OTODRIVER – Ada satu detail unik pada Toyota Land Cruiser 70 Series yang dipasarkan di Jepang. Lampu belakang yang biasanya menjadi bagian penting dari desain kendaraan justru terlihat seperti ditutup menggunakan panel sewarna bodi.
Sebagai gantinya, Toyota menempatkan lampu baru di bagian bumper belakang.
Detail unik ini kemudian menjadi pembeda sekaligus ciri baru Land Cruiser 70 Series yang dijajakan untuk pasar Jepang. Sekilas, keputusan menutup lampu tersebut memang terlihat aneh. Terlebih, Land Cruiser 70 Series merupakan kendaraan workhorse yang mengutamakan fungsi, bukan sekadar penampilan.
Namun, ternyata ada alasan teknis di baliknya.
Mengutip dari Carscoops, Land Cruiser 70 memiliki lampu belakang utama yang ditempatkan cukup tinggi pada bagian pilar bodi. Sementara itu, kendaraan ini dilengkapi ban cadangan berukuran penuh yang dipasang pada pintu belakang model ayun.
Posisi “konde” tersebut berpotensi menghalangi pancaran lampu dari sudut tertentu. Termasuk ketika pintu belakang dibuka, cahaya lampu belakang tersebut dapat terhalang oleh pintu.
Karena itu, dibutuhkan lampu dengan fungsi yang sama dan ditempatkan pada bagian kendaraan yang lebih netral sehingga tetap terlihat jelas dari berbagai sudut.
Alih-alih melakukan revisi besar pada konstruksi bodi, Toyota hanya mengganti lampu vertikal tersebut dengan model horizontal yang dipasang di bagian bumper belakang. Sementara bekas lokasi lampu lama kemudian ditutup menggunakan cover khusus yang dibuat sewarna bodi.

Meniru Peraturan Eropa
Sebenarnya, apa yang terjadi pada Land Cruiser 70 Series di Jepang ini sudah mulai diberlakukan sejak pertengahan 1990-an.
Land Cruiser 70 Series juga bukan satu-satunya kendaraan yang mendapatkan perlakuan serupa. Beberapa model lain, seperti Daihatsu Taft (Rugger) dan sejumlah Mitsubishi Pajero, juga mendapatkan penyesuaian pencahayaan dengan alasan homologasi.
Namun, ternyata bukan Jepang saja yang menerapkan langkah serupa.
Hal ini juga terjadi pada Land Cruiser 70 Series yang diekspor ke beberapa negara Eropa. Bahkan, aturan tersebut sudah diterapkan sejak akhir 1980-an.
Alasan yang melatarbelakangi aturan ini kurang lebih sama, yakni memastikan lampu belakang tetap dapat terlihat dari sudut tertentu, termasuk ketika pintu belakang dibuka.
Menariknya, penerapannya tidak selalu sama di setiap negara Eropa.
Beberapa negara tetap mempertahankan lampu asli pada bagian bodi sekaligus memasang lampu tambahan di bumper. Namun, ada pula negara seperti Inggris yang mengambil cara serupa dengan Jepang, yakni “membutakan” lampu bagian atas dan hanya mengandalkan lampu yang berada di bumper.
Jadi, meski terlihat seperti keputusan desain yang aneh, penutup lampu belakang pada Land Cruiser 70 Series Jepang ternyata bukan tanpa alasan.
Di balik tampilannya yang sederhana, ada kompromi antara desain, konstruksi kendaraan, dan aturan keselamatan yang harus dipenuhi.(SS)











