Limbah Baterai Mobil Listrik Ancaman Masa Depan Yang Perlu Diantipasi Dari Sekarang

Limbah Baterai Mobil Listrik Ancaman Masa Depan Yang Perlu Diantipasi Dari Sekarang

Kendaraan listrik tengah naik daun dan disebut-sebut sebagai penyelamat lingkungan dunia. Namun tak ada yang sempurna di dunia ini, tetap saja di depan sana akan ada masalah lingkungan yang disebabkan oleh mobil-mobil setrum ini.

Yang paling mendapat perhatian adalah mengenai limbah baterai. BBC pernah menyampaikan di tahun 2021 silam, bahwa 10 tahun ke depan, dunia menghadapi masalah lingkungan baru yang disebabkan oleh limbah baterai mobil listrik.

Lalu bagaimanakah upaya yang dilakukan untuk melakukan pengelolaan limbah baterai di masa depan itu?

 Indra Chandra, Project General Manager Toyota Daihatsu Engineering & Manufacturing (TDEM) mengatakan, pihaknya telah memikirkan bagaimana langkah ke depan dalam menghadapi limbah mobil listrik. “3R (recycle, reused, reduce), sudah kita sudah siapkan, karena bagaimanapun juga end to end sudah harus kita pikirkan,” ucap Indra, dikutip dari otomotif.kompas.com.

Selain itu Indra mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah bekerja sama dengan Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di Bogor untuk melakukan recycle.

“Tantangan kami selanjutnya adalah bagaimana meriset material menjadi material. Kalau sekarang dari limbah kita daur ulang setelah itu kita ekspor. Nah bagaimana kita membawa ekosistem itu kembali ke Indonesia,” kata dia.

Dijelaskan bahwa baterai kendaraan listrik punya masa hidup walau sudah tidak bisa dipakai di mobil (sudah tidak ekonomis lagi).  “Dalam kondisi ini baterai masih bisa digunakan. Jadi kita masih punya studi untuk digunakan kembali untuk sebagai energi penyimpanan, sebelum kita recycle,” jelasnya.

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com