000 pertahankan gelar Kejurnas Mandalika 2026 melalui GR Garage Racing Team di Kejurnas ITCR 1200 dan Agya OMR. Tim menargetkan hasil lebih baik setelah meraih 21 podium pada musim 2025.

12 jam yang lalu