Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

BBM Murah Siasati dengan Jurus Oplos. Bahayakah ?

Oplosan Pertamax Turbo dan Pertalite lebih murah dan punya RON lebih tinggi dari Pertamax
Berita
Senin, 5 September 2022 13:25 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Umumnya mobil baru saat ini sudah direkumendasikan untuk menenggak bensin dengan minimal RON 92. Artinya kinerja mesin mobil bekerja dengan optimal dengan mengandalkan jenis BBM dengan RON tersebut.

Masalahnya jenis RON 92 ini kini harganya naik dan tentunya akan memberatkan.

Secara teknis menggunakan jenis bahan bakar yang lebih terjangkau seperti Pertalite dengan RON 90 bisa saja dilakukan. Namun terdapat berbagai kerugian seperti mesin menjadi kurang tenaga karena tidak lagi bekerja secara optimal.

Kemudian muncul jalan keluar untuk melakukan pencampuran dua bahan bakar yang berbeda RONnya.

BACA JUGA

Seperti halnya mencampur Pertalite dengan jenis bahan bakar lain seperti Pertamax Turbo. Secara teori pencampuran antara RON 90 dan RON 98 ini akan menghasilkan jenis bahan bakar dengan RON 94. 

Saat ini Pertamax Turbo dengan RON 98 dijual dengan harga Rp15.900, sedangkan Pertalite 90 di angka Rp10.000. Apabila dengan perbandingan campuran 1:1 akan diperoleh angka Rp12.950/liter dengan RON 94. Tentu cukup menggiurkan dan bisa dijadikan jalan keluar untuk mendapatkan tipe bahan bakar yang lebih baik sekaligus lebih ekonomis.

Apakah oplosan seperti ini punya efek negatif dan berbahaya terhadap mesin?

Untuk itulah HM Gazy Amin, Direktur PT Catur Bangun Putra yang bergerak dalam bidang pengujian bahan bakar di Indonesia ini pun angkat bicara.

“Secara teknis pencampuran yang dilakukan dengan mengisi dua jenis bahan bakar yang berbeda tidak menjadi masalah. Asal hasil oplosannya justru punya RON yang lebih rendah dari yang ditargetkan,” tuturnya saat dihubungi OtoDriver (05/09).

Namun demikian, Gazy mengatakan bahwa akan ada pencampuran warna pada bahan bakar, semisal Pertalite berwarna hijau akan berubah warna saat dicampur dengan Pertamax Turbo yang berwarna merah.

“Mungkin warnanya tak terlalu indah saat dilihat, namun menurut pengalaman saya bahan bakar tersebut cukup aman digunakan pada mesin,” tutupnya. 

Cara ini punya hitungan yang lebih ekonomis, namun pada prakteknya si pemilik mobil harus rela berpindah dari nozzel Pertalite dan kemudian pindah ke Pertamax Turbo. Bagi sebagian orang hal itu tentu merepotkan.


Tags Terkait :
Oplos Bahan Bakar Oktan
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Apa Yang Terjadi Apabila Dua Bahan Bakar Beda Oktan Dicampur?

Percampuran dua BBM dengan oktan beda akan hasilkan spesifikasi bahan bakar baru

3 tahun yang lalu


Berita
BBM Murah Siasati dengan Jurus Oplos. Bahayakah ?

Oplosan Pertamax Turbo dan Pertalite lebih murah dan punya RON lebih tinggi dari Pertamax

3 tahun yang lalu


Berita
Imbas Skandal Pertamax Oplosan, Penjualan Pertashop Turun Drastis Dan Bisa Gulung Tikar

Pengusaha Pertashop mengakui penjualan Pertamax sedang tidak baik-baik saja.

8 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Insentif Mobil Listrik Justru Membebani Negara?

Belakangan ini, pemerintah menggalakkan peraturan Low Carbon Emission Vehicle alias LCEV.

3 jam yang lalu


Berita
Melihat Langsung Proses Perakitan Baterai Hybrid Toyota

Untuk pertama kalinya kami menyaksikan langsung proses perakitan baterai mobil di Indonesia. Ini pengalaman kami di pabrik Toyota.

4 jam yang lalu


Berita
Aura Nismo RS Concept, Bintang Nissan Di Tokyo Auto Salon 2026

Di tangan Nissan sebuah mobil hybrid bisa tampil dan berperforma sangat agresif.

13 jam yang lalu


Mobil Listrik
Mengenal Lebih Dekat Mazda6e Yang Akan Hadir di Indonesia

Mazda6e mulai dijajakan di Singapore, Juli 2026. Sedangkan Indonesia akan segera menyusul setelahnya. Simak spesifikasinya.

14 jam yang lalu

Bus
Transjakarta Tunda Kenaikan Tarif, Karena Kondisi Ekonomi Belum Kondusif

Subsidi untuk angkutan umum lebih penting dibandingkan untuk kendaraan pribadi.

1 hari yang lalu