Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Beberapa Kebiasaan Driver Penyebab Kendaraan Besar ‘Rem Blong’ Di Turunan (1)

Perlunya cek berkala dan pembekalan pengetahuan soal teknis kendaraan
Berita
Senin, 22 April 2024 16:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Pekan lalu ada kejadian sebuah truk yang meluncur tanpa sopir di turunan ruas tol Semarang Batang. Tepatnya di Km 413 B, truk berhenti di titik  Km 413+800 B saat pagi hari.

Berdasarkan keterangan Humas PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), Dedi Mawardi, membenarkan adanya peristiwa yang terjadi pada Kamis (18/4), kemarin. Dikutip dari laman TribuNews, kejadian itu di jalur usai GT Kalikangkung.

Kejadian tersebut berawal dari truk Isuzu tersebut yang melaju dari arah timur (Semarang-Solo) menuju arah barat alias ke Cirebon-Jakarta. Namun ssat melintasi GT Kalikangkung sang driver tak sengaja menyerempet gardu transkasi.

Kejadian truk meluncur tanpa pengemudi dikarenakan pengemudi yang menepikan kendaraan yang sedang mengangkut alat berat pertanian itu lupa mengaktifkan rem tangan. Hingga kemudian ia tunggang langgang mengejar truk yang dikemudikannya.

BACA JUGA

Terlepas tidak adanya korban jiwa dan kerusakaan besar, kejadian itu bak mengingatkan lagi bahwa aktivasi sistem pengereman untuk kendaraan bertonase besar seperti truk maupun bus sangat vital.

Terbilang sering mendengar kejadian ‘rem blong’ dari bus ataupun truk di jalur menurun. Baik dari posisi statis, yang sering terjadi, kendaraan besar itu gagal berhenti sebagaimana mestinya sehhingga mengakibatkan kecelakaan.

Jika memang kejadian bermula dari posisi yang statis dan rem tangan sudah diaktifkan ada dugaan kalau sistem pengereman yang memang kondisinya tidak laik. Dhany Ekasaputra, Manager Promosi PT Autochem Industry, secara spesifik menyebutkan adanya seal di modul rem,”Bisa di kaliper atau master rem.”

Pria yang menggawangi produk minyak rem Prestone ini bahwa kalau dari kondisi diam maka ‘tuduhan’ soal minyak rem yang sudah kadaluarsa bisa ditepis. “Minyak rem hanya berfungsi dari sisi fluida, selama tidak ada kebocoran maka tidak bisa jadi penyebabnya, karena kalaupun isinya ‘air’ sekalipun sistem pengereman masih bisa berfungsi,” ungkapnya.

Soal kampas dan cakram rem yang ‘habis’ juga disebutkan pria yang juga menggawangi proses riset produk Autochem itu menyebutkan bahwa tidak bisa juga dijadikan subyek penyebab ‘rem blong’. “Selama masih ada (ketebalan, Red) kampas remnya maka sistem hidroliknya bisa menyesuaikan. Kecuali memang sudah kondisi ‘besi ketemu besi’,” wantinya.

Kebiasaan salah penyebab ‘rem blong’

Berdasakan catatan Bus-Truk.id, Senior Investigator KNKT, Ahmad Wildan, pernah menyebutkan ada kebiasaan buruk dari sopir bus ataupun truk yang jadi awalan kecelakaan akibat ‘rem blong’.

“Ada yang bilang (sopir yang diwawancarai, Red) pedal rem sudah diinjak, tetapi roda tetap meluncur,” jelasnya Ahmad. Menurutnya, hal itu kemungkinan besar karena rem tidak mampu mengurangi putaran roda, disebabkan oleh brake fading atau kondisi yang melampaui kemampuan maksimal rem.

Kondisi tersebut menjadikan kampas rem akan menjadi ‘licin’, akibat permukaan geseknya mengalami kenaikan suhu yang drastis, sehingga licin seperti kaca. Kalau sudah begini, tentunya karena tidak ada gesekan antara kampas rem dan teromol, tentunya tak ada daya untuk mengurangi laju putaran roda.

Sangat disarankan, bahwa sebenarnya diwajibkan, ketika sopir mengemudikan kendaraan besar saat menemui jalan yang menurun untuk juga mengaktifkan secondary brake, baik yang memanfaatkan kompresi mesin maupun engine retarder (auxiliary brake).

Hal itu untuk membuat beban kampas rem tidak akan terlalu berat, karena tidak terus-menerus digunakan untuk mengurangi laju kendaraan.

Baca juga: Mengapa Truk Perlu Ada Rem Angin?

Baca juga: Minyak Rem: Sederhana Tapi Mematikan Kalau Terabaikan


Tags Terkait :
Safetydriving Defensivedriving Truk Bus Remblong Jalantol Jalanmenurun Kecelakaan Sistemrem Pengereman
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Lagi, Pengemudi Bus Abai Bikin Nyawa Penumpang Melayang

Di perlintasan kereta api harus mengutamakan kereta yang akan melintas

2 tahun yang lalu


Tips
Perhatikan Rambu Biru Dan Hijau Di Jalan Tol Supaya Lebih Aman Berkendara

Masing-masing punya makna yang tegas untuk dipatuhi oleh setiap pengemudi

5 bulan yang lalu


Bus
Pengemudi Angkutan Umum, Wajib Paham Jaga Jarak

Faktor keselamatan sangat penting di jalan. Ada hal-hal yang perlu Anda ketahui untuk menjaga tetap aman di jalan.

1 tahun yang lalu


Truk
‘Area Kematian’ Sebuah Truk Adalah Di Bagian Belakangnya (2)

Jangan pernah anggap remeh area tersebut

1 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Mencoba Wuling Eksion Yogyakarta-Bandung, Fitur-Fitur Ini Yang Jadi Andalan

Wuling Eksion kami coba langsung dengan rute Yogyakarta-Bandung. Fitur-fitur yang dimilikinya sangat bermanfaat.

2 jam yang lalu


Berita
Begini Wujud SUV Off-Road Pertama Hongqi

Hongqi resmi mengumumkan nama G919 untuk SUV off-road pertamanya.

3 jam yang lalu


Berita
Tiga EREV Bakal Hadir Di Indonesia, Berikut Profilnya

Ada kabar burung yang beredar setidaknya bakal ada tiga model EREV yang bakal hadir di Indonesia dalam waktu dekat ini.

4 jam yang lalu


Berita
BYD Great Tang Dirilis Tak Lama Lagi, SUV EV Dengan Akselerasi 0-100 Km/Jam 3,9 Detik

BYD memastikan peluncuran resmi Great Tang SUV pada 17 Juni mendatang. Simak keunggulannya.

11 jam yang lalu


Berita
Geely EX2 Jadi Mobil Yang Cukup Rasional, Ini Sebabnya

Geely EX2 masih tercatat sebagai mobil terlaris di Cina. Ternyata ini alasannya mengapa ia menjadi mobil terlaris.

11 jam yang lalu