OTODRIVER – Setelah meluncurkan e-Vitara beberapa waktu lalu, nampaknya Suzuki tengah menyiapkan senjata lainnya yakni sebuah city car EV untuk Indonesia. Jejaknya sudah muncul di DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Interlektual).
Menariknya, jejak e Sky sudah muncul di Indonesia. Suzuki Motor Corporation mendaftarkan desain kendaraan yang sangat mirip e Sky di DJKI dengan nomor permohonan A00202604867. Data tersebut tercatat dalam pangkalan data DJKI dan diberitakan pada 18 September 2026.

Suzuki Indonesia masih belum memberikan tanggapannya terkait masalah ini. Namun untuk sementara ini kemunculan data e Sky di DJKI ini belum bisa dikatakan sebagai kepastian akan dijual di Indonesia.
Pendaftaran desain pada dasarnya merupakan bagian dari perlindungan kekayaan intelektual. DJKI sendiri menjelaskan bahwa PDKI memuat data permohonan kekayaan intelektual, termasuk desain industri.

Baru akan diluncurkan di Jepang
Perkenalan publik pertama kalinya terjadi melalui mobil konsep Vision e Sky pada perhelatan Japan Mobility Show 2025. Mengacu pada situs resmi Suzuki.co.jp, versi produk masal (e-Sky) bakal resmi luncurkan di negeri Sakura pada musim gugur atau sekitar November 2026 ini.
Mobil ini merupakan produk strategis yang penting bagi pasar Jepang. Di mana mobil ini secara dimensi mengikuti kultur aturan Kei Car sehingga bakal jadi bagian dari mobilitas sehari-hari masyarakat. Karena itu Suzuki tidak membuat e Sky sebagai EV berukuran kecil yang sekadar mengejar harga murah, tetapi mempertahankan konsep mobil praktis untuk kebutuhan harian.
Suzuki menyebut konsep pengembangan e Sky adalah “Easy to Switch”. Artinya, mobil ini dibuat agar pengguna mobil bensin bisa berpindah ke EV tanpa merasa banyak perubahan dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari pergi bekerja, sekolah, berbelanja hingga mengantar keluarga.
Suzuki membangun e Sky di atas platform baru HEARTECT e. Baterai ditempatkan di bagian tengah kendaraan untuk membantu menurunkan titik berat sekaligus meningkatkan kekakuan bodi.
Spesifikasi
Berdasarkan data media Jepang Car Care Plus, pada Agustus 2026 memberitakan bahwa jarak tempuh angka sekitar 310 km dan baterai 26 kWh sementara untuk konsumsi energinya 11,92 km/kWh. Tapi data ini masih berupa asumsi dan data resminya besar kemungkinan akan diumumkan jelang atau pada peluncuran pada November nanti.
Angka yang dipaparkan media Jepang itu beda dengan yang sajikan pada model prototipnya. Di mana Suzuki memberikan referensi jarak tempuh Vision e Sky lebih dari 270 km.

Para rival
Kalau akhirnya masuk Indonesia, e Sky akan berhadapan dengan tren yang sudah mulai terbentuk. Seperti kita ketahui beberapa brand di tanah air seperti Wuling Aira, BYD Atto1, Changan Lumin, Seres E1 atau bahkan Honda Super One.
Sedangkan jika di negeri moyangnya ia bakal berhadapan dengan Nissan Sakura, Mitsubishi eK X EV, Honda N-ONE e, serta BYD Racco.
Namun Suzuki punya satu target yang cukup jelas: membuat konsumen kei car konvensional tidak merasa harus mengubah kebiasaan ketika beralih ke listrik. (SS)












