Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Permukaan Jalan Rusak Utamanya Bukan Karena Truk Overload, Tapi...

Kendati demikian, ada beberapa hal yang menyebabkan jalanan mudah rusak.
Berita
Senin, 5 Maret 2018 10:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Kerusakan kontur jalan raya memang kerap ditemui di Indonesia. Beberapa faktor pun dituding menjadi penyebab rusaknya jalanan.

Lantas, benarkah penyebab utama kerusakan jalan disebabkan oleh kendaraan niaga seperti truk yang kelebihan muatan? Kyatmaja Lookman selaku Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengungkapkan bahwa truk kelebihan muatan adalah salah satu faktor penyebab rusaknya kontur jalan, tetapi bukanlah penyebab utamanya.

“Jadi argumentasi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) selalu mengatakan truk yang overload itu eksponensial. Tapi mereka buka data juga. Kerusakan jalan terbesar yang disebabkan oleh truk kelebihan muatan itu hanya 30 persen-an. Sisanya itu disebabkan oleh konstruksi dan drainase,” pungkas Kyatmaja ketika ditemui di helatan GIICOMVEC 2018 (2/2).

Sambungnya, jalanan rusak jarang ditemui pada saat musim kemarau tapi sering ditemui pada saat musim penghujan.

“Waktu itu kita juga pernah mengikuti rapat Asian Truck Federation. Saat itu, teman-teman dari Jawa Tengah mengatakan bahwa jalanan rusak ketika musim hujan tetapi ketika musim kemarau jalanan tidak rusak. Nah itu berarti kan drainase,” ujarnya.

Kyatmaja tutut menambahkan, drainase memegang peranan penting terhadap konstruksi jalanan. Jika drainase buruk, maka air tidak akan mengalir di jalanan tersebut dan mengakibatkan jalan rusak.

“Drainase itu memegang peranan utama. Misalkan hujan, jalanan pasti bolong-bolong. Itu karena airnya tidak mengalir dengan baik. Jadi kami bukanlah penyebab utama kerusakan jalanan,” tutup Kyat.


Tags Terkait :
Kerusakan Jalan GiICOMVEC Lalulintas
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Permukaan Jalan Rusak Utamanya Bukan Karena Truk Overload, Tapi...

Kendati demikian, ada beberapa hal yang menyebabkan jalanan mudah rusak.

7 tahun yang lalu


Tips
Awas Jika Ada Bunyi Yang Aneh Di Kaki-Kaki Mobil Anda

Pemeriksaan kaki-kaki secara cermat wajib dilakukan secara berkala.

1 hari yang lalu


Tips
Awal Kecelakaan Di Tol Karena Bengong Dan Kelelahan

Selalu waspada dengan kondisi tubuh agar konsenterasi mengemudi tetap maksimal.

1 hari yang lalu


Tips
Pantau Tekanan Udara Ban Cara Toyota

Cara pantau tekanan udara ban Toyota ala Auto2000 cegah pecah ban akibat kempis. Technical Leader Aries Budiarto ungkap risikonya.

1 hari yang lalu


Terkini

First Drive
Mitsubishi Xpander HEV Tidak Akan Meluncur Di Indonesia Tahun Ini

Kapan rilis Mitsubishi Xpander HEV di Indonesia? Tak tahun ini. Hybrid 2026 fokus XForce HEV dan Destinator MHEV, Xpander HEV mungkin 2028 dengan gen 2.

4 jam yang lalu


Berita
Toyota Siapkan Rival Ford Raptor. Dilabeli Sebagai TRD Hammer

Toyota siapkan TRD Hammer sebagai rival Ford Raptor berbasis Tundra. Mesin V6 twin-turbo hybrid 3.4L capai 437 hp, respons terhadap Ram TRX.

5 jam yang lalu


Berita
Mudik In Style 2026 : Perfoma Audi Q8, Mampu Melupakan Kekurangannya

Harga Audi Q8 RS 55 TFSI di Indonesia Rp 2,83 miliar. Performa V6 340 hp dan quattro unggul di Mudik in Style 2026, meski BBM boros 5,6 km/liter.

6 jam yang lalu


Berita
Mudik in Style 2026 : Empat Alasan Xpeng G6 Pro Dipakai Sebagai Mobil Libur Lebaran

Alasan Xpeng G6 Pro dipilih Mudik in Style 2026: suspensi nyaman, efisiensi SUV listrik, arsitektur 800V fast charging, dan desain dewasa.

7 jam yang lalu


Berita
Bocoran EV Lamborghini Sebelum Dirilis Ke Pasaran

Lamborghini masih terus mengembangkan model bertenaga listrik murni yang dijadwalkan meluncur setelah 2030.

9 jam yang lalu