Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Ucapkan Selamat Tinggal Pada Ban Serep 'Konde'

Dulu sempat menjadi tren, kini perlahan-lahan mulai ditinggalkan.
Berita
Sabtu, 14 April 2018 10:00 WIB
Penulis : Avicena Pratikto


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Ban cadangan yang dipasang pada pintu belakang mobil atau kini sering disebut sebagai 'konde' sempat menjadi tren di era 2000an, kala itu pabrikan kerap menganut desain 'konde' yang dinilai menambah unsur estetika pada mobil sekaligus kepraktisan mengakses ban cadangan.

Tren ini awalnya sangat kental diterapkan pada SUV yang ditujukan untuk off-road atau utilitas. "Ban cadangan yang diletakkan di belakang ditujukan agar ground clearance lebih tinggi dan departure angle lebih besar sehingga mudah melewati medan yang tak rata," ujar Julian Johan, pembalap nasional Speed Off Road kepada OtoDriver.

Mobil utilitas tinggi seperti Land Rover Defender dan Toyota Land Cuirser pada awalnya juga mengaplikasi konde sebagai identitas SUV yang tangguh. Desain ini pun banyak ditiru oleh SUV bahkan MPV yang umum dijumpai seperti Toyota Rush dan Isuzu Panther.

Lantas apa sebabnya kini tren konde tak lagi banyak digunakan pada SUV atau MPV modern? Misalnya pada Toyota Rush dan Daihatsu Terios yang pada generasi kedua ini kehilangan kondenya.

"Sekarang ban cadangan diletakkan di bawah pada bagian belakang mobil," ujar Bansar Maduma, Product General Manager PT Toyota Astra Motor. "Memang trennya saat ini seperti itu (tidak pakai konde). Tapi tentu ada keunggulan ban belakang diletakkan di bagian bawah," lanjut Bansar (10/4).

Ban cadangan yang diletakkan di bagian bawah diyakini ampuh memberikan ruang lebih besar dibandingkan dengan di bagian belakang mobil. "Space untuk penumpang dan bagasi jadi lebih besar untuk mengakomodasi 7 penumpang. Ini juga berdasarkan study yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia," tutupnya.

Dengan kemunculan Rush dan Terios generasi terbaru yang tanpa konde, maka praktis kini model yang masih menganut penggunaan ban serep konde hanyalah Mercedes Benz G-Class.


Tags Terkait :
Ban Cadangan Toyota Rush SUV Daihatsu Terios Isuzu Panther
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Ucapkan Selamat Tinggal Pada Ban Serep 'Konde'

Dulu sempat menjadi tren, kini perlahan-lahan mulai ditinggalkan.

7 tahun yang lalu


Berita
Ban Serep 'Konde' Menghilang, Apa Kekurangan dan Kelebihannya?

Simak pendapat seorang jawara off road Indonesia mengenai tren hilangnya ban serep model 'konde' berikut ini.

7 tahun yang lalu


Berita
GIIAS 2017: Toyota Rush Tanpa Ban Serep Goda Pengunjung

Berbasis TRD Sportivo, Toyota Rush dimodifikasi tanpa ban serep yang menempel di pintu belakang.

8 tahun yang lalu


Berita
Mengenal Sejarah Honda CR-V, Dari Gen 1 Hingga Gen 6

Termasuk SUV ‘mahal’ di setiap generasinya tapi punya fans fanatik yang kuat

4 minggu yang lalu


Terkini

First Drive
FIRST DRIVE: Geely EX2 Pilihan Menarik EV Entry Level

Geely EX2 menjadi salah satu mobil listrik yang baru saja hadir di Indonesia.

10 menit yang lalu


Berita
Lambang Flying Lady Milik Rolls-Royce Dulunya Adalah Tutup Radiator

Rolls-Royce jadi pabrikan mobil pertama yang menjadikan ornamen pada tutup radiatornya sebagai maskot.

5 jam yang lalu


Berita
Dealer Geely Bakal Layani Konsumen Aletra

Geely saat ini tengah mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

6 jam yang lalu


Berita
Changan Akan Hadirkan Produk DI IIMS 2026 Meskipun Tanpa Insentif Mobil Listrik

Targetkan buka 20 dealer baru tahun ini

7 jam yang lalu


Berita
Dari Insiden CV Joint Lepas L8, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

Insiden rusaknya CV joint Lepas L8 saat media test drive Driving Control Challenge. Apa yang sebenarnya terjadi?

18 jam yang lalu