Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Pakar Keselamatan Berkendara : PO Bus Perlu Mencontoh Perusahaan Minyak Asing

Perusahaan minyak bisa menjadi contoh ketatnya aturan dalam sistem angkut karyawannya. Faktor keselamatan sangat dijunjung tinggi, karena karyawan adalah asset yang sangat bernilai.
Berita
Jumat, 31 Januari 2020 10:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Masih banyak 'Pekerjaan Rumah' agar menjadikan transportasi umum darat, dalam hal ini bus, untuk meningkatkan mutu standar keselamatan. Saat ini, sudah ada satu kemajuan, dengan semakin banyaknya bus wisata yang menyediakan sabuk pengaman, kendati belum dijadikan standar baku.

Inipun tentunya karena bus wisata tersebut kerap disewa perusahaan asing, yang sudah menerapkan peraturan keselamatan yang berstandar tinggi. Namun, sayangnya, untuk bus umum, hal ini menjadi langka.

Berbincang mengenai perusahaan asing, seperti perusahaan yang bergerak di bidang perminyakan, ada pengalaman seru yang bisa menginspirasi terutama pada angkutan karyawannya.

Seperti yang dituturkan oleh Sonny Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) yang cukup terkesan dengan penerapan standar keselamatan bus angkutan karyawan salah satu perusahaan perminyakan asal Amerika yang beroperasi di Indonesia.

“Setiap bangku dilengkapi dengan seatbelt dan penumpang harus duduk sesuai dengan urutan nomor bangku yang didapatkannya tanpa terkecuali. Penumpang harus duduk di tempatnya walau terdapat bangku kosong di tempat  lain,” tutur pria berkacamata itu.

“Sebelum bus berangkat, ada pengarahan safety singkat tentang segala sesuatu yang harus dilakukan jika saat terjadi kecelakaan. Pengarahan dalam bentuk rekaman suara itu menjelaskan posisi alat keselamatan hingga proses evakuasi. Persis yang dilakukan di pesawat terbang,” sambungnya.

“Bagi penumpang yang duduk dekat pintu darurat atau alat bantu keselamatan, akan mendapat mandat untuk bertanggungjawab untuk mengoperasikan perangkat-perangkat tersebut saat terjadi kecelakaan. Karenanya jika orang yang bersangkutan merasa kurang sehat, maka harus melaporkan pada awak bus dan pindah bangku,” ungkapnya bersemangat. “Jadi semua tercatat dan datanya cukup valid,” tambahnya.

Sonny menambahkan bahwa standar yang berhasil membuatnya terkesan itu harus diikuti dengan menertibkan titik keberangkatan dan titik turun yang sudah ditentukan sebelumnya. Idealnya dilakukan pada bus antarkota di mana tiap penumpang harus pegang karcis yang menunjukkan titik dia naik ataupun titik dia turun.

Memang bukan hal yang mudah untuk menerapkan standar keamanan pada angkutan umum, seperti bus, tetapi tentu bukan hal mustahil. “Angkutan umum merupakan lingkup yang lebih luas dan lebih heterogen, sehingga jadi lebih besar tantangannya dalam merealisasikannya. Namun bukan hal yang mustahil untuk dicoba,” ujarnya.

Tentunya kesadaran penumpang juga diharapkan, agar usaha meningkatkan keselamatan ini bisa berlangsung lebih cepat. Misalkan penumpang tak akan memilih bus yang tak memiliki seatbelt, sehingga seatbelt akan disediakan, demi kenyamanan dan keselamatan penumpang.


Tags Terkait :
Safety Bus Komersial
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Ini Bedanya Mengantuk dan Microsleep, Keduanya Bisa Mematikan

Masih jadi bahaya laten pengemudi bus maupun truk.

1 minggu yang lalu


Truk
Isuzu Berikan Tips Untuk Tingkatkan Safety dan Efisiensi Armada

Melalui maksimalisasi fitur cerdas MyIsuzuID dan Isuzu Link

1 bulan yang lalu


Bus
Ini Biaya Pelatihan Mengemudi Bus Oleh Hino Indonesia

Terampil dalam mengemudikan bus tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman di jalanan.

5 bulan yang lalu


Bus
Sopir Bus Hasil Didikan Sekolah Mengemudi Beda Karakternya

Tidak hanya sekadar lebih tahu soal teknis mengemudi bus. Tapi mengerti mengontrol emosi di jalan.

5 bulan yang lalu


Bus
Bus Listrik Terbaik 2026, MAN Lion Coach E

Jarak tempuh maksimal, aman, nyaman, dan mudah dioperasikan serta dirawat.

8 bulan yang lalu


Bus
Ini Barisan Bintang Isuzu Di JMS 2025

Semua bertema inovasi teknologi masa depan untuk hari ini.

8 bulan yang lalu


Pikap
Inilah Toyota All-New Hilux Rangga ‘Varian’ RAMO

Dibangun dengan standar kenyamanan sebuah camper van

8 bulan yang lalu


Truk
Isuzu Terus Menambah Kenyamanan Pengguna mu-X Dan D-Max

Mulai dari kelengkapan produk sampai sediakan asuransi bagi pengemudi

8 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Harga Bahan Baku Ban Naik, Gajah Tunggal Tetap Jaga Daya Beli Konsumen

Harga bahan baku ban naik hingga double digit, namun Gajah Tunggal tidak langsung membebankan seluruh kenaikan biaya produksi kepada konsumen.

1 jam yang lalu


Berita
GitiXcursion RT Meluncur di GIIAS 2026, Ban Baru untuk SUV Premium dan Pikap

GitiXcursion RT akan meluncur di GIIAS 2026. Ban terbaru Giti ini menyasar SUV premium dan pikap kabin ganda dengan kemampuan 60 persen on road dan 40 persen off road.

2 jam yang lalu


Berita
iCar V27 Resmi Melenggang di Indonesia, Ini Spesifikasinya

iCar V27 yang bukan sebuah mobil listrik murni resmi diperkenalkan di Indonesia. Dengan desain yang sangat gagah dan beragam fitur yang dimilikinya, mobil ini patut dipertimbangkan.

2 jam yang lalu


Berita
Mitsubishi XForce Dapatkan Upgrade Suspensi, Ini Hasilnya

Mitsubishi melakukan revisi pada suspensi XForce, sehingga kini jadi lebih nyaman dan empuk.

17 jam yang lalu


Berita
Changan Siapkan 15 Model Baru Untuk Pasar Indonesia

Changan rencana 15 model elektrifikasi baru Indonesia. Perusahaan akan memperluas lini BEV, HEV, PHEV, dan REEV secara bertahap di pasar lokal.

18 jam yang lalu