Krisis Chip Semikonduktor Seakan Tak Pengaruhi Laju Mobil Listrik Mini Wuling

Krisis Chip Semikonduktor Seakan Tak Pengaruhi Laju Mobil Listrik Mini Wuling

Mobil listrik mini Wuling memang laris manis. Dengan harga jual yang murah, yakni Rp 64 jutaan, mobil ini bahkan menjadi mobil terlaris di Tiongkok.

Krisis chip semikonduktor yang melanda pabrikan mobil di dunia seakan tidak mempengaruhi penjualan Wuling. Terbukti mobil ini telah didistribusikan sebanyak hampir 30 ribu unit pada tahun lalu.

Wuling Hongguang Mini EV pun masih menduduki peringkat pertama penjualan mobil listrik paling laku di China. Di tempat kedua ada Tesla Model 3 yang terjual sebanyak 16.515 unit dan Model Y sebesar 11.623 unit per Juni 2021.

Sementara itu, perusahaan patungan antara SAIC-GM-Wuling ini menargetkan akan memproduksi sebanyak 50 ribu unit mobil listrik setiap bulannya. Namun karena kendala chip semikonduktor yang langka, selama dua bulan terakhir Wuling hanya mampu membuat sebanyak 30 ribu unit per bulan.

Meski murah, mobil ini memiliki spesifikasiyang tidak main-main. Mobil listrik mungil ini dibekali motor elektrik bertenaga 27 dk. Tenaga disuplai oleh baterai compact 13,8 kWh. Kecepatan maksimum yang dapat ditempuh yakni 100 km/jam dengan jarak jelajah 200 km.

Memang secara dimensi, Hong Guang Mini EV ini tergolong kecil. Dimensi panjangnya 2.917 mm, lebar 1,493 mm, dan tinggi 1,621 mm, dengan wheelbase 1,940 mm. Akan tetapi, Wuling menyediakan tempat duduk untuk empat orang dewasa. Namun, jika untuk benar-benar menyimpan barang di bagasi, penggunanya harus melipat kursi belakang.

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com