Bus-Truck- Apabila diperhatikan, terutama pada film-film yang menggambarkan perang Vietnam, truk satu ini sering tampil. Sosoknya kuno, kasar dan tampilannya sangat spartan. Ia sohor dengan julukan Deuce and a-half yang kapasitas muatnya yakni 2 ½ tons.
Truk dengan kode M35 ini, muncul tak hanya sebagai pengangkut pasukan saja, namun pada alam nyata ia juga cukup fleksibel dengan berbagai tugas lainnya. Sehingga ia pun banyak digunakan sebagai truk tangki air ataupun BBM, kendaraan komunikasi hingga didapuk jadi peluncur roket.
Dinosaurus berumur nyaris 80 tahun
Perang dunia tengah berkecamuk, Militer AS merasa perlu mendapatkan truk baru untuk back up operasional lapangan dan tugas militer lainnya. GMC CCWK yang juga punya kemampuan angkut 2 ½ ton. Ia memang terkenal badak dan jadi andalan di berbagai teater perang Perang Dunia II. Tapi pihak militer merasa harus punya opsi cadangan untuk truk yang lebih fleksibel.
Pada 1944, REO Motor Car Company mengajukan desain truk baru yang kemudian disetujui. Perang Dunia II namun tidak lantas membuat proyek ini pupus. Pada 1949 pabrik besutan Ransom Eli Olds ini mulai mengembangkan truk baru yang diberi kode M34 tapi model 6 ban ini tak berumur panjang dan segera digantikan oleh M35 yang punya 10 ban.
Model M35 inilah yang kemudian bertahan dan beberapa negara angkatan bersenjatanya masih menggunakannya sampai saat ini. Jika dihitung umur M35 saat ini sudah menginjak 77 tahun alias nyaris 8 dasawarsa.
M35 dalam lisnsi Bombardier Kanada, gunakan 3 gandar dan 6 ban yang lebih lebar (Foto : markondez)Lisensi M35
Tak sedikit yang mengenalnya sebagai REO, karena memang perusahaan dari Lansing, Michigan itu menjadi yang pertama membuatnya. Tapi kemudian REO menjual lisensinya ke berbagai pabrikan lainnya seperti Kaiser , Studebaker , AM General , Kia dan Ssangyong dan Bombardier.
Selama nyaris 8 dasawarsa itu M35 dikembangkan dalam berbagai mesin. Yang terkenal adalah mesin multifuelnya yang bisa menenggak solar, bensin, minyak tanah bahkan bahan bakar jet. Namun M35 bikinan REO dan Studebaker menggunakan mesin bensin.
Pada suatu masa M35 dipasangi mesin gas bikinan Continental Motor Company yang dirakit oleh Curtis-Wright.
Mesin diesel murni baru hadir pada 1994 hingga 1999. Mesin diesel dari Caterpillar yang bertenaga dan saat itu mulai menggunakan girboks otomatis dari Allison.
Selanjutnya produksi truk ini menyebar hingga lintas negara. Pabrik Ssangyong-Kia dari Korea Selatan dan Bombardier asak Kanada diketahui mengantongi lisensi dan bahkan mengembangkan truk versinya sendiri.
“Reo” asal Korea Selatan dan digunakan oleh Tentara Indonesia. (Foto : markondez)Digunakan Tentara Indonesia
Angkatan Bersenjata Indonesia tercatat sebagai salah satu pengguna M35. Masuknya truk ini dalam kemiliteran Indonesia dimulai pada era 70-an. Beberapa informasi mengatakan bahwa truk ini merupakan Government Surplus milik Amerika yang pernah digunakan pada Perang Vietnam.
Kemudian pada era 90-an Indonesia membeli truk perang ini yang dibuat oleh Ssangyong-Kia. Salah satunya adalah karena letak lingkar kemudinya sudah ada di sebelah kanan. Sedangkan untuk ex AS kemudi ada di sebelah kiri.
Truk ini digunakan secara luas oleh tentara Indonesia mulai dari TNI AD (Kopassus dan Kostrad), TNI AL (Marinir), TNI AU (Kopasgat) dan juga digunakan oleh Brimob Polri. (SS)

Suryo Sudjatmiko
Jurnalis
Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...










