GAIKINDO: Calon Konsumen Tak Perlu Menunggu Insentif Pajak, Harga Saat Ini Sudah Sangat Bersaing

Harga mobil baru terutama EV saat ini sudah sangat bersaing di pasar Indonesia. Dengan harga terjangkau, calon konsumen sudah mendapatkan model dengan fitur lengkap.
Penulis: Ahmad Biondi
Selasa, 14 Juli 2026 14:30 WIB
Berita - GAIKINDO: Calon Konsumen Tak Perlu Menunggu Insentif Pajak, Harga Saat Ini Sudah Sangat Bersaing

Jaecoo J5 salah satu model EV dengan harga terjangkau di Indonesia. (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika menanggapi isu penundaan insentif kendaraan listrik berbasis baterai. 

Menurutnya, kondisi pasar otomotif nasional saat ini sudah kuat untuk berjalan tanpa bergantung pada insentif tersebut. Berdasarkan data wholesales (distribusi pabrik ke dealer) Gaikindo, penjualan mobil di Indonesia semester pertama tembus 436.564 unit atau naik 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari total angka penjualan tersebut, mobil listrik mengambil porsi sebanyak 69.739 unit. Atau tumbuh 80,8 persen dibandingkan semester lalu.

"Nah sekarang ini di tahun ini, dengan tadi melihat pertumbuhan pasarnya betul-betul bagus," kata Putu saat di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Putu bilang insentif untuk kendaraan listrik saat ini masih dievaluasi. Dia menyarankan agar masyarakat maupun pelaku industri tidak terlalu menggantungkan harapan pada kebijakan tersebut.

"Kalau kita bisa sarankan, ya itu lebih bagus abaikan aja dulu. Nanti kalau nanti ada ya, kita bersyukur," kata Putu.

Ia menambahkan insentif yang dimaksud sifatnya terbatas, hanya menyasar segmen baterai kendaraan listrik, bukan kategori kendaraan lain secara keseluruhan.

Foto - GAIKINDO: Calon Konsumen Tak Perlu Menunggu Insentif Pajak, Harga Saat Ini Sudah Sangat Bersaing
Honda StepWGN sebuah EV andalan Honda saat ini. (Foto : Otodriver/Suryo Sudjatmiko)

"Sekarang kita lihat harga kendaraan ini sangat bersaing keras. Dan produsen otomotif, ini bener-bener untuk harganya apalagi dalam kondisi sekarang, ini bener-bener sangat bersaing. Sehingga tanpa insentif tadi, apalagi insentif itu hanya untuk baterai Electrified Vehicle, bukan untuk kendaraan lain," kata Putu.

Putu menilai persaingan harga yang ketat di antara produsen otomotif justru membuat harga kendaraan listrik saat ini sudah cukup terjangkau bagi konsumen, sehingga tidak perlu menunggu kepastian insentif untuk melakukan pembelian.

"Sehingga karena sudah sangat bersaing, harganya sudah sangat affordable, jangan menunggu itu, langsung saja dibeli," kata Putu.

"Jadi saya jamin ya, itu tidak akan membedakan banyak hal.Karena sekarang produsen-produsen sudah memberikan banyak sekali fasilitas-fasilitas dan diskon-diskon," jelas dia.

Realisasi insentif untuk kendaraan listrik sudah dua kali mengalami penundaan. Semula ditargetkan berlaku pada Juni 2026, insentif ini mundur ke Juli 2026 karena masih ada sejumlah perhitungan teknis yang belum final. 

Memasuki Juli, pemerintah kembali menunda dan menargetkan implementasi paling cepat pada Agustus 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut skema tersebut masih dalam pengkajian. (AB)

#gaikindo #insentif-pajak-gaikindo #mobil-baru #giias-2026 #mobil-baru-di-giias-2026

Ahmad Biondi

Editor

Pria necis yang hobi olahraga ini sudah menjadi jurnalis otomotif sejak 2009. Berpengalaman menguji dan mereview banyak...

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.