OTODRIVER - Kabin mobil yang lebih senyap menjadi nilai yang menambah kenyamanan berkendara. Salah satu upaya untuk menekan kebisingan yang menyusup ke dalam kabin mobil adalah dengan menggunakan double glass window pada sisi penumpang.
Saat ini double glass window di bagian sisi penumpang semakin banyak digunakan, salah satunya banyak ditemui di produk mobil China. Bahkan digunakan bukan pada mobil-mobil premium.
Ambil contoh mobil-mobil asal Tiongkok yang kini semakin jamak ditemui di Indonesia seperti: Changan S07, Xpeng X9, GWM Tank 500 dan masih banyak lagi.
Namun sebenarnya penggunaan kaca dobel ini bukan barang baru. Jendela kaca ganda dilaporkan telah digunakan di Eropa sejak awal 30an, tetapi di AS, paten untuk "unit kaca lembaran multi-lapis" (kemudian dikenal sebagai Thermopane) diajukan pada Oktober 1934 oleh Charles D. Haven untuk meningkatkan isolasi dan mengurangi pengembunan.
Awal penggunaan kaca dobel ini merujuk pada kaca depan. Di mana apabila terjadi benturan dan kaca pecah maka pecahan kaca tidak berhamburan. Jenis kaca dobel ini juga dikenal sebagai laminated glass.
Dari laminated glass inilah kemudian dikembangkan menjadi double glass window untuk bagian penumpang.
Sepanjang pertengahan abad ke-20, kaca berlapis ganda bukanlah standar untuk jendela samping, yang sebagian besar menggunakan kaca temper (tempered glass) untuk meminimalisir cedera akibat pecahan kaca yang tajam.
Namun, kendaraan mewah kelas atas atau eksekutif (seperti limusin lapis baja awal) mulai mengeksplorasi penggunaan kaca berlapis ganda untuk meningkatkan keamanan dan insulasi.
Pada era itu beberapa mobil yang menggunakan double glass window untuk bagian sisi penumpang salah satunya dapat kita jumpai pada Mercedes-Benz W140 alias S -Class yang menggunakannya sebagai standar.
Jenis kaca ini tidak digunakan sebagai standar pada model lainnya dalam jajaran Mercedes-Benz saat itu. (SS)
