Tak jarang malfungsi di rem membawa kecelakaan fatal di jalan raya. Sebenarnya pihak pabrikan sudah mengantisipasi dengan adanya fitur tambahan di pengereman. Apa saja?
5 tahun yang lalu
Ban bocor atau hilangnya tekanan angin yang disebabkan tertusuk benda asing merupakan kejadian yang sering terjadi.
Tekanan angin pada ban tentunya punya peranan sangat penting dan vital untuk mobil.
Belakangan ini sempat viral kejadian pengguna di jalan tol yang mengalami pecah ban.
Seperti bisa dilihat, truk ini menampilkan grafis warna merah-biru dengan dominasi putih.
Ironisnya tak sedikit juga kecelakaan beruntun yang dialami kendaraan niaga berukuran besar seperti bus atau truk.
Rata-rata pengendara yang disurvei menyatakan mengganti ban dilakukan setiap 2-4 tahun sekali.
Makin tegasnya penertiban, mendapat respons dari Isuzu yang menyatakan jika pihaknya taat aturan dan mengikuti segala regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Seperti data dari Michelin Indonesia yang mengungkap masih banyak pengendara mobil enggan memeriksa kondisi tekanan angin rutin.
Isuzu mengakui jika di tahun 2021 ini pihaknya optimistis akan adanya perbaikan pasar. Namun kondisi tersebut belum bisa dikatakan normal meski ada vaksin corona.
Dapat dilihat modifikasi yang dilakukan pada truk-truk di Pakistan terbilang nyeleneh. Kenapa?
Ternyata, ada beberapa cara untuk meminimalkan risiko lakalantas dan meningkatkan keamanan mengemudi dan berkendara di jalanan.
Dalam kompetisi Dakar 2021 selama 12 etape yang berlangsung, BFGoodrich Service Center telah memasang dan melepaskan sekitar 3.800 ban.
Bisa dilihat, truk-truk sekelas Isuzu Giga dan Hino Ranger tampil serba kinclong dengan aksen krom dan penggunaan pelek aluminium serta kelir yang ngejreng!
Dimulai dari memperbaiki kebiasaan berkendara hingga perawatan sistem pengereman.