Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Sama-Sama Produksi Ungaran, Ternyata Ada Perbedaan Bodi Bus Lokal dan Ekspor

Meski sepintas mirip, yakni sama-sama mengandalkan bodi Legacy SR-2, namun ada perbedaan yang bisa terlihat dari bodi bus di Indonesia atau produk ekspor ke Bangladesh dan Fiji.
Berita
Selasa, 14 Januari 2020 11:00 WIB
Penulis : Ilham Pratama


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Selain membuati bodi bus untuk perusahaan di dalam negeri, karoseri Laksana asal Ungaran, Jawa Tengah juga mengekspor produk mereka. Tujuannya beragam, namun pesanan banyak datang dari Bangladesh dan Fiji.

Meski sepintas mirip, sama-sama mengandalkan bodi Legacy SR-2, namun ada perbedaan yang bisa terlihat dari bodi bus di Indonesia dibandingkan produk ekspor ke Bangladesh atau Fiji.

Untuk Bangladesh dan Fiji hanya ada pintu di kiri depan saja

Perbedaan paling jelas adalah di pintu. Di mana bus Fiji dan Bangladesh hanya mengaplikasikan satu pintu di depan, tak seperti di Indonesia yang ada pintu di tengah dan belakang. Tetapi untuk keselamatan penumpang, terdapat pintu darurat di sisi kanan belakang.

Tanpa pintu supir sisi kanan lebih padat

Desain ini sendiri mengacu pada regulasi bodi bus di masing-masing negara. Tetapi secara umum, bodi bus tanpa pintu belakang ini bisa dilihat pada desain bus-bus di negara lain seperti Jepang, Malaysia, Singapura hingga Eropa.  

BACA JUGA

Selain itu, pintu supir juga absen. Sebenarnya, larangan penggunaan pintu supir juga sudah berlaku di Indonesia. Namun masih banyak bus yang menggunakan pintu di sisi kanan tersebut.

Jok tebal dengan seatbelt individual

Sementara di dalam kabin, tak ada perbedaan signifikan. Karena pada interior ini sifatnya lebih fleksibel, kustomisasi bisa dilakukan sesuai permintaan pelanggan. Contohnya pada bus Hino dari Pehicle Tours Fiji Ltd., bus ini mengadopsi jok untuk 49 penumpang dengan konfigurasi 2-2. Bedanya, tiap jok memiliki seatbelt. Nah hal seperti ini belum berlaku umum di Indonesia. Meski ada beberapa perusahaan, terutama bus wisata yang memesan seatbelt tiap jok untuk mengakomodasi pelanggan mereka dari luar negeri.


Tags Terkait :
Bus Ekspor Bus Fiji Bus Bangladesh Bus Laksana
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Cerita Isuzu Indonesia Soal Ekspor Bus Ke Kenya, Awalnya Dari Foto

Ini menjadi sejarah baru, karena baru kali ini karoseri asal Indonesia mengirim bus kelas medium ke Kenya.

5 tahun yang lalu


Bus
Medium Bus Karoseri Tentrem Asal Malang, Siap Hadir di Kenya

Tentrem akan mengekspor bus tipe medium Isuzu NQR81 ke Kenya di Afrika bulan ini.

5 tahun yang lalu


Berita
Sama-Sama Produksi Ungaran, Ternyata Ada Perbedaan Bodi Bus Lokal dan Ekspor

Meski sepintas mirip, yakni sama-sama mengandalkan bodi Legacy SR-2, namun ada perbedaan yang bisa terlihat dari bodi bus di Indonesia atau produk ekspor ke Bangladesh dan Fiji.

5 tahun yang lalu


Berita
Bodi Bus Laksana, Dari Ungaran Hingga Mancanegara

Karoseri Laksana, sudah mengekspor bodi bus sejak 2009, dengan tujuan awal Republik Fiji, sebuah negara kepulauan di Pasifik Selatan.

5 tahun yang lalu

Bus
Karoseri Laksana Kembali Menghadirkan Bus Single Glass

Karoseri Laksana asal Ungaran, Jawa Tengah pekan ini merilis bus baru yang mengandalkan body Legacy SR2 tapi versi single glass.

4 tahun yang lalu

Truk
TKDN Produk Hino Hasil Perakitan Purwakarta Sudah Melewati 40 Persen

Seluruh rangkaian proses produksi berstandar Hino global, termasuk layanan purna jual.

1 hari yang lalu


Bus
Ekspor Perdana Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 Rakitan Cikarang Ke Thailand

Mewujudkan tekad menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur bus di wilayah Asia Tenggara dengan standar bus Eropa

1 hari yang lalu


Bus
DCVI Kerahkan Bengkel Siaga 24 Jam Di Masa Nataru 2025

Bengkel siaga punya misi untuk menciptakan rasa aman bagi operator sekaligus penumpang

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Dari Insiden CV Joint Lepas L8, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

Insiden rusaknya CV joint Lepas L8 saat media test drive Driving Control Challenge. Apa yang sebenarnya terjadi?

9 jam yang lalu


Berita
MG Bakal Bawa Line Up Baru Sepanjang 2026, PHEV Jadi Fokus Utama

Tidak hanya membawa line up baru. MG bakal punya beberapa pilihan powertrain untuk pasar Indonesia.

11 jam yang lalu


Berita
Mercedes-Benz Rayakan 140 Tahun, Ulas Fakta Sejarah dan Kiprah di Indonesia

Perayaan 140 tahun Mercedes-Benz di Indonesia ulas sejarah Benz Patent Motorwagen 1886, mobil pertama RI 1894, pabrik CKD Bogor, dan evolusi S-Class.

15 jam yang lalu


VIDEO: MG S5 EV (ASEAN NCAP)

MG S5 EV telah menjalani crash test.

Crash Test | 17 jam yang lalu


Berita
BYD Bakal Buat SPKLU Berdaya 1.500 kW

BYD akan buat fasilitas yang mampu mendukung daya hingga 1.500 kW dengan arus 1.500 ampere.

18 jam yang lalu