Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Erick Thohir: Minta PLN Diskon Tarif Listrik Untuk Charging Kendaraan Listrik Di Rumah

Pertamina juga terus didorong perbanyak fasilitas charging
Berita
Kamis, 22 Februari 2024 09:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan penggunaan kendaraan listrik dapat mengurangi tingkat polusi di Jakarta. "Ingin udara Jakarta bersih bebas polusi mari kita pakai kendaraan motor listrik ataupun mobil listrik," ujar Erick melalui keterangan resminya (18/2).

Erick menyebutkan sudah tiga tahun pemerintah mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik maupun industri turunannya seperti baterai. Hal ini bertujuan agar semakin banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik. "Pertamina kita dorong selain memberi layanan pengisian bahan bakar, juga layanan untuk charging battery maupun ganti battery," katanya lagi.

Lebih lanjut, Kementerian BUMN mendorong PLN untuk memberikan potongan harga listrik di jam malam, lantaran 80 persen aktivitas pengisian kendaraan listrik di rumah.

"Kita juga mendorong industri battery maupun re-cycling battery karena nikel sebagai bahan baku suatu saat akan habis. Juga akan ada subsidi untuk kendaraan listrik," ucap Erick lebih lanjut, seperti dikutip dari Antara.

BACA JUGA

Sementara itu, pada pekan lalu (15/2), Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengatakan Pemerintah mendukung penuh pengembangan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) di Tanah Air dan optimis mampu bersaing di pasar global.

Diskon PPN kendaraan listrik

Bentuk dukungan Pemerintah salah satunya melalui pengurangan rasio Pajak Pertambahan Nilai (PPN) guna menstimulasi daya beli masyarakat. Selanjutnya Pemerintah terus berupaya mengembangkan industri kendaraan EV, baterai hingga ekosistem pendukung secara terintegrasi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, juga menyebut, pihaknya berkomitmen penuh untuk mendukung Pemerintah dalam mengakselerasi penggunaan EV di tanah air. Menurutnya, ekosistem kendaraan listrik merupakan wujud gaya hidup di masa depan yang serba digital.

"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, PLN akan all out untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik di tanah air. Kami menjadikan ekosistem kendaraan listrik sebagai digital future lifestyle," jelasnya.

Guna terus mendorong ekosistem kendaraan listrik dan memberikan kemudahan bagi penggunanya, PLN tidak sekadar menyediakan infrastruktur secara fisik, melainkan juga secara digital.

Insentif tambahan lagi untuk tambah kapasitas pabrik kendaraan listrik

Sementara itu, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, juga mengatakan pemerintah telah menyiapkan insentif bagi para investor supaya mau membangun pabrik mobil listrik di Indonesia.

Ia menyebutkan bahwa saat ini Indonesia baru memiliki empat pabrik mobil listrik yakni milik Wuling, DFSK, Hyundai dan Chery, namun menurutnya kapasitas produksi dari keempat pabrik tersebut masih rendah.

"Indonesia sudah punya empat (pabrik mobil listrik, Red), Wuling, DFSK, Hyundai, sama Chery. Saya kira itu masih cukup rendah kapasitas produksinya dalam setahun di bawah 100 ribu," kata Agus Gumiwang di sela pembukaan IIMS 2024 pekan lalu (15/2).

Menperin mengatakan lagi kalau pembangunan pabrik mobil listrik di dalam negeri dibutuhkan guna mencapai target serapan pasar kendaraan, serta agar Indonesia bisa bersaing di pasar internasional.

"Kita sudah siapkan insentif, semua bisa kita siapkan untuk kompetitif dengan Thailand," janjinya.

Selain memberikan insentif bagi pelaku industri mobil listrik, pihaknya juga melanjutkan program insentif pajak untuk kendaraan tersebut, namun dengan tetap memperhatikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Tetap kita jalankan, tetap ada. Base-nya tetap TKDN ga bisa kita lepas. Cuma perbedaannya, nanti yang kita nilai fokusnya ada di heavy battery, berapa besar dia punya lokal konten," urainya lebih lanjut.

Adapun Kemenperin telah menetapkan target penjualan mobil listrik sebesar 400 ribu unit pada tahun 2025, serta mencapai 600 ribu unit di tahun 2030.

Sementara itu melalui Peraturan Menteri Investasi / Kepala BKPM Nomor 6 Tahun 2023, pemerintah memberikan pembebasan tarif Bea Masuk dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang akan ditanggung untuk impor mobil listrik dalam jumlah tertentu.

Peraturan tersebut berlaku hanya untuk produsen mobil listrik yang berkomitmen membangun industrinya di Indonesia. (EW)


Tags Terkait :
Mobillistrik Pln Pabrik Indonesia Iims 2024 Erickthohir Bumn Pertamina Kemenperin
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Erick Thohir: Minta PLN Diskon Tarif Listrik Untuk Charging Kendaraan Listrik Di Rumah

Pertamina juga terus didorong perbanyak fasilitas charging

2 tahun yang lalu


Berita
Pabrik BYD Di Indonesia Mulai Dibangun Bulan Juli 2024

Sudah ada ‘dukungan’ dari PLN untuk pemasaran produknya

2 tahun yang lalu


Mobil Listrik
Indonesia Masuk Fase Transisi Ke Mobil Listrik I

Kenaikan harga BBM akibat konflik Timur Tengah percepat transisi ke mobil listrik Indonesia. Penjualan EV naik 141% pada 2025, data Gaikindo.

3 bulan yang lalu


Berita
Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Hampir Rampung, Produksi Perdana Ditargetkan Awal 2026

DESK

8 bulan yang lalu

Berita
BKPM Hibah Bus Listrik Ke UGM

Bagian dari memasyarakatkan kendaraan ramah lingkungan di kampus

2 tahun yang lalu


Mobil Listrik
Jokowi Optimis Indonesia Punya Ekosistem Sendiri Untuk Kendaraan Listrik

Dengan banyaknya produsen luar yang berlomba-lomba berjualan kendaraan listrik di Indonesia, Jokowi menganggap tanah air bakal punya ekosistem sendiri yang kuat.

2 tahun yang lalu


Berita
PLN dan Pertamina Sedang Bangun SPBU Hidrogen, Kapan Ada Kendaraanya di Indonesia?

PT Pertamina (Persero) dan PLN juga sedang membangun SPBU hidrogen atau yang punya nama resmi hydrogen refueling Station (HRS).

2 tahun yang lalu


Berita
Mobil Bahan Bakar Bakar Hidrogen Lebih Murah, Tapi Ada Kendala

Untuk biaya penggunaan bahan bakar hidrogen lebih murah dibandingkan biaya untuk penggunaan BBM dan listrik

2 tahun yang lalu


Terkini

Mobil Listrik
Kenalan Sama M8, MPV Listrik Yang Dipilih Jadi Produk Pembuka BAW di Indonesia

BAW M8 EV peluncuran Indonesia direncanakan sebagai produk pembuka Beijing Automobile Works di GIIAS 2026 dengan jarak tempuh 505 km.

1 jam yang lalu


Berita
CATL - BYD Saling Susul, Perlombaan Baterai Solid-State di China Makin Panas

Perlombaan baterai solid-state CATL BYD 2027 makin panas, CATL targetkan produksi pilot 2027 menyusul langkah agresif BYD di China.

2 jam yang lalu


Komparasi
Sama-Sama Toyota, Ini Beda Karakter Land Cruiser FJ vs Fortuner GR Sport 4x4

Land Cruiser FJ vs Fortuner GR Sport 4x4 menampilkan dua karakter berbeda dari Toyota pada SUV 4x4 berbasis platform IMV, mulai dari pilihan mesin hingga geometri off-road.

4 jam yang lalu


Berita
Wuling Berkolaborasi Dengan API Menampilkan Mitra EV Ambulans

Dalam gelaran Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Wuling bekerja sama dengan API hadirkan ambulans.

4 jam yang lalu


Berita
Komparasi EV 300 Jutaan, Changan Nevo QO5 vs Jaecoo J5 vs MG S5 Magnify

Changan Nevo QO5, MG S5, dan Jaecoo J5 kini menjadi tiga pilihan menarik di kelas SUV listrik dengan harga yang relatif berdekatan.

8 jam yang lalu