Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Dikabarkan PHK 200 Karyawan, Ini Jawaban Mitsubishi Indonesia

Mitsubishi Indonesia sempat dikabarkan mem-PHK 200 karyawannya. Ini menambah ketakutan konsumen di tengah maraknya pabrikan hengkang. Apa tanggapan Mitsubishi?
Berita
Minggu, 21 Februari 2016 10:00 WIB
Penulis : Jeffry Yanto Sudibyo


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor (KTB) selaku distributor kendaraan Mitsubishi di tanah air yang berhubungan langsung oleh Mitsubishi Motor Corporation (MMC), sempat dikabarkan mem-PHK 200 karyawannya. Berita ini memang tidak santer, namun cukup sensitif bagi konsumen. Apalagi baru saja kita kehilangan Ford dan Abarth di Indonesia.

Mereka pun mengirim rilis pers untuk konfirmasi minggu ini. Mitsubishi menegaskan bahwa 200 karyawannya tidak dipecat khususnya yang bekerja di pabrik perakitan di PT Krama Yudha Ratu Motor (KRM).

Kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 200 karyawannya tersebut diklaim tidak benar. Sebab, PT KRM hanya melakukan Early Retirement Program (ERP), program ini ditawarkan pada seluruh karyawannya yang bersifat sukarela. Jadi karyawan yang mengambil pensiun dini itu diberikan sejumlah imbalan.

Ya, melalui program ini karyawan Mitsubishi mendapatkan benefit yang baik. Nah, dari kisaran 1.800 karyawan yang dipekerjakan oleh KRM, 183 karyawan mengambil program tersebut. Sehingga total karyawan yang masih tetap bekerja sekarang sekitar 1.600 orang.

BACA JUGA

Dengan catatan, program ini dilakukan karena penurunan permintaan kendaraan secara nasional. KRM sendiri memang merupakan anak perusahaan Krama Yudha Mitsubishi Group. Sebagai pabrik perakitan kendaraan niaga, niaga ringan dan kendaraan penumpang, mereka memang melakukan pengurangan secara suka rela tanpa paksaan, dan secara tegas menyatakan tidak melakukan PHK pada 200 karyawannya tersebut.


Tags Terkait :
Mitsubishi KTB
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Mesin Turbo Jadi Senjata Mitsubishi Destinator Bersaing Dengan Kompetitor

Mitsubishi Destinator bermesin turbo 163 PS dijajakan mulai Rp 395 -505 juta. Ini keunggulannya ketimbang kompetitor.

1 hari yang lalu


Berita
Mesin Mitsubishi Destinator Sama Dengan Eclipse Cross, Tapi Kok Performanya Berbeda? Ini Penjelasannya

Mitsubishi Destinator menggunakan mesin turbo berkode 4B40 dengan volume silinder 1.500 cc. Mesin ini sebelumnya pernah hadir di Indonesia melalui Mitsubishi Eclipse Cross beberapa waktu silam.

3 bulan yang lalu


Berita
Mitsubishi Resmi Buka Pesanan Destinator, Harga Resmi Saat GIIAS 2025

SUV terbaru Mitsubishi siap masuk pasar Indonesia. Simak perkiraan harga dan performa mesinnya.

4 bulan yang lalu

Berita
Nambah Rp 0, Bisa Dapat Edisi Khusus Mitsubishi Xforce

Ada beberapa tambahan fitur tanpa harus nambah biaya

1 hari yang lalu


Terkini

Bus
Penumpang Transjakarta Boleh Berbuka Di Dalam Bus Selama Ramadhan

Ada juga pembagian takjil gratis bagi penumpag yang berpuasa

3 jam yang lalu


Berita
Ford Usul Bikin Kerjasama Dengan Pabrikan China Untuk Bikin Mobil Di AS

Ford kemungkinan akan jalin kerjasama dengan pabrikan otomotif China untuk bikin mobil di AS

3 jam yang lalu


Berita
Komunitas VW ID Buzz Resmi Dideklarasikan

Komunitas pemilik Volkswagen ID. Buzz resmi terbentuk di Indonesia melalui deklarasi Volkswagen ID.

4 jam yang lalu


Berita
Land Rover Defender Trophy Edition, Nostalgia Legendaris Indonesia

Land Rover Defender Trophy Edition,merupakan sebuah tribute bagi Camel Trophy, sebuah kompetisi global yang hingga 4 kali digelar di Indonesia.

6 jam yang lalu


Berita
Nissan Gravite, Bisa Jadi Pesaing Calya Dan Sigra

Dibangun dari basis Renault Triber dengan tampilan serta fitur lebih berkelas

7 jam yang lalu