Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Airbag Takata Kembali Menelan Korban Tewas

Lagi-lagi sebuah kabar yang tidak mengenakan beredar mengenai airbag Takata. Minggu lalu jatuh korban tewas di Amerika Serikat.
Berita
Sabtu, 9 April 2016 12:00 WIB
Penulis : Hariawan Arif


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Lagi-lagi sebuah kabar yang tidak mengenakkan beredar mengenai airbag Takata. Sebuah kecelakaan yang terjadi  pada Honda Civic rakitan tahun 2002 dan menewaskan pengemudinya diakibatkan oleh airbag buatan Takata ini.

Kasus kecelakaan ini terjadi di Fort Bend Country, Texas, Amerika Serikat 31 Maret yang lalu. Dikabarkan oleh Reuters, orang ini tewas dikarenakan terkena pecahan logam pada perangkat airbag yang meledak terlalu berlebihan.

Sang korban langsung tewas seketika di tempat kejadian dikarenakan pecahan logam yang merobek leher dan pembuluh darah besarnya. Padahal ia telah menggunakan seatbelt saat mengemudi.

Dalam berita tersebut dikatakan, remaja berusia 17 tahun yang mengendarai Civic ini menabrak sebuah Honda CR-V yang sedang menunggu kesempatan untuk bias berbelok ke kiri.

BACA JUGA

Pihak Honda juga mengatakan bahwa mereka telah menghubungi pemilik dari Civic tahun 2002 ini untuk dilakukan penggantian unit airbagnya, namun tidak ada respon kembali dari pemiliknya.

Sudah 10 orang korban tewas yang diakibatkan oleh airbag Takata, 9 di antaranya adalah melibatkan mobil Honda. Pihak Honda juga mengatakan bahwa mereka telah mengirimkan 9,9 juta surat, 11,9 juta kartu pos, 4,5 juta surat elektronik dan 12,8 juta telepon hingga menggunakan kampanye untuk menyampaikan kampanye tentang Takata ini. "Kami terus mendorong semua pemilik kendaraan yang terkena dampak untuk mencari perbaikan segera,” kata salah satu sumber dari Honda.

Saat ini dari total 14 pabrikan yang ada, mereka harus menarik sekitar 24 juta kendaraan yang melibatkan sekitar 28 juta inflator airbag Takata. Inflator airbag itu harus diganti karena dapat meledak dan membuat pecah komponen logam sehingga beterbangan menyebar ke seluruh bagian. 

Di Indonesia sendiri Honda sudah memanggil semua unit yang bermasalah. Bila Anda memiliki Honda dan mendapat panggilan, jangan tunda lagi. 


Tags Terkait :
Airbag Takata Honda
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Honda Indonesia Tak Bosan Ingatkan Konsumennya Recall Airbag

Hal ini berpotensi mengakibatkan cedera serius bahkan kematian.

7 tahun yang lalu


Berita
Berbagai Produk Honda di Malaysia Lagi-Lagi Recall

Honda Malaysia kembali melakukan Recall terkait cacat produk pada inflator Airbag pada beberapa modelnya.

7 tahun yang lalu


Berita
Airbag Takata (Kembali) Menelan Korban Jiwa di Malaysia

Diketahui sebuah mobil Honda City tahun 2004 mengalami kecelakaan dan pengemudi tewas seketika.

7 tahun yang lalu


Berita
Honda Indonesia: Banyak yang Malu Melakukan Recall

Bahkan pihak Honda tak percaya bahwa recall bisa menurunkan tingkat penjualan.

7 tahun yang lalu


Terkini

Truk
KTB Donasikan Mitsubishi Fuso Fighter Ke SMK Negeri 3 Mataram

Sinergikan industri dengan pembinaan talenta untuk penyebaran pengetahuan dunia otomotif

35 menit yang lalu


Berita
Ini Sosok Mahindra Scorpio Yang Bakal Dipakai Proyek Koperasi Merah Putih

Mahindra Scorpio disebut sebagai dari 105 ribu unit mobil India di proyek KDKMP

5 jam yang lalu


Berita
Punya Opsi 4x4 dan 4x2 GWM Tank 300 Dan Tank 500 Diesel, Mana Yang Lebih Gacor?

Varian diesel GWM Tank 300 dan 500 punya pencapaian yang beda

6 jam yang lalu


Bus
Ini Daftar Halte Transjakarta Yang Ada Mushalla

Agar penumpang lebih nyaman selama bulan Ramadhan.

16 jam yang lalu


Tips
Pantau Tekanan Udara Ban Cara Toyota

Cara pantau tekanan udara ban Toyota ala Auto2000 cegah pecah ban akibat kempis. Technical Leader Aries Budiarto ungkap risikonya.

19 jam yang lalu