Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Negara Ini Malah Kurangi Subsidi untuk Mobil Listrik

Hal itu dilakukan karena popularitas kendaraan yang semakin meningkat.
Berita
Kamis, 28 Juli 2022 10:00 WIB
Penulis : Gemilang Isromi Nuar


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Disaat negara-negara lain memberikan subsidi bagi masyarakatnya yang ingin membeli mobil listrik, Jerman jsutru akan mengurangi insentif keuangan untuk mobil listrik tahun depan setelah kesepakatan dalam koalisi pemerintahan.

Dilansir dari Reuters, Rabu (28/7) Hal itu dilakukan karena popularitas kendaraan yang semakin meningkat membuat subsidi pemerintah tidak diperlukan, kata kementerian ekonomi Jerman.

"Kendaraan elektronik menjadi semakin populer dan tidak lagi membutuhkan subsidi pemerintah di masa mendatang," kata Menteri Ekonomi, Robert Habeck dalam sebuah pernyataan.

     Baca Juga: Wuling Klaim Baterai Air ev Tahan Siksa, Aman Terendam Satu Meter

BACA JUGA

Terkait kebijakan itu, subsidi untuk kendaraan bertenaga listrik penuh dengan harga di bawah 40.000 euro akan turun menjadi 4.500 euro pada awal tahun depan dari 6.000 euro saat ini, dan turun menjadi 3.000 euro pada tahun berikutnya dan tidak ada subsidi untuk pembelian mobil dengan harga di atas 65.000 euro.

Melalui data yang ada penjualan mobil listrik di Jerman hampir dua kali lipat menjadi 328.000 pada tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini ada lebih dari 600.000 kendaraan bertenaga listrik di jalan-jalan Jerman.

    Baca Juga: Target Net Zero Emission dari Toyota untuk Indonesia

Hal ini justru berbanding terbaling dengan negara Thailand dimana menyetujui paket insentif termasuk pemotongan pajak dan subsidi untuk mempromosikan peralihan ke kendaraan listrik (EV).

Pemerintah Thailand ingin mobil listrik menyumbang 30% dari produksi mobil Thailand pada tahun 2030. Untuk mencapai target itu, pemerintah menawarkan potongan harga pembayaran kepada pembeli hingga 150.000 baht (Rp 62,6 juta), serta menurunkan pajak mobil listrik dari 8% menjadi 2%.


Tags Terkait :
Mobil Listrik Subsidi Jerman
G

Gemilang Isromi Nuar

Penulis

Jurnalis lulusan IISIP Jakarta sejak 2013. Berpengalaman di tabloid, harian, dan media online hingga kini di Otorider. T...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Denza N8L Isi Daya Penuh Cuma 9 Menit, Siap Dijual Rp 900 Jutaan

Untuk pasar China, Denza N8L sudah bisa dipesan. Mobil ini telah dilengkapi teknologi flash charging.

4 bulan yang lalu


Berita
BYD Great Tang Akan Resmi Diluncurkan Mei Mendatang

BYD bersiap meluncurkan SUV flagship terbarunya, BYD Great Tang, di pasar China pada Mei mendatang.

5 bulan yang lalu


Berita
Selain Memiliki Drone, Ini Dia Beberapa Hal Canggih Dari Denza N8L

Denza resmi memperkenalkan wujud eksterior dari model terbaru mereka, N8L. Berikut bocorannya.

1 tahun yang lalu


Berita
BYD Da Han Bisa Tempuh 1.008 Kilometer, Harganya Rp600 Jutaan

Salah satu flagship sedan yang menyasar ke segmen konsumen kelas premium.

1 minggu yang lalu


Terkini

Van
Chery Membuat Van Tenaga Listrik Yang Dinamakan Delivan

Dalam pemasarannya akan masuk kawasan Eropa terlebih dahulu.

5 jam yang lalu


VIDEO: Crash Test Leapmotor B05 (Euro NCAP)

Leapmotor B05 kembali membuktikan keselamatannya.

Berita | 5 jam yang lalu


Berita
Beberapa Unit Tesla Model Y Alami Ambles Suspensi Belakang

Tesla Model Y L, SUV enam penumpang yang diproduksi di Gigafactory Shanghai, China, tengah menjadi sorotan.

6 jam yang lalu


Berita
Zeekr 7X Bakal Gendong Baterai 85 kWh dan Tenaga Hampir 500 Hp

Zeekr 7X bakal mendapat pembaruan signifikan. Begini spesifikasinya.

7 jam yang lalu


Berita
Hasil Riset Audi, Konsumen Kaya Tetap Mau Mobil Yang Berisik

Pihak Audi akan membuat kompromi produk dengan mesin fosil dan sistem plug-in hybrid.

8 jam yang lalu