Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Jawaban Pertamina Soal Hilangnya Premium dari Peredaran

Inilah jawaban Pertamina soal kapan dihapusnya premium dari peredaran.
Berita
Rabu, 28 Maret 2018 11:00 WIB
Penulis : OtoDriver


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Belakangan ini diketahui bahwa Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan RON 88 lansiran Pertamina yang dinamai Premium mengalami penurunan dalam penjualannya. "Menurut berita yang bersumber dari BPH Migas menunjukkan ada penurunan. 2017 itu volumenya sekitar 12 juta liter tapi realisasinya hanya 7 juta liter," terang Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary PT Pertamina Persero (26/3).

Kemajuan ini juga didukung oleh kebijakan berbagai produsen mobil yang merekomendasikan mobil barunya untuk menggunakan BBM dengan RON minimal 92. Bahkan mobil-mobil LCGC dilengkapi dengan stiker rekomendasi tersebut. Tak hanya itu, kesadaran masyarakat juga semakin bertumbuh untuk menggunakan BBM yang berkualitas sesuai dengan spesifikasi kendaraannya.

Menurut PERPRES No. 191 tahun 2014, Bahan Bakar Minyak yang diatur ada tiga jenis, yaitu jenis BBM tertentu yang di dalamnya termasuk minyak tanah dan solar, jenis BBM khusus penugasan meliputi BBM RON 88, dan jenis BBM umum. Premium termasuk dalam jenis BBM khusus penugasan yang wilayah distribusinya meliputi seluruh NKRI kecuali Pulau Jawa, Madura, dan Bali.

"Karena peraturan Premium yang sifatnya penugasan, kalau ditanya kapan dihapuskan, kami Pertamina tidak punya kuasa untuk mengubah PERPRES. Hal ini adalah wilayah pemerintah dan kami selaku badan usaha mengikuti instruksi dan arahan pemerintah," ujar Arya. "Untuk wilayah pulau Jawa, Madura dan Bali kami memang tidak diwajibkan, tapi kami masih menyediakan untuk kebutuhan konsumen karena masih ada yang pakai," tambahnya.

Namun, jika merujuk ke PERMEN No. 20 tahun 2017, telah disebutkan bahwa ada pembatasan untuk RON bahan bakar minimal 91 yang mulai diimpelementasikan pada Maret 2018. Hal ini menjadi tanda mulainya gerakan pemerintah untuk menaikkan standar emisi ke tingkat Euro 4 untuk mengurangi emisi mobil.

"Pertamina lebih menyediakan bahan bakar yang berkualitas, kalau pembatasan Premium itu ranahnya pemerintah. Harapan kami dapat segera beralih ke High Quality Product, karena faktanya kualiats udara di Jakarta jauh dari Standar WHO," tutup Arya.


Tags Terkait :
Pertamina Premium
O

OtoDriver

reporter

reporter

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Berita
Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak, BBM Nasional Dalam Kondisi Stabil

Pasokan BBM di SPBU swasta masih terjadi kelangkaan.

1 hari yang lalu


Berita
BBM Nonsubsidi Bisa Segera Turun Harga Lagi

Diperkirakan paling cepat akhir bulan Juli 2026 akan ada penyesuaian harga lagi mengiringi turunnya harga minyak global.

1 minggu yang lalu


Berita
Toyota Ikut Berperan Dalam Pengembangan Bietanol Indonesia

Saat ini sudah beredar di sejumlah SPBU dengan nama Pertamax Green berspesifikasi E5.

2 minggu yang lalu


Berita
Solar B50 Sudah Masuk SPBU, Harga Rp6.800 Per Liter

Pembelian tetap pakai barcode karena masuk kategori bahan bakar bersubsidi.

3 minggu yang lalu


Berita
Update Harga BBM 1 Juli 2026, Pertamax Turbo Hingga Pertamina Dex Turun

Harga BBM per 1 Juli 2026 mengalami penyesuaian. Berikut updatenya.

4 minggu yang lalu

Berita
Harga Pertamax Bulan Depan Berpotensi Turun Lagi

Potensi itu tidak lepas dari munculnya tren harga minyak dunia yang juga mulai melandai dan diperkirakan akan berlangsung sampai Desember 2026.

1 bulan yang lalu


Berita
ESDM: Harga BBM Nonsubsidi Bisa Turun

Pergerakan harganya secara langsung mengikuti tren harga minyak dunia.

1 bulan yang lalu


Berita
Harga Asli Pertalite Adalah Rp18.040 Per Liter

Harga yang dibayarkan konsumen sebesar Rp10 ribu per liter adalah harga setelah ada subsidi dari pemerintah.

1 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Mitsubishi Fuso Perluas Ekosistem Aftersales, Fokus Tekan Waktu Perawatan Armada

Mitsubishi Fuso Zero Down Time aftersales dikembangkan PT KTB melalui integrasi telematika, advisor on-site, dan perluasan jaringan servis untuk tekan downtime armada niaga.

10 menit yang lalu


Berita
Honda Super-ONE Dijual Rp 438 Juta, Lebih Mahal Dari Rata2 EV Tiongkok

Harga Honda Super-ONE resmi dirilis Rp 438 juta. Sudah bisa dipesan di GIIAS 2026.

40 menit yang lalu


Berita
XPENG Tak Sekadar Hadir di GIIAS 2026, Bawa Komitmen Jangka Panjang Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

XPENG GIIAS 2026 komitmen jangka panjang ekosistem kendaraan listrik Indonesia tercermin dari partisipasi mereka yang menghadirkan berbagai inovasi mobilitas pintar di ajang tersebut.

1 jam yang lalu


Berita
Polytron G3+ Special Collaboration Edition Resmi Hadir, Dapat Upgrade Senilai Rp40 Juta

Polytron G3+ Special Collaboration Edition resmi meluncur di GIIAS 2026. Hadir dengan kolaborasi HSR dan Triple 9, mobil listrik ini mendapat upgrade senilai Rp40 juta dengan tambahan harga Rp20 juta.

2 jam yang lalu


Berita
Dekkalive Trio, Dashcam Tiga Kamera yang Bisa Dipantau Langsung dari Smartphone

DVR terbaru dari Dekka dilengkapi dengan tiga kamera dan merupakan tipe online yang bisa diakses melalui perangkat smartphone.

4 jam yang lalu