OTODRIVER – Setidaknya, di pasar Indonesia kini sudah hadir dua big MPV listrik, Denza D9 dan Xpeng X9. Itu jika dikaitkan dengan keberadaan APM EV asal Tiongkok yang sudah hadir di pasar nasional.
Tetapi bukan hanya itu, prinsipal di Tiongkok juga punya strategi untuk membuat sub brand untuk membedakan segmen atas begitu banyak model maupun varian yang mereka produksi.
BAIC (Beijing Automotive Group juga punya jenama lain berjuluk Arcfox yang baru saja merilis Wendao V9 yang muncul perdana di arena Beijing Auto Show beberapa waktu lalu.
MPV itu berspesifikasi 7 seater dengan kualifikasi produk sebagai EREV alias Extended Range EV, secara sederhana masuk golongan mobil hibrida.
Harga perdananya di rentang 219.000-286.900 Yuan atau sekitar Rp555 jutaan sampai Rp728 jutaan.
Animo konsumen Tiongkok nyata meluap, dalam waktu 48 jam sejak rilis perdana sudah tercatat 8.000 unit terpesan. Seperti dikutip dari Car News China.
Secara tampilan, jika dilihat dari bonnet, seperti tidak berbeda jauh dibandingkan Denza D9 yang sudah beredar di Indonesia.


Formasi joknya 2+2+3 dipadukan dengan desain kabin yang minimalis. Pada jok penumpang ada kelengkapan 16 titik pemijat badan, ada vetilasi, serta penghangat.
Opsi sumber dayanya berasal dari paket baterai LFP 37 kWh, klaim jarak tempuhnya sekali isi daya listrik adalah 216 kilometer. Untuk varian teratas,paket baterainya NMC 53.4 kWh, bisa menempuh jarak sampai 315 kilometer (CLTC).
Semua paket baterai buatan raksasa baterai CATL yang sesuai petunjuk teknis dasar bisa diisi ulang daya listrik dari posisi 10 persen ke 80 persen selama 15 menit (400 V).
Sumber tenaga yang lain pada mobil berpenggerak roda belakang ini ada pada mesin 1.500cc empat silinder dengan turbocharger, potensi tenaga puncaknya 158 daya kuda. Jika digabungkan dengan motor listrik buatan Huawei akan hasilkan seluruh tenaga terpasang sampai 304 daya kuda.
Berdasarkan paduan sumber daya tadi, pihak Arcfox menggariskan kalau Wendao V9 akan punya kecepatan tertinggi di 190 km/jam. Konsumsi bahan bakarnya 6,85 liter per 100 kilometer, akselerasi 0-100 km/jam adalah 7,9 detik.
Pada varian teratas, konsumsi bahan bakarnya 6,88 liter untuk jarak 100 kilometer, bisa berakselerasi 8,4 detik dari posisi diam sampai 100 km/jam. (EW)











