Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Bus Listrik, Dulu Hingga Kini

Permasalahan bus listrik zaman dulu dan sekarang tetap sama, walau model masa kini sudah jauh lebih sempurna.
Berita
Senin, 27 April 2020 15:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Salah satu yang memberikan revolusi besar dalam kehidupan manusia adalah mulai digunakan tenaga listrik dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk pada kendaraan bermotor listrik. Salah satunya di sektor komersial, dengan bus listrik.

Bus listrik seolah memberikan solusi ganda, yaitu sebagai angkutan penumpang, sekaligus menjadi penyelamat lingkungan karena nol emisi.

Namun jika ditarik ke belakang, keberadaan bus listrik bukanlah sesuatu yang baru. Bahkan sudah muncul sejak abad ke-19, baik di Eropa ataupun Amerika Serikat, kehadiran bus listrik lebih dahulu dibandingkan bus bermesin pembakaran dalam.

Sosok kehadiran bus listrik, dipercaya terjadi pada 1835 melalui inovasi Thomas Davenport, asal Amerika, yang mengenalkan sebuah kereta dengan penggerak motor listrik sederhana yang digunakan untuk pengoperasian jarak pendek.

BACA JUGA

Masalah utama yang dihadapi oleh Davenport adalah pada baterai yang memakan ruang, cukup berat, durasi pemakaian yang singkat dan waktu pengisian yang lama. Sehingga karya pria asal Vermont, Amerika Serikat Ini pun dinilai tidak praktis dan tidak diminati.

Keberhasilan William Morrison dari Des Moines, Iowa, Amerika Serikat dalam inovasinya menciptakan mobil listrik pertama di dunia pada 1890, membawa harapan baru. Mobil bikinan Morrison ini mampu melaju dengan kecepatan 6 hingga 12 mill/jam (19 km/jam) dengan jarak tempuh maksimal 100 mil (160 km), sebelum pengisian ulang baterai dengan 24 sel yang digunakannya.

Namun kehadiran mobil setrum ini makin tergerus habis, seiring semakin maraknya penggunaan mesin bakar dalam dunia otomotif.  Tidak ada catatan bahwa Morrison membuat bus berdasar temuannya ini, namun ia memberikan inspirasi pada penemu lainnya, salah satunya Thomas Alva Edison yang kemudian membuat bus elektriknya pada 1915.

Bus listrik ciptaan Thomas Alva Edison 

Kendaraan listrik menjadi daya tarik tersendiri pada saat itu, karena suaranya yang halus, tidak menimbulkan bau (hasil pembakaran) yang tidak mengenakkan dan juga tidak perlu mengengkol mesin untuk menghidupkannya.

Bahkan pada akhir awal tahun 1900, mobil listrik mendominasi jalanan di Amerika dan mengalahkan mobil dengan mesin bakar.

Tetapi, perkembangan teknologi membawa banyak peminat terhadap mobil bermesin bakar. Seperti adanya electric motor starter, lantas harga mobil yang murah serta penyebaran jaringan penjual bahan bakar bensin yang semakin meluas.

Hal ini yang membuat kendaraan listrik seolah berhenti di tempat dengan segala kekurangannya yakni teknologi pada baterai yang masih perlu diisi dalam waktu yang lama, juga bobot yang berat.

Alhasil pada 1935 tidak ada lagi kendaraan ataupun bus listrik yang dipasarkan dan industri otomotif sepenuhnya berpaling ke mesin bakar.

Tetapi kondisi pun berubah, ketika kendaraan dan bus listrik kembali dilihat sebagai sesuatu yang seksi, ketika krisis minyak menghantam dunia pada tahun 70-an dan disusul oleh krisis emisi udara yang terjadi sesudahnya.

Seperti kita lihat saat ini, karena kebutuhan akan udara yang lebih bersih, mobil atau bus listrik kembali menjadi trend. Namun demikian kendaraan listrik tetap  membawa ciri lamanya yang belum bisa tuntas dihilangkan yakni, harga yang mahal, bobot yang lebih berat  dan juga waktu pengisian baterai yang masih tergolong lama.

Kendati sudah jauh lebih sempurna, namun hal-hal tersebut masih jadi kendalanya.


Tags Terkait :
Bus Listrik Sejarah Bus Listrik Thomas Davenport
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Truk
MAN Peduli Driver Wanita

Seharusnya bisa jadi panduan buat kegiatan serupa di Indonesia

2 tahun yang lalu


Berita
Denmark Berlakukan Peraturan Bus Tanpa Emisi Mulai 2021

Mulai tahun depan, semua bus baru untuk transportasi umum di kota Kopenhagen, Aarhus, Odense, Aalborg, Vejle, dan Frederiksberg hanya mengandalkan tenaga listrik

5 tahun yang lalu

Bus
Tiga Bus Kota Listrik Ini Siap Diadu untuk Rebut Mahkota 'Bus of the Year 2019' Eropa

Bus listrik Heuliez GX, bus Irizar ie-Tram dan Mercedes-Benz Citaro Light Hybrid seluruhnya pernah ditampilkan ke publik sekaligus menjadi premier (penampilan perdananya) di Busworld Koryrijk 2017.

8 tahun yang lalu

Bus
Ini Jumlah Bus di Seluruh Indonesia Bulan Juni 2026

Data per 1 Juni 2026 mencatat 313.385 unit bus di seluruh Indonesia. Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Timur menjadi tiga provinsi dengan populasi bus terbanyak.

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Kebakaran Pabrik BYD Subang Masih Dalam Investigasi

Kebakaran pabrik BYD terjadi pada bagian atap.

1 jam yang lalu


VIDEO: Crash Test MG 7 (ANCAP)

MG 7 telah menjalani crash test. Simak hasil lengkapnya.

Berita | 4 jam yang lalu


Berita
Audi Q5 Sportback Resmi Meluncur Di Indonesia, Harga Mulai Rp 1,9 Miliar

Audi Q5 Sportback resmi meluncur di tanah air. Simak spesifikasinya.

5 jam yang lalu


Bus
Indonesia Stop Impor Solar Bulan Juli 2026, Akan Diganti B50

Indonesia stop impor solar Juli 2026 diganti B50. Pemerintah akan menerapkan biodiesel 50 persen berbasis sawit mulai 1 Juli 2026 untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

6 jam yang lalu


Tips
Lampu Sein Jadi Bahasa Manuver Aman Di Jalan

Cara menggunakan lampu sein yang benar untuk manuver aman di jalan dijelaskan Training Director SDCI. Pahami jarak dan timing yang tepat saat berbelok, menyalip, atau keluar dari parkir.

19 jam yang lalu