Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Subsidi EV Justru Bikin Dealer Menjerit?

Dealer harus menalangi dulu PPn 10 %
Berita
Minggu, 21 Mei 2023 18:30 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Kebijakan pemerintah untuk mempercepat terbentuknya ekosistem mobil listrik adalah dengan memberikan diskon 10% biaya PPN. Artinya PPN yang ditanggung oleh pembeli tinggal 1 % saja dari 11% yang seharusnya dikenakan.

Pembelian mobil EV yang mendapatkan subsidi ini praktis terjadi pada Hyundai dengan Ioniq 5 dan Wuling dengan Air ev, di mana kedua mobil tersebut sudah mengantongi persyaratan utama yakni memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40%. Dan perundangan ini telah diberlakukan sejak 1 April 2023 silam dan akan berakhir hingga Desember 2023.

Akan tetapi pada prakteknya, kebijakan pemerintah untuk memberikan subsidi disinyalir justru membebani dealer. Subsidi itu tidak dicairkan dalam bentuk tunai dan pengembaliannya dalam bentuk restitusi pajak.

“Jadi memang membebani dealer. Karena dealer harus menalangi dulu setiap mobil yang mendapatkan subsidi laku terjual,” tutur salah satu narasumber Otodriver yang berkarir dalam penjualan mobil Hyundai. “Dealer harus membayar PPn 11 % pada pabrik atau APM (Agen Pemegang Merek). Dengan adanya peraturan ini maka saat menjual pada konsumen, dealer harus menanggung kekurangan bayar PPn 10% dan hanya menerima 1 % dari konsumen,” tutur sumber yang tidak mau diungkap identitasnya ini.

BACA JUGA

Dengan kondisi seperti ini maka akan membebani cash-flow dari dealer itu sendiri. “Bayangkan saja jika satu dealer berhasil menjual 10 Ioniq 5 dalam satu bulan, maka ada biaya yang harus ditanggungnya sebesar Rp700 jutaan (setiap Ioniq 5 rata-rata mendapatkan subsidi di angka Rp70 jutaan). Semisal hal ini berlangsung sampai akhir tahun ini (9 bulan sejak diberlakukan), praktis ada Rp6,3 milyar yang harus dibayarkan dealer untuk menalangi pajak tersebut,” paparnya.

Lebih jauh lagi, ia menambahkan bahwa pengembalian pajak yang akan diterima dealer ini tidak akan langsung diberikan saat itu juga. “Prosesnya dengan restitusi pajak yang bisa-bisa dibayarkan pada tahun-tahun berikutnya. Dan bukannya tidak mungkin pajak yang dikembalikan nilainya beda karena sangat tergantung dengan hasil audit yang dilakukan petugas pajak pada dealer tersebut,” sambungnya.

Ia menambahkan, karena dealer musti menalangi pajak, maka harga ioniq5 jadi berbeda (selain dikarenakan domisili)  tiap dealer bahkan ada yang menolak memberikan subsidi sama sekali. "Jual jauh di atas price list aja yg beli antre, apalagi jual harga normal gak pakai subsidi pajak," jelas pria ramah ini.

Sampai berita ini diturunkan belum ada komentar dari pihak Hyundai Motor Indonesia (HMID) mengenai perihal ini.

Lebih jauh lagi, sumber rahasia kami ini pun mengatakan bahwa bahwa mobil yang mendapatkan subsidi jumlahnya terbatas. “Hanya saja kita tidak tahu secara sistem tentang jumlah riil yang tersedia hingga masa di akhir Desember itu,” tutupnya.

Sebelumnya pemerintah mengumumkan melalui Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang bahwa insentif pajak ini hanya akan diberikan pada 200.000 unit motor listrik dan 35.900 unit mobil listrik dari Hyundai dan Wuling, serta 138 unit bus. 


Tags Terkait :
Hyundai Ioniq5 Wuling Air Ev EV Subsidi EV
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Hyundai Hadirkan Taksi Otomatis Tanpa Sopir di Korea Selatan

Teknologi itu mengizinkan taksi untuk bergerak secara mandiri dalam lalu lintas di dalam kehidupan sehari-hari.

3 tahun yang lalu


Berita
Evista, Sediakan Taksi Listrik Merek Hyundai, Neta, Dan Wuling

Titik keberangkatan dari Bandara Halim Perdanakusuma

1 tahun yang lalu


Berita
BYD e6, Mobil Listrik Yang Sudah Beredar Di Indonesia Sejak Tahun 2019

Bukan Hyundai Ioniq 5 ataupun Wuling Air ev, salah satu mobil listrik yang cukup banyak beredar pertama kali di jalanan Indonesia adalah BYD e6.

2 tahun yang lalu


Berita
Mengenal BYD Atto 3 Yang Diperkirakan Meluncur Di Indonesia Tak Lama Lagi

Merek BYD dipastikan akan dipasarkan di Indonesia pada semester pertama 2024 ini untuk pasar mobil umum.

2 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Supecar Tiongkok Listrik Ini Bakal Debut Dunia Di Goodwood FOS

Denza memastikan kehadiran roadster listrik Denza Z di panggung global.

2 jam yang lalu


Berita
Antenna Sirip Hiu, Inovasi Sederhana Yang Mendunia

Antena shark fin merupakan salah satu contoh inovasi sederhana yang dengan cepat diadopsi dan disukai.

4 jam yang lalu


Berita
Audi Ceritakan Strategi Masa Depan Mereka

Audi strategi mobil berbeda per pasar China Eropa diungkapkan Rouven Mohr. Audi merancang model khusus untuk memenuhi preferensi konsumen di Tiongkok dan Eropa.

5 jam yang lalu


Berita
Pajero Sport Dikontinyu, Tapi Bakal Naik Kelas dengan Menyandang Nama Ini

Pajero Sport dikontinyu diganti All New Pajero yang naik kelas dengan sasis tangga untuk menyaingi Land Cruiser Prado 250 dan Ford Everest.

6 jam yang lalu


Berita
iCAR V27 Siap Meluncur di GIIAS 2026, Lebih Powerful Ketimbang V23

Setelah kehadiran iCar V23 beberapa waktu lalu. Kini iCar segera merilis SUV anyar lainnya di GIIAS 2026. Berikut detail spesifikasinya.

22 jam yang lalu