Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Daur Ulang Baterai Mobil Listrik Membutuhkan Waktu yang Tak Sebentar

Daur ulang baterai mobil listrik dapat membantu mencapai tujuan utama.
Berita
Selasa, 19 Juli 2022 13:00 WIB
Penulis : Afrizal Abdul Rahman


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Perkembangan dunia otomotif mulai beralih ke model listrik, terbukti dari berbagai pabrikan terus berlomba menghadirkan kendaraan baru dengan desiain yang modern. Bicara kendaraan listrik erat kaitannya dengan penggunaan baterai yang memang menjadi sumber tenaga. Untuk mencapai tujuan melestarikan lingkungan, nantinya baterai akan dirancang daur ulang. 

Namun menurut Isobel Sheldon, chief strategy officer di produsen baterai Britishvolt, saat ini berbagai industri sedang mencari cara untuk kembali menggunakan bahan yang telah digunakan, seperti kobalt.  Tetapi untuk mencapai tujuan tersebut membutuhkan waktu yang tak sebentar. Bahkan bisa memakan waktu 10 tahun lagi untuk menggunakan bahan daur ulang dari baterai yang telah digunakan. 

"Kami punya sedikit waktu untuk memikirkannya dan tujuan ini tidak akan menjadi masalah karena dapat terwujud dalam beberapa waktu," katanya, dikutip dari laman Autocar

Selain itu, Sue Slaughter, Direktur Pembelian Ford, mengatakan bicara mobil listrik yang menggunakan baterai salah satu aspek kuncinya adalah kelestarian lingkungan. "Penting untuk unggul dalam hal sumber energi, tidak ada gunanya memiliki EV jika energi untuk membuat baterai masih berasal dari bahan bakar fosil," tambahnya. 

BACA JUGA

Ford salah satu pabrikan yang sangat serius dalam persoalan baterai, untuk mengurangi emisi pabrikan tersebut memilih buntu melokalisasi produksi baterai daripada mengirim suku cadang dari luar negeri. "Langkah tersebut sangat penting bagi Ford dan semua industri, salah satu tujuannya untuk menghindari hambatan produksi baterai," tambahnya.

Lokalisasi juga memungkinkan produksi sesuai dengan undang-undang negara tempat produksinya, yang, menurut Ford, akan mengurangi masalah hak asasi manusia dan meningkatkan kondisi kerja.

“Kami tidak ingin menciptakan lingkungan bebas karbon jika kami kemudian menciptakan banyak masalah hak asasi manusia,” tutupnya. 


Tags Terkait :
Baterai Listrik Mobil Listrik Kendaraan Daur Ulang
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Melihat Langsung Proses Perakitan Baterai Hybrid Toyota

Untuk pertama kalinya kami menyaksikan langsung proses perakitan baterai mobil di Indonesia. Ini pengalaman kami di pabrik Toyota.

1 hari yang lalu


Berita
Toyota Pendukung Nikel Nomor 1 Di Indonesia

Pabrikan mobil listrik asal Tiongkok kini mulai meninggalkan baterai berbasis nikel, akan tetapi semua mobil elektrifikasi Toyota yang diproduksi di Indonesia masih menggunakan bahan dasar nikel.

1 tahun yang lalu


Berita
Mengapa Toyota Innova Zenix Gunakan Baterai Nikel, Sedangkan Yaris Cross Lithium?

Baterai Nickel digunakan untuk kinerja mobil yang lebih berat

2 tahun yang lalu


Berita
Toyota Veloz dan Avanza Hybrid Meluncur Juni Tahun 2024?

Prediksi kami, Indonesia akan jadi pusat produksi Avanza ataupun Veloz Hybrid

2 tahun yang lalu


Terkini

First Drive
Mitsubishi Xpander HEV Tidak Akan Meluncur Di Indonesia Tahun Ini

Kapan rilis Mitsubishi Xpander HEV di Indonesia? Tak tahun ini. Hybrid 2026 fokus XForce HEV dan Destinator MHEV, Xpander HEV mungkin 2028 dengan gen 2.

7 jam yang lalu


Berita
Toyota Siapkan Rival Ford Raptor. Dilabeli Sebagai TRD Hammer

Toyota siapkan TRD Hammer sebagai rival Ford Raptor berbasis Tundra. Mesin V6 twin-turbo hybrid 3.4L capai 437 hp, respons terhadap Ram TRX.

8 jam yang lalu


Berita
Mudik In Style 2026 : Perfoma Audi Q8, Mampu Melupakan Kekurangannya

Harga Audi Q8 RS 55 TFSI di Indonesia Rp 2,83 miliar. Performa V6 340 hp dan quattro unggul di Mudik in Style 2026, meski BBM boros 5,6 km/liter.

9 jam yang lalu


Berita
Mudik in Style 2026 : Empat Alasan Xpeng G6 Pro Dipakai Sebagai Mobil Libur Lebaran

Alasan Xpeng G6 Pro dipilih Mudik in Style 2026: suspensi nyaman, efisiensi SUV listrik, arsitektur 800V fast charging, dan desain dewasa.

10 jam yang lalu


Berita
Bocoran EV Lamborghini Sebelum Dirilis Ke Pasaran

Lamborghini masih terus mengembangkan model bertenaga listrik murni yang dijadwalkan meluncur setelah 2030.

12 jam yang lalu