Langsung ke konten

Insentif Dicabut Satu per Satu, Mobil Listrik di China Bakal Lebih Mahal

China mencabut insentif mobil listrik satu per satu. Harga berpotensi naik, penjualan mulai tertekan.

Berita Kamis, 8 Oktober 2026 18:00 WIB
Berita - Insentif Dicabut Satu per Satu, Mobil Listrik di China Bakal Lebih Mahal
EV China (Foto :asiafinancial.com)
Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Masa-masa nyaman kendaraan energi baru (NEV) di China runtuh sudah. Pemerintah setempat satu per satu mengurangi insentif yang selama ini menopang pertumbuhan mobil listrik dan plug-in hybrid di negeri Tirai Bambu itu.

Menurut laporan Nikkei Asia, otoritas China kembali mengenakan pajak konsumsi atas baterai lithium-ion mulai 1 September 2026. Tarifnya 2 persen, lalu naik menjadi 4 persen pada September 2027. Padahal, sejak Februari 2015 baterai jenis ini dibebaskan dari pajak konsumsi 4 persen untuk mendorong industri kendaraan energi baru. 

Biaya Berpindah ke Konsumen

Seiring permintaan yang tumbuh lebih lambat, produsen mobil di China kini harus menanggung biaya yang dulu ditutup insentif. Nikkei Asia juga menyebutkan bahwa beban itu pada akhirnya akan dilempar ke konsumen. Menurut media China CnEVPost, produsen baterai EVE Energy berencana menambahkan pajak 2 persen tersebut ke harga jual baterainya.

Dampaknya pada harga diperkirakan terasa. untuk mobil listrik berbaterai 60 kWh, pajak 2 persen menambah sekitar 62 dolar AS pada biaya baterai, dan naik menjadi sekitar 125 dolar AS saat tarif 4 persen. Angka ini masih berupa perkiraan. Selain itu, pajak ini diperkirakan menekan produsen baterai seperti CATL dan BYD yang marginnya sudah tipis. 

Pajak pembelian kendaraan juga ikut berubah. Sejak 2014 hingga akhir 2025, NEV dibebaskan dari pajak pembelian 10 persen. Mulai 2026, pembebasan penuh diganti keringanan 50 persen, sehingga tarif efektifnya 5 persen dengan potongan maksimal 15.000 yuan per kendaraan. Pada Januari 2028, tarifnya naik menjadi 10 persen, sama dengan mobil bermesin bakar konvensional. 

PHEV dan EREV pun tidak luput, keringanan pajak kendaraan dan kapal untuk PHEV, kendaraan komersial listrik, dan beberapa jenis kendaraan lain akan dihapus mulai 2027. 

Foto - Insentif Dicabut Satu per Satu, Mobil Listrik di China Bakal Lebih Mahal
NEV China mulai dipreteli insentifnya (Foto : cdn.i-smcp.com)

Penjualan Mulai Tertekan

Dampaknya sudah terlihat. Kenaikan harga, ditambah melemahnya belanja konsumen akibat kemerosotan sektor properti, membuat penjualan kendaraan ramah lingkungan di China turun 10 persen pada paruh pertama 2026. Pengurangan insentif, termasuk yang terkait baterai, juga diperkirakan berimbas ke rantai pasok.

Padahal, menurut China Association of Automobile Manufacturers (CAAM),China menjadi pasar NEV terbesar di dunia selama 11 tahun berturut-turut hingga 2025, termasuk ekspor. Pada 2025, NEV menyumbang 48 persen dari penjualan mobil baru di China, melonjak dari 5 persen pada 2020. Data terbaru dari China Passenger Car Association (CPCA) mencatat, NEV menyumbang 54 persen registrasi mobil penumpang baru pada paruh pertama 2026. Dukungan pemerintah dan pertumbuhan pasar juga memicu persaingan ketat yang melahirkan banyak model baru. 

Insentif Untuk Solid State

Meski begitu, Beijing tidak sepenuhnya menarik dukungan. Baterai sodium-ion, solid-state, dan fuel cell tetap bebas pajak konsumsi hingga akhir 2028. Artinya, insentif bergeser dari teknologi yang sudah mapan ke teknologi baterai generasi berikutnya. (SS)

#nev #ev #china

Suryo Sudjatmiko
Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.