OTODRIVER - Masih ingat dengan Nissan Evalia yang pernah hadir di Indonesia beberapa waktu lalu? Walau Nissan Indonesia tidak melanjutkan kiprah van dengan pintu geser ini, namun beda ceritanya dengan di China. Kiprah mobil yang disebut juga sebagai NV200 masih berlanjut.
Mengutip dari Carnewschina, Zhengzhou Nissan yang merupakan anak perusahaan dari Dongfeng Motor Group dikabarkan akan merilisnya pada kuartal keempat tahun ini. Evalia Tiongkok ini akan menggusung teknologi Plug-in hybrid (PHEV).
Mobil hasil joint venture Nissan-Dongfeng ini di posisikan sebagai MPV PHEV off-road ringan dan disasarkan pada pasar vanlife yang sedang berkembang di Tiongkok.
Beberapa foto terbaru tentang mobil ini dapat menjelaskan perkembangan desain terbaru dan juga warisan desain dari Evalia di masa lalu.
Pada bagian fascianya nampak dilengkapi dengan lampu berdesain modern yang futuristis. Namun jika diperhatikan lebih seksama, desain bagian samping masih sangat kental dengan Evalia. Hanya saja ada penyegaran dengan handle pintu depan dan juga pintu gesernya. Model terbaru ini menggunakan tuas pintu yang ditempatkan secara horizontal.
Demikian juga dengan desain belakangnya secara garis besar masih menggunakan pola yang sama, hanya saja ada penyegaran pada bagian lampu.

Spesifikasi
Sumber-sumber dari Tiongkok mengkonfirmasikan bahwa NV200 baru ini akan menggunakan powertrain PHEV yang sudah terlebih dulu hadir pada sedan N6.
Mesin bensin 1.500cc berdaya 101 hp yang diakurkan dengan motor listrik yang mampu diperas dayanya hingga 208 hp. Sedangkan untuk baterainya menggunakan jenis LFP berdaya 21,1 kWh.
Mengacu pada performa N6, sedan ini dapat melaju dengan mode EV sejauh 180 km. Hanya saja ada kemungkinan daya untuk ‘Evalia PHEV’ ini akan sedikit dikurangi. Sayangnya tidak ada penjelasan lebih lanjut mengapa langkah tersebut diambil.
Masih mengacu pada N6, sosok MPV ini menggunakan suspensi depan McPherson strut dan suspensi belakang torsion bar. Walau digaungkan sebagai MPV off-road ringan, tapi sepertinya N200 tidak menerapkan penggerak AWD.
Muncul spekulasi untuk opsi mesin dan penggeraknya. Dari sumber yang sama, mengabarkan bahwa ada kemungkinan opsi mesin 2.000 cc untuk varian ICE murni dan 1.200 cc untuk versi e-power.
Estimasi harga
Zhengzhou Nissan belum memberikan bocoran harga jualnya, namun diperkirakan van ini bakal ditawarkan dengan harga yang sama dengan model terdahulu, kalaupun ada perubahan harga tidak terlalu signifikan.
Sebagai gambaran model terdahulu dijajakan di rentang harga 79.800 – 127.800 yuan atau sekitar Rp 210 jutaan hingga Rp 336 jutaan. (SS)











