Adanya virus corona yang diikuti dengan pembatasan penumpang bus antarkota membuat harga tiketnya melambung tinggi. Penurunan harganya cukup signifikan. Sekitar Rp 100-150 ribu.
5 tahun yang lalu
Armada yang sudah beroperasi adalah Bus Kota Bandung dan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Lampung.
Harga tiket akan lebih mahal dan hanya bisa dibeli secara online
6 tahun yang lalu
Mulai pekan lalu, Damri membuka keberangkatan bus bandara dari Mojokerto (Terminal Kertajaya) ke Bandara Juanda di Surabaya.
General Manager Damri Cabang Pontianak, Yulianto, mengatakan bahwa penghentian sementara tersebut bermaksud untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).
Bus dengan rute Dipatiukur-Jatinangor ini, ditujukan bagi penumpang umum yang dirancang ramah bagi penyandang disabilitas dan lansia. Ini karena lantai dek bus yang rendah.
Banyak perusahaan otobus dengan rute Jakarta-Padang (Sumatra Barat) turut menurunkan harga tiketnya. Setidaknya sejak awal Maret, beberapa PO melakukan 'perang tarif'.
Seluruh dunia kini tengah mewaspadai virus corona. Bahkan PBB menyebutkan saat sudah menjadi pandemik yang menjangkit 114 negara.
Sebelumnya, Bandung sudah memiliki bus rapid transport (BRT) bertipe High Deck. Serta bus wisata dalam kota, Bandros. Kini hadir bus bertipe Lower Deck dari Damri.
Perum Damri yang membuka layanan perjalanan dari Bandar Lampung dan Talang Padang di Lampung, ke Palembang, Sumatra Selatan via Tol Trans Sumatra.
Ada tiga trayek yang dilayani oleh medium bus tersebut. Tarif yang dikenakan untuk semua rute sebesar Rp 6.000 untuk penumpang umum. Sedangkan tiket pelajar hanya Rp 2.000.
Tarif baru di ruas Tol Dalam Kota berlaku mulai Jumat 31 Januari pukul 00.00. Penyesuaian ini ada yang mengalami kenaikan harga ada pula yang turun.
Beberapa ruas tol di ibukota mengalami penyesuaian tarif.
Bus Damri berwarna biru nomor polisi B 7509 PD rute Bekasi-Bandara Soekarno-Hatta ini menghantam beton di tengah jalan tol yang memisahkan lajur pembatas jalan
Mulai 20 Januari 2020, Damri membuka angkutan perintis di wilayah Lubuklinggau, Sumatra Selatan.