Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Menyusul Hyundai, Kia lakukan Recall 295 Ribu Unit Di Amerika

Kia Motors Corp mengatakan bahwa mereka menarik kembali sebanyak 295 ribu kendaraannya. Apa sebabnya?
Berita
Senin, 7 Desember 2020 15:00 WIB
Penulis : Ahmad Biondi


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Kia Motors Corp mengatakan bahwa mereka menarik kembali sebanyak 295 ribu kendaraannya di Amerika Serikat karena risiko kebakaran mesin.

Seperti dilansir Reuters, produsen mobil Korea itu mengatakan penarikan tersebut mencakup beberapa model Sorento tahun 2012-2013, Forte dan Forte Koup tahun 2012-2015, Optima Hybrid tahun 2011-2013, Soul tahun 2014-2015, dan Sportage 2012; karena kompartemen mesin dapat terbakar.

Diler akan memeriksa ruang engine dari kebocoran bahan bakar atau oli, melakukan pengujian engine dan melakukan perbaikan apa pun termasuk penggantian enginejika diperlukan. Kia mengatakan saat ini sedang mengembangkan pembaruan perangkat lunak Knock Sensor Detection System.

Pekan lalu, Kia dan afiliasi Hyundai Motor Co menyetujui denda perdata sebesar 210 juta dolar AS setelah Regulator Keselamatan Mobil AS mengatakan mereka gagal menarik 1,6 juta kendaraan karena masalah mesin.

Produsen mobil Korea setuju untuk menyetujui hal tersebut setelah Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) AS mengatakan bahwa pembuat mobil tidak secara akurat melaporkan beberapa informasi kepada agensi mengenai penarikan tersebut.


Total hukuman perdata Kia sebesar 70 juta dolar AS, termasuk pembayaran di muka sebesar 27 juta dolar AS, persyaratan untuk membelanjakan 16 juta dolar AS untuk langkah-langkah keamanan tertentu, dan potensi denda yang ditangguhkan sebesar 27 juta dolar AS.

Penyelesaian tersebut mencakup penarikan kembali pada tahun 2015 dan 2017 untuk masalah manufaktur yang dapat menyebabkan keausan bearing dan kerusakan mesin.

Dalam penarikan kembali mesin Kia yang baru, NHTSA membuka penyelidikan pada tahun 2019 terhadap kebakaran non-tabrakan di kendaraan Kia dan Hyundai. Badan itu pada Juli merekomendasikan Kia melakukan penarikan pada model-model tertentu dengan tingkat keluhan kebakaran yang lebih tinggi, kata pembuat mobil itu.

Kia mengatakan, "Berdasarkan rekomendasi NHTSA telah membuat keputusan untuk menarik kembali kendaraan Kia tertentu sebagai tindakan pencegahan untuk mengurangi potensi risiko kebakaran."

Hyundai sebelumnya pada hari Jumat (4/12) menarik 129 ribu kendaraannya di AS karena bantalan batang penghubung mungkin aus sebelum waktunya, yang seiring waktu dapat mengakibatkan kerusakan mesin dan meningkatkan risiko kebakaran.


Tags Terkait :
Kia Recall
A

Ahmad Biondi

Editor

Pria necis yang hobi olahraga ini sudah menjadi jurnalis otomotif sejak 2009. Berpengalaman menguji dan mereview banyak...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Berita
Inilah 10 Pabrikan Yang Paling Banyak Melakukan Recall di 2024

Recall biasa dilakukan pabrikan apabila mobil yang diproduksi suatu pabrikan mengalami masalah atau malfungsi. Mau tahu 10 brand paling banyak melakukan recall di 2024? Ini dia

1 tahun yang lalu


Berita
Hyundai Ioniq 5 Dan Ioniq 6 Kena Recall, Bagaimana Dengan Kia EV6?

Mobil listrik Hyundai terkena recall beberapa waktu lalu.

2 tahun yang lalu


Berita
VW Hingga Lexus Recall Total 200 Ribu-an Mobil di Korea Selatan, Ini Masalahnya

Korea Selatan memiliki standar tinggi keselamatan, kali ini recall melibatkan 200 ribu lebih mobil.

2 tahun yang lalu


Berita
KIA Recall Telluride Karena Gampang Terbalik Saat Diparkir, Kok Bisa?

Ada masalah pada poros tengah Telluride menurut NHTSA.

2 tahun yang lalu


Berita
Ratusan Ribu EV Hyundai Dan KIA Recall Di Korsel, APM Di Indonesia ‘Wait And See’

Ada masalah di sistem pengisian daya listrik

2 tahun yang lalu


Berita
170.000 Mobil Listrik Hyundai Group Kena Recall, Bermasalah Dalam Pengisian Daya

Hyundai Group menarik kembali 170 ribu mobil listrik mereka karena ada masalah pada software untuk pengisian dayanya.

2 tahun yang lalu


Mobil Listrik
Teknologi Active Air Rok Dari Hyundai Mampu Menambah Jarak Tempuh Mobil Listrik, Begini Cara Kerjanya

Ada teknologi baru yang diperkenalkan Hyundai Group yaitu Active Air Rok. Penemuan ini disebut-sebut mampu menambah jarak tempuh mobil listrik.

2 tahun yang lalu


Berita
Recall Jutaan Mobil Di Amerika Awal Tahun 2024

Pabrikan raksasa semua

2 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Mitsubishi Fuso Perluas Ekosistem Aftersales, Fokus Tekan Waktu Perawatan Armada

Mitsubishi Fuso Zero Down Time aftersales dikembangkan PT KTB melalui integrasi telematika, advisor on-site, dan perluasan jaringan servis untuk tekan downtime armada niaga.

2 jam yang lalu


Berita
Honda Super-ONE Dijual Rp 438 Juta, Lebih Mahal Dari Rata2 EV Tiongkok

Harga Honda Super-ONE resmi dirilis Rp 438 juta. Sudah bisa dipesan di GIIAS 2026.

2 jam yang lalu


Berita
XPENG Tak Sekadar Hadir di GIIAS 2026, Bawa Komitmen Jangka Panjang Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

XPENG GIIAS 2026 komitmen jangka panjang ekosistem kendaraan listrik Indonesia tercermin dari partisipasi mereka yang menghadirkan berbagai inovasi mobilitas pintar di ajang tersebut.

3 jam yang lalu


Berita
Polytron G3+ Special Collaboration Edition Resmi Hadir, Dapat Upgrade Senilai Rp40 Juta

Polytron G3+ Special Collaboration Edition resmi meluncur di GIIAS 2026. Hadir dengan kolaborasi HSR dan Triple 9, mobil listrik ini mendapat upgrade senilai Rp40 juta dengan tambahan harga Rp20 juta.

4 jam yang lalu


Berita
Dekkalive Trio, Dashcam Tiga Kamera yang Bisa Dipantau Langsung dari Smartphone

DVR terbaru dari Dekka dilengkapi dengan tiga kamera dan merupakan tipe online yang bisa diakses melalui perangkat smartphone.

6 jam yang lalu