OTODRIVER – Tiga BMW M diluncurkan bersamaan pada Kamis, (25/06/2026). Ketiganya membawa jantung mekanis yang sama yakni mesin 6 silinder inline berkode B58 M TwinPower Turbo yang diakurkan dengan transmisi 8 speed otomatis.
Tapi masing-masing mesin dipoles dengan tuningan yang berbeda untuk mendapatkan performa yang sesuai dengan masing-masing karakter.

BMW M2
Sosok ini ditempatkan sebagai sports coupe kompak yang lincah dan fun to drive. S58 yang dibenamkan di enginebaynya mampu melecut daya 480 hp dan torsi 600 Nm yang disalurkan ke roda belakang. Dibandingkan model pendahulunya, terdapat pengingkatan daya 20 hp dan torsi 50 Nm.
Transmisi 8 speed M Steptronic dengan Drivelogic digunakan sebagai standar. Ia pun dapat berakselerasi 0-100 km/jam dalam tempo 4.0 detik dan memiliki kecepatan puncak 250 kilometer/jam.
M2 menonjolkan keseimbangan distribusi bobot, arsitektur yang kompak dan layout penggerak roda belakang. Sehingga mobil ini diklaim cukup lincah dan presisi.
Walau ditempatkan sebagai dengan performa paling bersahaja, namun darah motorsport telah ditranfusikan di antaranya M Sport Differential, M Drive Professional dan Adaptive M Suspension. Dengan demikian M2 mampu menghadirkan keseimbangan ideal antara performa tinggi dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.

M2 CS
BMW M2 CS merupakan versi yang lebih brutal dari M2 reguler. BMW memangkas bobotnya hingga 30 kilogram lebih ringan. Lokasi diet ini ada pada kap mesin dan tutup bagasi.
Walau menggunakan mesin S58 sejenis, namun insinyur M melakukan beberapa koreksi dan tuning sehingga performanya jadi lebih tajam. Tenaga yang dihasilkannya mampu menyentuh 530 hp dan torsi 650 Nm. Ia pun mampu menghasilkan daya 50 hp dan 50 Nm lebih besar.
Kemampuan akselerasi 0-100 km/jam pun mampu menyentuh angka 3,8 detik saja dan mampu menyentuh kecepatan puncak di 302 km/jam.
Dalam mengimbangi keganasan mesinnya, suspensinya pun dituning ulang 8mm lebih pendek sehingga lebih kaku dan presisi. Selain itu rem menggunakan diameter lebih besar untuk mendapatkan pengereman yang lebih optimal.
Faktor aerodinamika pun ikutan dibenahi. Bagasi dari bahan carbonfiber yang ringan pun direvisi dengan menambahkan duct tail yang menjulang untuk memberikan efek downforce lebih besar yang menjadikannya semakin lengket di permukaan aspal saat melaju kencang.
Oprekan professional ala BMW M ini mampu membawa M2 CS mencetak rekor lap Nürburgring-Nordschleife dengan catatan waktu 7:25.534 menit di lintasan sepanjang 20,832 kilometer. Catatan waktu ini menggulingkan rekor Audi RS3 dan menjadikannya mobil kompak tercepat di dunia di lintasan yang dikenal sebagai 'Neraka Hijau' ini.

M3 Touring
Model ini merupakan chemistry yang unik antara dunia performa khas BMW M dan kepraktisan sebuah station wagon.
Mobil dengan kode bodi G81 ini menawarkan kombinasi antara karakter kendaraan performa tinggi, kenyamanan perjalanan jarak jauh, serta kapasitas yang luas serta jinak digunakan sebagai kendaraan harian.
Masih mengandalkan dapur pacu S58 dengan output yang sama dengan kinerja M2 CS yakni 530 hp dan torsi 650 Nm. Sedangkan untuk transmisi pun sejenis yakni 8 speed otomatis.
Pembeda terbesarnya ada pada sistem xDrive alias berpenggerak semua roda (AWD). Tapi disediakan opsi penggerak rear wheel drive untuk merasakan sensasi berkendara yang lebih murni.
Mengenai performa, M3 beratap panjang ini mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam tempo 3,6 detik. Artinya dia mampu melaju lebih cepat 0,2 detik dari M2 CS. Namun demikian kecepatan puncaknya hanya 250 km/jam, sama dengan M2.
Berbincang mengenai kepraktisan, mobil ini punya bagasi berkapasitas 500 liter dan dapat ditingkatkan hingga 1.510 liter dengan melipat kursi belakang.

Harga
M2 Rp 1.970 juta*
M2 CS Rp 2.700 juta
M3 Touring Rp 2.790 juta.
*semua harga dalam kondisi off the road. (SS)











