OTODRIVER - MPV flagship Xpeng, yakni X9, tengah menjadi sorotan setelah sejumlah pemilik di Chongqing, China, melaporkan insiden kendaraan yang tiba-tiba mengalami gangguan saat dikendarai.
Seperti dilansir dari Carnewschina.com (15/7), kasus ini memicu kekhawatiran terkait aspek keselamatan, terutama karena beberapa pemilik menduga masalah tersebut berkaitan dengan cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Gangguan yang terjadi melibatkan sistem air suspension. Kebocoran pada sistem tersebut menyebabkan bodi mobil turun di salah satu sisi, bahkan pada beberapa kasus seluruh bagian sasis ikut amblas sehingga kendaraan tidak dapat digunakan secara normal.

Menanggapi pertanyaan mengenai masalah air suspension saat suhu tinggi, layanan pelanggan Xpeng menjelaskan bahwa sistem suspensi udara dapat mengaktifkan mode perlindungan termal. Menurut perusahaan, jika pengaturan ketinggian suspensi dilakukan terlalu sering baik secara manual maupun otomatis ataupun ketika kendaraan melaju di bawah suhu tinggi, kompresor dapat mengalami panas berlebih.
Kondisi tersebut akan memunculkan peringatan bertuliskan "suspension compressor overheated and unable to adjust" yang menandakan kompresor tidak lagi mampu melakukan penyesuaian ketinggian suspensi.
Xpeng menyarankan pengemudi segera menghentikan kendaraan di lokasi yang aman dan menunggu hingga kompresor mendingin. Perusahaan mengklaim sistem umumnya akan kembali berfungsi normal setelah beberapa saat. Namun demikian, hingga kini Xpeng belum memberikan penjelasan maupun solusi terkait laporan kebocoran air suspension yang menyebabkan sasis kendaraan amblas.
Keluhan terhadap Xpeng X9 ternyata tidak hanya berkaitan dengan suhu tinggi. Data dari platform pengaduan kualitas otomotif China, 12365auto, menunjukkan adanya laporan berulang mengenai kegagalan sistem air suspension.
Salah seorang pemilik Xpeng X9 EREV Max mengaku mobilnya mengalami kerusakan air suspension saat odometer baru menunjukkan 1.552 kilometer. Masalah yang sama kembali muncul ketika jarak tempuh mencapai 2.500 kilometer.
Setelah dilakukan pemeriksaan di pusat servis, teknisi menemukan adanya korsleting pada motor inverter serta sekring yang putus. Pemilik kendaraan, yang baru menggunakan mobil tersebut selama lima bulan, mengaku kecewa karena harus bolak-balik ke bengkel untuk memperbaiki masalah yang sama. Ia juga menuding pihak bengkel menolak menandatangani laporan hasil pemeriksaan kerusakan.
Kasus serupa disebut bukan pertama kali terjadi. Sejak Juli 2025, sejumlah pengguna media sosial di China telah melaporkan insiden air suspension Xpeng X9 yang tiba-tiba amblas. Bahkan beberapa pemilik menyebut puluhan anggota dalam grup WeChat komunitas pengguna Xpeng mengalami gangguan identik pada sistem suspensi udara tersebut. (AW)











