OTODRIVER - Meningkatnya adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) membawa perubahan terhadap kebutuhan industri pelumas. Meski kendaraan listrik murni tidak membutuhkan oli mesin konvensional, bukan berarti seluruh kebutuhan pelumas ikut hilang.
Kendaraan listrik tetap membutuhkan pelumas berbentuk gemuk atau grease untuk mengurangi gesekan dan melindungi sejumlah komponen bergerak. Penggunaannya antara lain terdapat pada bantalan atau bearing motor listrik hingga bagian suspensi.
Bisnis Grease Tetap Punya Prospek
Perkembangan kendaraan listrik dinilai tidak serta-merta menggerus prospek bisnis grease. Shell melihat kebutuhan terhadap pelumas gemuk masih akan bertahan seiring jumlah kendaraan bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) yang masih sangat besar.
Executive Vice President Global Lubricants Shell, Jason Wong mengatakan, kendaraan konvensional masih menjadi bagian penting dari pasar pelumas global.
“Jumlah total mobil penumpang dengan sistem ICE masih sangat besar, dan masih berkembang di beberapa pasar. Shell tetap akan melayani kebutuhan gemuk dan pelumas (lubricant) untuk kendaraan konvensional sekaligus memperluas penawaran produk yang mendukung kendaraan elektrik atau electric vehicle (EV),” ujar Wong di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, perkembangan elektrifikasi menjadi bagian dari perubahan industri otomotif yang perlu diikuti dengan pengembangan produk pelumas sesuai kebutuhan kendaraan.
Kendaraan Hybrid Masih Membutuhkan Pelumas
Selain kendaraan listrik murni, Shell juga melihat peluang dari kendaraan hybrid. Jenis kendaraan ini masih menggunakan mesin pembakaran internal sehingga kebutuhan terhadap pelumas tetap ada.
Wong mengatakan, penggunaan pelumas pada kendaraan hybrid masih cukup besar karena sebagian komponen penggeraknya tetap membutuhkan pelumasan.
“Dalam mobil hybrid, Anda masih perlu menggunakan 70%–80% pelumas,” kata Wong.
Hal tersebut membuat kendaraan hybrid menjadi salah satu segmen yang tetap membutuhkan produk pelumas di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan listrik murni.

Grease Tidak Hanya untuk Mesin Pembakaran
Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia, Andri Pratiwa menjelaskan, kebutuhan grease memiliki karakteristik yang berbeda dengan oli mesin.
Menurutnya, grease tidak secara langsung berkaitan dengan proses pembakaran pada mesin. Pelumas jenis ini lebih banyak digunakan untuk komponen yang membutuhkan perlindungan dari gesekan.
“Kalau yang untuk gemuk itu tidak terlalu terkait terhadap EV, karena ini bukan buat combustion, bukan buat mesin. Tapi adalah buat bearing,” ujar Andri.
Ia menambahkan, penggunaan grease akan tetap mengikuti kebutuhan dan aplikasi masing-masing komponen kendaraan.
“Jadi apa pun itu nanti kalau menurut kita penggunaan grease tetap berbeda aplikasi dan itu tetap remain resilient,” katanya.
Elektrifikasi Ubah Kebutuhan Pelumas
Meningkatnya jumlah kendaraan listrik memang berpotensi mengubah komposisi kebutuhan pelumas di industri otomotif. Oli mesin konvensional tidak lagi menjadi kebutuhan utama pada kendaraan listrik murni.
Namun, kebutuhan terhadap grease tetap muncul karena kendaraan listrik masih memiliki berbagai komponen mekanis yang bergerak.
Dengan kondisi tersebut, industri pelumas tidak hanya dituntut mempertahankan produk untuk kendaraan ICE, tetapi juga mengembangkan produk yang sesuai dengan teknologi kendaraan listrik dan hybrid.
Shell pun melihat perubahan tersebut sebagai peluang untuk memperluas penawaran produk pelumas, sembari tetap memenuhi kebutuhan kendaraan konvensional yang populasinya masih besar. (GIN)











