Tak Hanya Balik Ke Indonesia, Ford Berminat Bikin Pabrik Mobil Di Sini

Tak Hanya Balik Ke Indonesia, Ford Berminat Bikin Pabrik Mobil Di Sini

Ford memang sudah hengkang dari pasar Indonesia, walau pun masih ada RMA Group yang mensuport suku cadang dan aktifitas purna jual. Namun tetap saja sang blue oval telah bulat hengkang dari negeri batik 2016 silam.

Tapi bagaimanapun, kepentingan tetap bersifat dinamis dan bisa saja berubah arah kapan pun itu.

Belakangan terdengar kabar bahwa Ford menyatakan tertarik untuk kembali ke Indonesia dan bahkan berencana membuat pabrik di Indonesia.

Kabar itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan. Kata Luhut, selain Tesla, Ford tertarik berinvestasi di Indonesia. Sebab, biaya pembuatan mobil di Indonesia dinilai lebih murah.
"Ford ini malah lebih maju. Jadi tadi malam Ford ini masih diskusi dengan deputi saya, mereka akan datang ke mari untuk melihat karena semua dunia ini melihat mana yang bisa mereka end to end dapat produk green dan cost-nya murah. Kita cost-nya murah, kita listrik 5 cent per kWh," kata Luhut dikutip dari CNBC Indonesia.
Seperti Ford tidak mau ketinggalan dari Tesla yang telah melihat potensi Indonesia untuk mengakselerasi populasi kendaraan listrik. Terlebih ada komitmen menjadi pemain utama secara global di bidang ini, dari hulu hingga hilir. Jadi bukan cuma sebagai konsumen, tetapi sebagai produsen karena menguasai bahan baku yang diperlukan baterai mobil listrik, yakni nikel. 

"Semua mau end to end. Karena mereka (Ford) tahu tempat yang sekarang paling bisa melakukan itu adalah Indonesia," pungkas Luhut.

Mengenai akan seperti apa wujud investasi Ford di Indonesia, Luhut belum bisa mengungkapkan akan seperti apa nantinya. Apakah akan membangun pabrik baterai hingga produksi dalam negeri, atau sebatas pabrik perakitan mobil listrik. 

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com