OTODRIVER - Wakil Ketua sekaligus mantan CEO Toyota, Koji Sato, menyerukan agar produsen mobil Jepang berbagi komponen yang tidak terlihat maupun disentuh pelanggan sebagai langkah untuk memangkas biaya dan menghadapi meningkatnya persaingan dari produsen otomotif China.
Sato, yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Produsen Mobil Jepang (Japan Automobile Manufacturers Association/JAMA), sebelumnya telah mendorong pelonggaran standar kualitas Toyota yang sangat ketat pada aspek-aspek yang tidak dirasakan langsung oleh pelanggan. Menurutnya, langkah tersebut dapat mempercepat waktu pengembangan produk sekaligus meningkatkan daya saing terhadap produsen China.
"Kecuali ada perubahan, kita tidak akan bisa bertahan," kata Sato, dilansir laman Drive, Sabtu.
Kini, mantan petinggi Toyota itu mengusulkan agar berbagai komponen dikembangkan dengan satu standar yang sama atau digunakan bersama oleh berbagai merek guna menekan biaya dan mengurangi inefisiensi.
Melalui rencana tersebut, Honda, Mazda, Mitsubishi, Nissan, Subaru, Suzuki, dan Toyota akan bekerja sama dengan para pemasok untuk menetapkan standar tunggal bagi komponen yang tidak terlihat maupun tidak dioperasikan langsung oleh pelanggan.

Kerja sama itu dapat mencakup kesepakatan mengenai spesifikasi material, suspensi, komponen elektronik, hingga sistem pengatur suhu (climate control). Selain itu, produsen juga dapat memperluas penggunaan unit kontrol, motor, dan aktuator yang dapat dipertukarkan di berbagai model kendaraan.
Meski persaingan global dari produsen mobil China terus meningkat, Sato menolak anggapan bahwa langkah tersebut merupakan respons langsung terhadap cepatnya proses pengembangan dan metode produksi berbiaya rendah yang diterapkan produsen China.
Namun, Sato sebelumnya pernah menjadikan kemampuan rekayasa teknik (engineering) China sebagai tolok ukur bagi industri otomotif Jepang.
Proses standardisasi yang diusulkan Sato juga dinilai dapat membantu industri otomotif Jepang menyederhanakan pengembangan teknologi baterai dan pengisian daya kendaraan listrik (EV), mengembangkan platform infotainment yang kompetitif dengan antarmuka pengguna yang berbeda namun menggunakan perangkat keras yang sama, serta mengurangi variasi komponen mulai dari klip, pengikat, hingga wiring harness.
Usulan tersebut telah mendapat dukungan dari CEO Nissan Ivan Espinosa. Meski demikian, para analis industri memperingatkan bahwa proses koordinasi dan kesepakatan di antara tujuh produsen yang saling bersaing berpotensi memperlambat, bukan mempercepat, proses pengembangan. (AB)
#persaingan-brand-jepang-dengan-china #mobil-jepang #fitur-mobil-jepang #perang-dagang-jepang-n-cina #mobil-baru-jepang











