Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Riset McKinsey: Transportasi Massal Adalah Masa Depan

Secara global mobil pribadi terus menurun populasinya
Berita
Senin, 15 Mei 2023 12:15 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dalam dua dekade terakhir dunia otomotif, khususnya transportasi massal, sedang mengalami evolusi besar. Mulai dari desain yang lebih sederhana, proses produksi yang makin singkat, komponen elektronik yang naik drastis, sampai pemakaian energi listrik menggeser bahan bakar fosil.

Hal ini juga disampaikan oleh McKinsey di awal April ini. Lembaga riset yang bermarkas di Atlanta, Amerika Serikat dan berdiri sejak tahun 1926 ini memuat proyeksi bahwa dalam beberapa dekade ke depan akan menjadi kendaraan pribadi tidaklah dominan di jalanan.

Saat ini secara global, dominasi kendaraan pribadi di jalanan sekitar 45 persen. Penelitian yang dilakukan di 150 kota di seluruh dunia itu memberikan data bahwa telah terjadi penurunan keberadaan mobil pribadi di jalanan.

Lewat matriks Percentage of Passenger Miles Traveled (PMT) ditengarai akan terjadi penurunan populasi kendaraan pribadi di jalanan raya sampai 15 persen sampai tahun 2035.

BACA JUGA

Penyebabnya tak lain kehadiran beragam kendaraan alternatif yang beraneka ragam. Sebut saja, bus atau kereta komuter tanpa pengemudia, sampai taksi udara. Menurut McKensey, perputaran bisnis di kendaraan umum inovatis maupun transportasi massal mencapai 440 miliar dolar AS sampai tahun 2030.

Baca juga : 12.000 Unit Bus Listrik Hadir di Nigeria

Besaran bisnis itu belum termasuk perkembangan “shared mobility” yang  makin berkembag di banyak kota besar saat ini.

Oleh karena itu secara eksplisit McKensey menyebut bahwa transportasi masa depan nyata digantungkan pada keberadaan moda angkutan massal. Dan mengambil contoh di wilayah Eropa, saat ini sudah ada peningkatan standar angkutan massal dei berbagai segi secara drastis.

Begitu pula di Tiongkok, sampai tahun 2035 ditargetkan ada dominasi moda angkutan massal sampai 48 persen dari total kendaraan.

Baca juga : Munich Siap Bus Kota Tanpa Sopir


Tags Terkait :
#bus #truk #busindonesia #trukindonesia #safetydriving #defensivedriving #indonesia
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Van
Nah, Daihatsu Atrai Sedang Tes Jalan Nih?

Atau akan hadir sebagai 'All New' Luxio tahun depan?

2 tahun yang lalu


Van
Nissan ‘Hanya’ Akan Rilis Van Listrik…

Pasar Eropa jadi langkah awal

2 tahun yang lalu


Van
Selain Rangga, Toyota Hadirkan Van Berkonsep Liar, Aneh, dan Futuristik

Bikinan Toyota Auto Body

2 tahun yang lalu


Van
Toyota GranAce Makin Mewah Dengan Partisi dan TV 24 Inci

Digarap dalam waktu tiga bulan

2 tahun yang lalu


Terkini

Bus
Terminal Bus Bayangan Jadi Kompetitor Terminal Bus Resmi di Jakarta

Hal ini terjadi karena pengguna bus AKAP butuh lokasi keberangkatan yang mudah dijangkau.

4 jam yang lalu


Berita
All New Toyota Camry, Sedan Mewah Yang Irit Nyaris 30 Km/Liter

Toyota Camry generasi terbaru sudah hadir di Indonesia sejak tahun 2025 silam. Ini hasil pengetesan kami.

5 jam yang lalu


Berita
BMW M4 Terbaru Akan Punya Karakter Bonnet Klasik Lagi

Tidak akan ada lagi penampilan kidney grill ukuran besar seperti yang beredar sekarang. Tampilan era baru bakal lebih fresh.

10 jam yang lalu


Berita
Spesifikasi Hyundai Ioniq V Bocor Ke Publik, Andalkan Baterai 53,5 kWh dan 66,8 kWh

Hyundai Ioniq V diprediksi meluncur di pasar China pada akhir tahun ini. Lihat spesifikasinya.

12 jam yang lalu


Berita
China Rilis Standar Keselamatan Baru Untuk EV, Antisipasi Cegah Kebakaran

China menerapkan dua standar baru pada 1 Juli 2026. Mekanisme pemutus daya fisik wajib dengan sistem “satu sentuhan”.

12 jam yang lalu