BerandaMobilityBus

Soal Penyimpanan Solar B50 Di SPBU Masih Perlu Diwaspadai

Potensi kondensasi di kondisi cuaca pancaroba sangat dikhawatirkan.
Bus
Penulis: Erie W. Adji
Minggu, 24 Mei 2026 15:00 WIB
Bus - Soal Penyimpanan Solar B50 Di SPBU Masih Perlu Diwaspadai

Salah satu tujuan program B50 untuk kurangi subsidi Rp48 triliun per tahun (Foto :ESDM)

Bagikan ke:

BUS-TRUCK – Pemerintah akan merilis pemakaian bahan bakar biodiesel B50 mulai bulan Juni depan. 

Seperti dikutip dari Antara beberapa waktu lalu (21/4), Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, pemakaian bahan bakar nabati itu merupakan ujung dari rangkaian uji coba secara langsung yang dilakukan sejak bulan Desember 2025 dengan menempuh jarak 4—50 ribu kilometer. 

Ada sembilan unit kendaraan bermotor yang ikut serta dalam group test itu, semuanya disimulasikan untuk bisa mewakili kendaraan dengan kapasitas kurang dari 3,5 ton atau mobil penumpang. 

Dipakai juga kendaraan dengan kapasitas lebih dari 3,5 ton, seperti truk besar dan bus.

Adapun data sementara yang menunjukan soal tes kandungan air, angkanya 208,81 ppm yang masih di bawah toleransi 300 ppm sebagai kadar air maksimal. Pada B40 toleransinya 320 ppm. 

Data lain juga menjelaskan bahwa pemakaian B50 telah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan dengan kandungan FAME 49-50 persen, indikator ini potensi pembakaran bahan bakar di ruang bakar mesin.  

Soal potensi monogliserida atau pengendapan serta stabilitas oksidasi formula B50 juga memenuhi batas yang dipersyaratkan sesuai rekomendasi Komite Teknis Bioenergi Cair.

Baca juga: Uji BBM B50 Akan Selesai Bulan Depan, Diberlakukan Juli 2026 

Baca juga: Pertamina Uji Coba Bio Solar B30

Awak bus butuh pelatihan tersendiri saat bus mogok 

Ditemui langsung di ajang Busworld beberapa waktu lalu (20/5), Sekjen Organda, Kurnia Lesani Adnan, tak menyangkal bahwa B50 layak untuk dijadikan bahan bakar untuk kendaraan komersial. 

Namun ia menyoroti soal baku mutu B50 saat sudah di SPBU, terutama di musim pancaroba seperti yang sedang terjadi saat ini. 

Kondisi seperti itu menurutnya punya potensi kondensasi yang hasilnya berupa penggumpalan materi nabati yang tidak bisa dipadukan lagi di dalam dispenser milik SPBU. 

Jika mesin dan tangki yang sudah kemasukan B50 dengan standar mutu yang sudah ditetapkan bisa membuat mesin terganggu performanya. 

Karena kemungkinan berubahnya bahan bakar B50 menjadi cairan padat atau jelly di dalam tangki kendaraan ataupun di saluran bahan bakarnya masih besar. 

Belum lagi kesiapan kru armada yang akan berupaya mengatasi kendala di tengah perjalanan akibat tersumbatnya saluran bahan di bus maupun truk. 

Foto - Soal Penyimpanan Solar B50 Di SPBU Masih Perlu DiwaspadaiLokasi filter solar di mesin Volvo B11R cukup tersembunyi, bukan hal mudah untuk menjangkaunya (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Pengalaman saat menghadapi dampak pemakaian solar busuk boleh jadi sudah tak perlu diragukan, pria yang akrab dipanggil Sani itu, menyebutkan sudah lazim di awak bus membawa filter solar cadangan.  

Namun untuk membuat solusi darurat atas penyumbatan akibat cairan padat B50 masih perlu waktu lagi.

Disebutkan juga oleh petinggi PO SAN Transport itu bahwa ada alat berjenis katalisator yang akan bisa menyerap kandungan air berlebih dengan harga Rp10-15 juta per unitnya. 

Potensi alat inipun juga belum bisa dipastikan lagi mengingat banyak perbedaan fisik yang signifikan antara solar konvesional dengan B50. 

Biar begitu, Sani memungkaskan bahwa program pemerintah itu memang perlu didukung meskipun setiap stakeholder butuh waktu agar pelaksanaannya efektif. (EW) 

Foto - Soal Penyimpanan Solar B50 Di SPBU Masih Perlu DiwaspadaiPosisi filter solar di truk Mercedes-Benz Arocs, dimensi komponen yang sama di mesin bus tidak berbeda (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

#b50 #bus

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan ke:

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.