OTODRIVER - Operasional dealer BMW di Cina kembali jadi sorotan.
Salah satu jaringan ritelnya dikabarkan menghentikan otorisasi merek sekaligus menutup operasional, memicu kekhawatiran konsumen terkait hak layanan purna jual.
Fenomena ini disebut-sebut makin sering terjadi pada merek-merek otomotif mapan di Negeri Tirai Bambu.
Mengutip Mydrivers, dealer Dayou Baolong BMW yang berlokasi di Jinan, Provinsi Shandong, resmi menghentikan operasionalnya.
Seluruh papan nama BMW telah diturunkan dan peralatan kantor dikosongkan. Saat berita ini diturunkan, masih terlihat beberapa unit display berada di ruang pamer dan menunggu untuk dipindahkan.

Menariknya, tidak ada pengumuman resmi terkait penutupan tersebut. Namun staf internal mengonfirmasi bahwa penghentian operasional terjadi akibat penjualan yang lesu serta masa sewa gedung yang telah berakhir.
Sejumlah pelaku usaha di sekitar lokasi juga menyebut aktivitas dealer tersebut memang menurun drastis sebelum akhirnya tutup secara mendadak.
Penutupan ini sempat membuat para pemilik mobil BMW resah. Pasalnya, sebagian konsumen masih memegang paket perawatan berkala dan perpanjangan garansi yang dibeli di dealer tersebut.
Meski begitu, dilaporkan bahwa operasional Dayou Baolong BMW telah digabungkan ke dealer utama Dayou Baolong, sehingga paket servis dan garansi tambahan tetap dapat digunakan seperti biasa.
Pihak BMW Cina juga memastikan bahwa garansi resmi pabrikan serta paket servis tetap berlaku dan bisa digunakan di seluruh jaringan dealer resmi BMW di China.
Kasus ini bukan yang pertama. Sepanjang tahun lalu, jumlah jaringan dealer BMW di China menyusut sekitar 8,2 persen, dengan lebih dari 50 gerai tutup atau kehilangan otorisasi merek.
Pihak BMW menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari optimalisasi jaringan penjualan. Namun, di balik itu, persoalannya dinilai lebih kompleks.
Pada 2025, penjualan BMW dan Mini di Cina tercatat sekitar 625.500 unit. Angka tersebut turun 12,5 persen dibanding tahun sebelumnya, sekaligus kembali ke level penjualan 2018.
Padahal, Cina merupakan pasar terbesar BMW di dunia. Di tahun 2025, penjualan BMW di Tiongkok menyumbang 29,2 persen dari total penjualan global.
Namun tak hanya BMW, sejumlah dealer merek premium lain seperti Audi, Porsche, dan Mercedes-Benz juga dilaporkan menghadapi tekanan serupa akibat persaingan yang semakin ketat, pemangkasan panduan harga ritel dari prinsipal, serta margin keuntungan yang kian menipis. (AW)










