Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Pabrikan Mobil Listrik Di Cina Kelebihan Produksi?

Namun tren dominasinya masih terus berlanjut sampai 2030
Berita
Jumat, 10 Mei 2024 15:35 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Dari laman chinadaily.com, mobil listrik yang terjual di seluruh dunia tahun 2023 sebanyak 13,6 juta unit. Tahun ini pertumbuhannya diperkirakan sekitar 25-30 persen. Besaran tersebut merupakan 15,8 persen dari penjualan mobil baru secara global.

Sementara itu, mobil listrik merek Tiongkok produksinya 9,58 juta unit, penjualannya ada di angka 9,49 juta unit. Namun di laman media terkemuka Cina, Xinhua (10/4), besaran produksi mobil asal Cina disebutkan overcapacity.

Penjualan mobil listrik merek Cina yang mendominasi 60 persen penjualan mobil listrik global, beradarkan data produksi dan penjualan di atas, ternyata dianggap ‘kurang menggembirakan’. Karena ‘margin’ di antara kedua pencapaian itu jumlahnya kurang dari 100 ribu unit. Dari situlah ditengarai ada kelebihan pasokan.

Penjualan mobil listrik di seantero Cina sendiri tahun 2023 mencapai 8,29 juta unit. Besaran eskpornya 12 persen dari total penjualan.

BACA JUGA

Adanya potensi ketimpangan itu ditepis oleh Kong Dongmin, pakar ekonomi Universitas Huazhong. “Angka produksi dan penjualan itu sebenarnya tidak terlalu timpang, masih mengindikasikan adanya permintaan dan potensi pasar mobil listrik di Cina,” ungkapnya.

Sejurus kemudian diterangkan bahwa kunci dari tingginya minat atas mobil merek Cina karena dua hal utama. Pertama soal harga yang kompetitif, kemudian perihal desain yang secara keseluruhan yang menarik.

Hal itu masih didukung potensi biaya produksi di Cina yang terbilang rendah. Belum lagi, umumnya pabrikan mobil listrik Cina terbukti telah lama melakukan riset mendalam soal teknologi maupun desain mobil listrik itu sendiri.

Kekuatan dalam hal teknologi yang dilengkapi keunggulan harga yang kompetitif itu juga diyakini banyak pihak di internal pabrikan mobil listrik asal Tiongkok menjadi kunci dominasi produk mereka. Bukan karena soal ‘dumping’ sebagaimana yang banyak dituduhkan pihak di negara-negara Barat. (EW)

BYD Denza akan rilis perdana di GIIAS 2024?

Tags Terkait :
Mobillistrik Ev Cina 2024
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Mercedes-Benz Baby G-Wagon Bakal Seukuran Suzuki Jimny?

Baby G-Class Mercedes-Benz dirumorkan seukuran Suzuki Jimny dengan desain kotak ikonik dan off-road mumpuni. Rendering Motor1 bocorkan debut potensial 2027.

1 hari yang lalu

VIDEO: Crash Test Ford Ranger PHEV (ANCAP)

Ford Ranger PHEV telah menjalani uji tabrakan oleh Australian NCAP alias ANCAP.

Crash Test | 1 hari yang lalu


Berita
PHEV Lebih Boros Bensin Karena Kebiasaan Ini

PHEV diklaim lebih boros salah satunya karena hal ini

1 hari yang lalu


Berita
Terungkap! Alasan Tekanan Angin EV Lebih Tinggi Dibanding ICE

Mobil listrik kian menjamur.

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Toyota Siap Luncurkan Aplikasi Baru Di iPhone Sebagai Pengganti Kunci

Toyota perkenalkan Apple Digital Car Key pada RAV4 2026 di AS. Kunci digital tersimpan di Apple Wallet, pakai UWB untuk akses mudah tanpa kunci fisik.

10 jam yang lalu


Berita
Next Gen Mazda Miata, Bakal Dibekali Teknologi Hybrid

Next Gen Miata

11 jam yang lalu


Tips
Center Cap Dan Wheel Dop Itu Komponen Proteksi

Termasuk komponen kendaraan yang perlu dicek kondisinya secara rutin

12 jam yang lalu


Berita
Denza D8 Dapat Bintang Lima Tes Keselamatan ANCAP

SUV berukuran besar Denza D8 mendapatkan nilai lima bintang dalam tes keselamatan.

16 jam yang lalu


Berita
Kolaborasi Ini Beri Kesempatan Mudik Yang Aman dan Berpenampilan Kinclong

Program ini hanya terbatas pada 18 pemenang saja

19 jam yang lalu