OTODRIVER - Polestar mengumumkan bahwa mereka tidak akan menjual kendaraan di Amerika Serikat lagi mulai tahun model 2027. Keputusan ini terjadi setelah Departemen Perdagangan Amerika Serikat tidak memberikan izin kepada pabrikan tersebut untuk memasarkan kendaraannya berdasarkan aturan baru US Connected Vehicles Rule.
Regulasi yang diumumkan pada 2025 dan mulai berlaku tahun model 2027 tersebut membatasi impor serta penjualan kendaraan yang menggunakan teknologi kendaraan terkoneksi (connected vehicle) yang memiliki keterkaitan dengan China atau Rusia. Sebagai informasi, Polestar merupakan merek yang dimiliki oleh Volvo dan Geely Holding Group, konglomerasi otomotif asal China yang juga menaungi Geely Auto.

Sementara itu, Volvo telah memperoleh otorisasi untuk mengimpor dan menjual kendaraan di pasar Amerika Serikat pada akhir Mei lalu. Berdasarkan laporan Reuters, Ford saat ini juga tengah mengajukan izin serupa untuk SUV Lincoln Nautilus yang diproduksi di China.
Dalam siaran pers resminya, Polestar menyatakan masih akan menjual stok yang tersedia untuk model Polestar 3 dan Polestar 4 di Amerika Serikat. Selain itu, perusahaan juga memastikan jaringan layanan purna jual tetap beroperasi guna melayani konsumen yang sudah ada.
Polestar menambahkan bahwa sebanyak 94 persen penjualan ritelnya pada kuartal pertama 2026 berasal dari pasar di luar Amerika Serikat. Angka tersebut menunjukkan bahwa ketergantungan merek ini terhadap pasar Negeri Paman Sam relatif kecil dibandingkan wilayah pemasaran lainnya.
Didukung oleh Volvo Cars dan Geely, Polestar sendiri berperan sebagai merek pemimpin dalam pengembangan teknologi otomotif. Merek ini berfokus pada kendaraan berbasis perangkat lunak (software-defined vehicle), menghadirkan pengalaman digital yang terintegrasi dengan mulus, serta dibekali berbagai fitur keselamatan canggih. (AW)











