OTODRIVER – Mobil bekas masih punya daya tarik tersendiri di tengah gencarnya kedatangan mobil-mobil baru yang ada saat ini. Salah satu yang menarik adalah Suzuki Ertiga generasi pertama.
Mobil ini mulai diperkenalkan di Indonesia sejak 2012 silam dan kiprahnya berakhir pada 2018. Mobil ini terbagi atas beberapa trim level mulai dari GA (tipe termurah), GL (menengah), dan GX (tertinggi). Suzuki juga merilis dua trim khusus yang lebih mewah pada awal 2016, yaitu Dreza dan Dreza GS.
Model-model sebelumnya hanya tersedia dengan transmisi manual 5 percepatan. Pada 29 Januari 2013, varian GL dan GX mendapatkan gril depan krom dan AC dobel blower. Transmisi otomatis 4 percepatan tersedia untuk varian GL dan GX mulai 17 Mei 2013.
Menurut penuturan pedagang mobil seken dari Restu Motor Bekasi, Jafar Umar mengatakan bahwa mobil ini masih jadi salah satu favorit mobil pembeli saat ini.
“Mobil ini enak dipakai, empuk dan juga irit jadi masih terus dicari,” terangnya saat ditemui, Jumat (10/07/2026). Tapi pria yang akrab disapa Pay ini mengatakan bahwa untuk mencari unit yang benar-benar sesuai dengan keinginan harus rela bersabar dan rajin berburu informasi.
“Karena irit dan enak dipakai, serta bisa angkut banyak penumpang, menjadikan mobil ini sering diandalkan jadi kendaraan yang dipakai harian. Umumnya kilometernya udah banyak,” imbuhnya.

Harga
Berbincang mengenai harga, unit Ertiga Gen 1 ini sudah berada di zona harga yang cukup bersahabat dan terjangkau.
Mengutip dari OLX, Ertiga Gen 1 terpantau ditawarkan dikisaran harga 85 juta hingga 150 juta.
“Harga bisa sangat beragam tergantung dengan kondisi dan juga trimnya. Selain itu juga pilihan transmisinya. Umumnya transmisi matik lebih mahal sekitar 5 jutaan,” sahut Toto Catur Nugroho yang juga punya dealer mobkas di seputaran Bekasi.
“Walau tahunnya tua tapi jika kondisinya bagus bisa saja harganya tinggi. Ini hal yang sebenarnya wajar di jual beli mobil seken,” sambung pria yang hobi off-road ini.
Selanjutnya Toto mengatakan bahwa ada varian diesel 1.300 cc yang juga pernah ditawarkan, tapi jumlahnya cukup sedikit dan unit sekennya terbilang susah didapat. “Ini mobil ada fitur mild hybrid, unitnya jarang dan harganya pun relatif gelap. Bahkan ada yang sampai di atas Rp 150 jutaan untuk tahun paling muda. Hanya saja tidak punya opsi transmisi otomatis,” imbuhnya.
Mengutip data dari OLX berikut kisaran harga Ertiga Gen 1:
- Tahun 2012–2013: Rp 85 juta – Rp 110 juta
- Tahun 2014–2015: Rp 110 juta – Rp 135 juta
- Tahun 2016–2017: Rp 125 juta – Rp 150 juta

Perawatan
Mobil ini mengandalkan mesin bensin 1.400 cc berkode K14B yang diakurkan dengan girboks manual 5 speed dan matic 4 speed.
Mesin bensinnya sangat mudah dirawat dan punya sparepart yang melimpah. “Umumnya mesin Ertiga ini ngga rewel dan bandel. Dengan penggantian oli yang rutin mampu menjaga kondisi mesinnya dengan baik,” sambung Toto.
Hanya saja untuk versi dieselnya memang tidak segampang mencari sparepart versi bensin.
“Sparepartnya pun relatif terjangkau bahkan jika dibandingkan rivalnya, banderolnya pun biasanya ada di bawahnya,” terang Febrianto dari Toko Sparepart Union, Jatimakmur Pondok Gede.
“Bisa dikatakan sparepart orisinal bisa didapatkan semua. Kalo pun ada yang inden biasanya sebatas slow moving atau body part,” bebernya. “Hanya saja untuk versi dieselnya, di tempat kami harus inden pemesanan dulu,” lanjutnya.
Selain itu jika melakukan servis di bengkel resmi pun harganya tidak sampai memberatkan. “Awalnya sempat kaget melihat servis dan ongkosnya. Ngga nyangka harganya terjangkau untuk ukuran bengkel resmi,” terang Made Sukma Irawan salah satu pemilik Ertiga besutan tahun 2015.

Kelemahan
- Performa puncaknya 90-93 hp dan torsi 130 Nm. Meski terkenal irit tapi performa mesin terbatas dan terasa pas-pasan saat diisi penumpang penuh.
- Kaki-kaki tidak terlalu kokoh dan suspensi belakang rentan ambles.
- Ruang baris ketiga sempit.
- Kekedapan kabin kurang, suara ban merayap sampai ke dalam kabin.
- Pembungkus lingkar kemudi menggunakan kulit sintetis yang gampang mengelupas lapisan atasnya.
- Interior berwarna terang, rentan kotor.
- Desainnya relatif tidak langsung mudah diterima jika dibanding rivalnya, walau tidak bisa dikatakan jelek. (SS)









