OTODRIVER - GWM Tank 300 HEV dan Tank 500 HEV mengalami recall di Australia. Recall ini juga berdampak pada versi hybrid lainnya seperti pikap Cannon Alpha Plug-in Hybrid dan juga Tank 500 Plug-in Hybrid. Sistem PHEV ini disebut GWM sebagai Hi4-T.
Mengutip dari Drive.com.au, recall tersebut erat hubungannya dengan kerusakan pada rangkaian kabel tegangan tinggi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerusakan yang dapat menyebabkan penurunan performa kendaraan dan mempengaruhi proses pendinginan sistem hybridnya.
Dalam kasus ini GWM Australia melayangkan pengumuman recall untuk 1.445 unit dari mobil tersebut yang dirakit pada 2025.
Permintaan recall ini diajukan oleh Departemen Infrastruktur Australia yang menyatakan mengenai adanya cacat produksi pada bagian rangkaian kabel tegangan tinggi tersebut, termasuk tidak terhubungnya ke ground (-) yang benar.

"Hal ini dapat mengurangi efektivitas perisai elektromagnetik, yang dapat menyebabkan komunikasi abnormal dengan sistem kontrol mesin dan transmisi. Akibatnya, lampu peringatan dapat menyala, torsi kendaraan dapat berkurang, dan kinerja pendinginan sistem hibrida dapat terpengaruh,” jelas keterangan resmi tersebut.
"Penurunan kinerja kendaraan dan operasi pendinginan dapat meningkatkan risiko kecelakaan, menyebabkan cedera serius atau kematian pada penumpang kendaraan dan pengguna jalan lainnya,” lanjut keterangan tersebut.
Lalu apakah hal ini berlaku pada produk GWM yang dipasarkan di Indonesia, seperti Tank 300 HEV dan Tank 500 HEV?
Sejauh ini GWM Indonesia belum memberikan respons mengenai hal ini.
Mengumpulkan data dari berbagai sumber, GWM Tank 500 HEV dan Tank 300 HEV yang dijajakan di Indonesia semuanya merupakan mobil yang dikirim secara CBU dari Thailand. Sedangkan untuk Tank 500 dan Tank 300 hybrid yang ada di Australia dikirim utuh dari China. (SS)










