OTODRIVER – Di tengah deretan pabrikan yang berlomba menambah layar, sensor, dan fitur digital, ada satu perusahaan rintisan di Texas, Amerika Serikat, yang justru berjalan ke arah sebaliknya. Namanya REO, dan produknya, Runabout, ingin membuktikan bahwa kendaraan murah, sederhana, dan mudah diperbaiki masih punya tempat.
Ameri-Kei
Mengutip Top Gear, konsep yang ditawarkan REO tidak muluk-muluk. Runabout berupa pikap berasitektur body-on-frame dengan penggerak 4WD mekanis dan transmisi manual enam percepatan. Menurut Auto123, transmisi otomatis enam percepatan juga disiapkan sebagai pilihan. Mesinnya sederhana, empat silinder bensin konvensional. Carscoops menyebutkan tidak memakai direct injection.
REO menyebut kelasnya “Ameri-Kei”, terinspirasi kesederhanaan dan kegunaan kei truck Jepang. Jajarannya ada tiga. Runabout T4X berupa pikap kabin tunggal seharga 21.500 dolar AS, T4C pikap kabin ganda seharga 25.000 dolar AS, dan S4C SUV kompak seharga 28.500 dolar AS.
Runabout juga dirancang sebagai ‘jago kepruk’ dengan klaim umur pakai hingga sekitar 805.000 km, plus panel bodi yang bisa dilepas dalam waktu kurang dari lima menit hanya dengan perkakas sederhana.
Di kabin, fungsi utama direncanakan memakai tombol, saklar, dan tuas fisik, sementara layar digital dibatasi pada kebutuhan diagnostik dan konektivitas seperti Apple CarPlay.
Pendiri sekaligus CEO REO, Zach De Bernardi, sangat menekankan penerapan right to repair pada Runabout. Hal ini erat kaitannya dengan latar belakang De Bernardi, seorang pengusaha properti yang gemar mengutak-atik SUV dan pikap Toyota.
Respons Pasar
Pasar sudah merespons. Dalam enam hari, REO mengumpulkan lebih dari 5.500 reservasi, meski setoran awalnya hanya 25 dolar AS. Berdasarkan laporan Carscoops, klaim reservasi bahkan naik menjadi lebih dari 30.000, setelah REO mengumumkan Frank Stephenson, perancang McLaren P1, akan mendesain tiga model Runabout.
Tentu ini belum berupa produk jadi. Menurut Diariomotor, pra-produksi dijadwalkan 2027, penjualan 2028, dan pengiriman akhir 2028 atau awal 2029. Soal pemasok mesin dan sasis, De Bernardi baru menjawab bahwa targetnya sebisa mungkin serba domestik.

Nama REO sebenarnya bukan nama baru. Bahkan cukup sohor, salah satunya lewat band rock Amerika REO Speedwagon yang mengambil nama dari truk REO Speed Wagon.
Namun REO di era modern ini tidak punya hubungan langsung dengan REO Motor Car Company yang didirikan Ransom E. Olds pada 1905. Menurut Road & Track, REO milik De Bernardi baru diperkenalkan ke publik pada Juni 2026, setelah ia mengamankan merek dagang REO pada Mei tahun yang sama.
Lalu apakah resep yang sepertinya cocok dengan Gen X ini masih laku di era mobil serba layar dan voice command? Jawabannya baru terlihat saat Runabout benar-benar meluncur. (SS)












