Ban Mobil Tampak Masih Tebal Kok Bisa Retak? Ini Penyebabnya

Meskipun ban mobil tampak masih tebal, namun beberapa bagian kadang terlihat sudah retak. Apa penyebabnya?
Penulis: Ahmad Biondi
Sabtu, 5 September 2026 12:00 WIB
Berita - Ban Mobil Tampak Masih Tebal Kok Bisa Retak? Ini Penyebabnya

Ban mobil Anda terlihat masih tebal tapi mengapa ada retak. (Otodriver)

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Ban mobil yang terlihat masih tebal bukan berarti kondisinya selalu aman untuk digunakan. Munculnya garis-garis retakan pada permukaan ban atau dry rot justru bisa menjadi tanda bahwa karet mulai mengalami penurunan kualitas.

Lantas, apa saja yang membuat ban mobil bisa retak?

Dikutip dari laman Daihatsu, Sabtu (5/9/2026), berikut beberapa penyebab yang membuat ban mobil mudah retak:

Usia Ban Sudah Tua

Karet ban memiliki masa pemakaian yang terbatas. Biasanya, usia ideal ban sekitar 5–6 tahun sejak tanggal produksi, meskipun ketebalan tapaknya masih terlihat baik. Seiring bertambahnya usia, kandungan minyak alami dalam karet akan berkurang. Kondisi tersebut membuat permukaan ban semakin kering dan lebih mudah mengalami retakan.

Sering Terpapar Sinar Matahari

Memarkir kendaraan di tempat terbuka hingga terkena terik matahari secara langsung bisa membuat ban rentan rusak akibat sinar ultraviolet (UV). Paparan UV mempercepat proses oksidasi pada karet. Karena itu, mobil yang sering diparkir di area terbuka tanpa pelindung memiliki risiko retak lebih cepat dibandingkan kendaraan yang disimpan di garasi tertutup.

Foto - Ban Mobil Tampak Masih Tebal Kok Bisa Retak? Ini Penyebabnya
Pastikan tekanan angin ban sudah sesuai standar pabrikan. (Foto : markondez)

Tekanan Angin Tidak Sesuai

Tekanan angin yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi sama-sama dapat mempercepat kerusakan struktur ban. Tekanan yang kurang membuat dinding ban mengalami tekukan berlebih saat menopang beban. Sementara itu, tekanan yang terlalu tinggi membuat ban menjadi lebih kaku dan rentan retak ketika terkena guncangan.

Terkena Oli atau Bahan Kimia

Paparan langsung terhadap oli, bensin, maupun bahan kimia pembersih tertentu dapat merusak lapisan pelindung karet ban. Jika cairan tersebut dibiarkan menempel, proses pengerasan karet akan berlangsung lebih cepat sehingga memicu munculnya retakan.

Beban Berlebih dan Pemakaian Tidak Merata

Membawa beban melebihi kapasitas yang direkomendasikan secara terus-menerus dapat mempercepat keausan dan retakan pada ban. Kondisi ini juga berkaitan dengan keausan yang tidak merata, misalnya ban gundul sebelah, yang dapat mempercepat munculnya retakan di area tertentu. (AB)

#ban #tips-ban-retak #mobil-baru #harga-ban-mobil #bridgestone #michelin

Ahmad Biondi

Editor

Pria necis yang hobi olahraga ini sudah menjadi jurnalis otomotif sejak 2009. Berpengalaman menguji dan mereview banyak...

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.